Benarkah? 1,5 Juta Hutan Riau Sengaja Dibakar

Riau Book - Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan sepanjang sepuluh tahun sejak 1980 hingga 1990 ada sebanyak 1,5 juta hektare hutan di Provinsi Riau yang sengaja dibakar untuk membuka lahan perkebunan.

"Namun pada waktu itu, kabut asap tidak begitu parah seperti saat ini, karena lahan yang dibakar hutan yang dipermukaan tanahnya masih dipadati oleh akar-akar pepohonan," kata Jefry di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar, Selasa (8/9/2015) siang.

Ketika itu, Jefry bersama Dandim 0313/KPR Letkol Yudi Prasetyo serta Kades Rimbo Panjang Zalka Putra tengah memantau upaya pemadaman kebakaran lahan yang berada sekitar 500 meter dari perbatasan Kota Pekanbaru atau tepatnya di lintas Pekanbaru-Bangkinang, Kampar.

Namun berbeda dengan kasus kebakaran yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah Riau termasuk Kampar. Menurut Jefry, yang terbakar tidak lagi lahan hutan namun rawa gambut yang memang menghasilkan asap pekat.

"Mengapa lahan gambut terbakar? Salah satunya karena regulasi pengelolaan lahan gambut oleh kementerian terkait yang tidak maksimal. Sebelumnya masih diizinkan pembukaan kawasan hutan tanam industri (HTI) dan kelapa sawit di lahan gambut," katanya.

Maka dari itu, lanjut dia, segera direvisi undang-undang tentang pengelolaan gambut, yang salah satu poinnya adalah melarang dibuka kawasan HTI dan kebun sawit di kawasan tersebut.

"Saya juga mengharapkan perusahaan yang menguasai lahan gambut di Riau, khususnya perusahaan HTI untuk ditinjau ulang. Kalau memang sudah terlanjut ditanami, maka bagaimana agar tidak terbakar," katanya.

Begitu juga dengan lahan-lahan tidur yang tersisa, demikian Jefry, sebaiknya masyarakat yang memilikinya di arahkan ke pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan, tanpa harus membakar.

"Lahan gambut tersebut juga jangan sampai tidak diawasi, karena jika terbakar, maka sesungguhnya sama saja itu dengan dibakar. Ada unsur kelalaian atau pembiaran," katanya.

Pengamat lingkungan hidup dari Universitas Riau Tengku Ariful Amri mengatakan, kebakaran lahan dan polusi asap di Riau sesungguhnya telah terjadi sejak 17 sampai 18 tahun, tepatnya setelah tahun 1990.

Menurut dia, hingga saat ini peristiwa itu masih menjadi hambatan nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian.

Bencana asap, katanya kerap memaksa pihak sekolah untuk meliburkan aktivitas belajar-mengajar guna mengantisipasi para murid terkena berbagai penyakit. Sejumlah perusahaan dan kantor-kantor pemerintahan juga selalu mempersempit waktu kerja para karyawannya.

"Tanpa disadari, bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya tanpa henti hingga menyebabkan polusi asap telah merusak masa depan bangsa ini," kata Tengku Ariful Amri.

Kebakaran lahan telah menghancurkan sumber daya alam dan itu menurut dia terbukti dilakukan dengan sengaja hanya untuk meningkatkan derajat ekonomi sekelompok orang.

Parahnya lagi, demikian Ariful, Riau tidak pernah lepas dari bencana asap yang terjadi terus menerus setiap tahunnya. Untuk patut diketahui, bahwa bencana asap juga telah menjatuhkan harkat dan martabat bangsa ini di tingkat masyarakat internasional, lebih spesifiknya lagi di Asia Pasific.

Karena menurut dia, asap hasil kebakaran hutan dan lahan ini terbukti telah sampai ke berbagai negara tetangga khususnya Malaysia dan Singapura.

"Kedepan semua pihak harus bersama-sama mengatasi persoalan bencana kebakaran lahan dan kabut asap ini dan harus dilakukan antisipasi cepat dan tepat," katanya.

Karena dengan kondisi kerusakan lingkungan yang sedemikian parah, pemerintah menurut dia membutuhkan dana besar dan waktu panjang untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, terlebih tanpa ketersediaan sumber daya alam yang memadai.

Bencana tahunan itu menurut Ariful tanpa disadari pula, telah mendatangkan kerugian yang dahsyat. Jika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) merilis kerugian yang ditimbulkan mencapai triliunan rupiah, pemerhati justru menyatakan lebih dari itu, atau mungkin tak tergantikan sama sekali.

Kerugian lainnya yang lebih penting menurut Ariful adalah; runtuhnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap bangsa Indonesia. Terlebih, revitalisasi yang akan dilakukan kedepan, akan jauh lebih besar biayanya dibandingkan dengan keuntungan yang didapat melalui alihfungsi lahan yang selama ini dilakukan.

Eksploitasi sumber daya alam yang tidak memiliki pola termasuk pembakaran lahan untuk perkebunan dan hutan industri, hanya akan mendatangkan kesengsaraan secara massal. Maka hentikan!

"Bencana ini juga menyebabkan punahnya keanekaragaman hayati yang tidak bisa digantikan oleh manusia, secanggih apapun cara berpikirnya, dan sejenius apapun pola pikirnya," kata dia.

Dengan demikian, kerugian yang telah merentang di depan mata ini, menurut dia memang harus dibayar mahal oleh bangsa ini untuk kembali bangkit dalam membenahi perekonomian masa depan.

Jika tidak segera diatasi, menurut dia hal itu justru akan memutuskan mata rantai pembangunan berkelanjutan. "Karena pembangunan tidak lepas dari faktor ekonomi, dan ekonomi berkelanjutan itu dapat dilakukan dengan cara bagaimana memanfaatkan SDA dengan tidak memusnahkannya untuk ketersediaan anak-cucu di masa yang akan datang." (ant/fzr)

foto

Terkait

Foto

Tanpa Kenakan Masker Jefry Turun Tangan Padamkan Kebakaran Lahan

Riau Book - Bupati Kampar, Provinsi Riau, Jefry Noer turun tangan memadamkan titik kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Pajang…

Foto

Lion Air Nekat Terbang dari Pekanbaru Tembus Asap Kebakaran Lahan

Riau Book - Satu pesawat milik Maskapai Lion Air nekat terbang menembus asap pekat yang menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim…

Foto

Pria Indonesia Tanpa Kaki dan Tangan Berjalan Hingga Puncak Gunung

Riau Book - Pemuda asal Desa Benelanlor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, Achmad Dzulkarnain pantas dicap sebagai pria tangguh. Meski…

Foto

Kabut Asap, Jangan Biarkan Kelalaian Pemerintah Miskinkan Rakyat

Riau Book - Ratusan mahasiswa Universitas Riau menggelar aksi menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah terkait kabut asap yang terjadi di…

Foto

Pelalawan Nyaris "Hilang" Terselimuti Asap

Riau Book - Sebagian wilayah di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin (7/9/2015) pagi nyaris "hilang" terselimuti kabut asap pekat yang…

Foto

Mobil Mewah Lamborghini Lukai Pengendara Sepeda Motor

Riau Book - Peristiwa kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Namun kali ini cukup langka, sebuah mobil sport Lamborghini putih bernopol…

Foto

Ditelantarkan Orangtua, Bocah ini Bertahan Hidup Menyusu dengan Anjing

Riau Book - Nasib bocah berumur dua tahun ini sungguh malang. Setelah ditelantarkan orangtuanya di Chile, ia kemudian berusaha bertahan…

Foto

Mendadak Plt Gubernur Riau Dipanggil Presiden Jokowi, Terbang Lewat padang

Riau Book - Rencana pertemuan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) yang sedianya digelar hari ini pukul 10.00 WIB pun…

Foto

Waduh, Warga Pekanbaru terpaksa "Mandi Bebek" Akibat Kemarau

Riau Book - Sebagian warga di Pekanbaru Provinsi Riau mengalami kekeringan pada sumur rumah akibat kemarau panjang yang terjadi selama…

Foto

Jakarta Digoyang Gempa Garut

Riau Book - Peristiwa gempa bumi berkekuatan 5,6 skala richter mengguncang wilayah Garut, Jawa Barat dan sekitarnya pada Sabtu (5/9/2015).…

Foto

Ada-ada Saja, Orang Lagi Kesusahan Karena Asap, Bandara Pekanbaru Malah Bermusik Melayu

Riau Book - Pihak PT Angkasa Pura II menghadirkan kelompok seniman musik Melayu untuk menghibur ribuan calon penumpang yang terlantar…

Foto

Biadab! Siswi SD Dicabuli Ayah dan Guru Agamanya Hingga Hamil

Riau Book - Menarik kisah bocah siswi sekolah dasar yang ketagihan seks. Meski berada di shelter khusus, siswi SD berusia…

Foto

Waduh, Siswi Sekolah Dasar Ketagihan Seks Usai Digerayang Pacar Ibunya

Riau Book - Sungguh miris. Kabar menyedihkan dari generasi belia. Mereka yang harusnya menjadi pemimpin masa depan bangsa, telah dirusak…

Foto

Laki-Laki Wajib Baca: Mungkin Anda Pernah Membantu Melahirkan Tuyul di Kamar Mandi

Riau Book - Jawab pertanyaan ini. Pernahkah Anda bermandi lama-lama di kamar mandi? Atau Anda pernah melakukan beberapa hal dibawah…

Foto

Jangan Coba-coba Jadi Gelandangan di Kampar

Riau Book - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (3/9/2015) siang menggelar razia anak punk. Pada…

Foto

Waduh, Kantor Gubernur Riau Nyaris Hilang Ditelan Asap

Riau Book - Kantor Gubernur Riau di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru pada Rabu (2/9/2015) pagi hingga pukul 14.00 WIB…

Foto

Apapun Alasannya, PNS Jangan Jadi Tukang Parkir

Riau Book - Legislator di DPRD DKI Jakarja, Prabowo Soenirman mengatakan, pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh ditunjuk untuk mengatur…

Foto

Baru Menjabat, Plt Kadisdik Bengkalis Sudah Rombak Total Struktur

Riau Book - Pihak Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis, Riau, Heri Indra Putra mengumpulkan seluruh pejabat, PNS maupun…

Foto

Kabut Asap Riau Tambah Parah, Penerbangan Lion Air, Citilink, Garuda dan Air Asia Terganggu

Riau Book - Kabut asap tebal dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Pekanbaru, Riau, Rabu pagi (2/9/2015) bertambah…

Foto

Masih Janji, Sengketa Lahan Inhil Bakal Diselesaikan

Riau Book - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berjanji akan memanggil PT Citra Palma Kencana untuk…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan