Riau Book - Pihak Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Riau, terus memperjuangkan pembangunan Jembatan Selat Malaka di Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar menuju Kabupaten Tanjung Balai Karimun (Kepri) serta menuju Pelabuhan Kukup (Johor Baru) Malaysia dengan panjang 37 kilometer (km).
"Dalam pembangunan tersebut akan menelan biaya lebih kurang Rp80 triliun. Perencanaan pembangunan jembatan tersebut, direncanakan akan dibangun oleh investor asing yang akan menanamkan modalnya," kata Kepala Bappeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi, Rabu (9/9) di Pangkalan Kerinci.
Ia mengatakan, saat ini pembangunan jembatan hanya menunggu restu pemerintah pusat. Pasalnya, jauh sebelumnya di tingkat pemerintah daerah dua kabupaten telah sepakat untuk terus memperjuangkan pembangunan Jembatan tersebut, kesepakatan tersebut dicapai setelah Bupati Pelalawan Harris dan Bupati Karimun Nurdin Basirun melakukan pertemuan di kecamatan Pangkalan Kerinci.
"Saat itu Bupati Karimun menyampaikan kalau aktivitas Selat Malaka setiap harinya diperkirakan dilalui ratusan hingga ribuan kapal. Untuk itu, bila pembangunan Jembatan Selat Malaka tersebut terealisasi, maka akan menumbuhkan investasi dan mempercepat pembangunan Karimun dan Pelalawan sendiri sebagai daerah tetangga. Jembatan Selat Malaka akan mempermudah arus transportasi perdagangan antar negara Asean ke Karimun dan Pelalawan. Untuk itu, pembanngunan jembatan ini perlu didorong dan diperjuangkan ke pusat," ujarnya.
Syahrul Syarif mengatakan, bahwa dengan adanya pemikiran tersebut, maka tentu ditanggapi positif oleh Bupati Pelalawan HM Harris. Pasalnya, keberadaan Jembatan Selat Malaka perlu segera diwujudkan dan sinergisitas kedua kabupaten untuk mendorong pusat mengucurkan dana pembangunan jembatan tersebut akan sangat berpengaruh.
"Sedangkan guna membangun jembatan tersebut, perlu sinergitas melobi pusat untuk mendapatkan anggaran pembangunan. Untuk itu, maka bapak Bupati Pelalawan HM Harris dan Bupati Karimun juga sepakat untuk membangun jembatan penghubung kedua daerah, yakni jembatan penghubung dari Desa Sokoi sebagai lokasi pengapalan hasil industri teknopolitan menuju Karimun.
Jadi, untuk memajukan pembangunan kedua daerah ini, butuh sinergi pembangunan dan kita akan melakukannya bersama. Terkait pembangunan jembatan penghubung tersebut, kedua daerah akan merancang perencanaan pembangunan jembatan tersebut. Bila jembatan penghubung di Desa Sokoi Kecamatan Kuala kampar tersebut berhasil, maka masyarakat Kuala kampar akan mudah keluar masuk dan dengan sendirinya perekonomian kedua daerah akan meningkat," paparnya.
Ditambahkan mantan Sekretaris Bappeda Pelalawan ini, bahwa secara akademik persoalan jembatan tersebut sudah dibahas antara Pemkab bersama Pemerintah Malaysia. Hasilnya Pemerintah Malaysia menyambut baik agenda Pemkab Pelalawan dan Pemkab Karimun ini.
"Saat ini Pemkab Pelalawab masih fokus melobi pemerintah pusat agar jalan serta jembatan selat malaka ini dapat direalisasikan. Dan sejauh ini, payung hukum sudah ada yakni peraturan presiden nomor 7 tahun 2010 tentang persetujuan jalan yang menghubungkan negara asia daratan ini. Dan persetujan sendiri yang memang antar negara asia sendiri dibuat serta ditanda tangani di Sanghai cina 25 April 2004, diantara isinya adalah pembangunan jalan daratan di asia yang didalamya membangun jalan selak Malaka," sebutnya.
Ditambahkannya, bahwa saat ini Pemkab harus menyakinkan pemerintah pusat guna merealisasikan jabatan penghubung tersebut. Dan Pemkab optimis melalui Bupati Pelalawan Harris akan mampu melobi pemerintah pusat. Tahun ini, Pemkab Pelalawan akan kembali mengusulkan hal itu kepada pemerintah pusat.
"Kita terus usulkan, paling tidak atau minimalnya dilakukan studi kelayakan dari sisi Indonesia-nya. Pasalnya, investor asing dari luar Negeri beberapa kali telah mengontak kita tentang pembangunan jembatan Selat Malaka. Serta pemerintah di Indonesia saat ini lebih menititik beratkan pembangunan pada posisi Poros maritimnya. Artinya, Indonesia merupakan sebuah negara maritim yang mejadi arus pelabuhan internasional, maka situasi ini harus dimanfaatkan derah. Untuk itu, dengan adanya upaya yang kita lakukan ini, pembangunan jembatan tersebut dapat segera terealisasi," pungkasnya. (MC)




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…