OPINI

Tak Ada di Dunia Ini Mayoritas yang Toleransinya seperti Umat Islam di Indonesia

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.


Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Konsentrasi Ketatanegaraan (Siyasah)/Abituren Ma'had Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang

Sebenarnya saya tidak mau menggunakan istilah 'mayoritas' dan 'minoritas'. 'Mayoritas, untuk yang Muslim dan 'minoritas' untuk yang non-Muslim. Namun, melihat apa yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, umat Islam di Indonesia ini seperti tamu saja di rumah sendiri. Munafik kalau ada yang tidak mengakui kalau umat Islamlah yang paling banyak andil untuk memerdekakan ibu pertiwi ini dari penjajah-penjah kafir itu.

Lihat saja hari ini, ulama dan umat ini memperjuangkan agama dibilang tidak toleransi. Majelis Ulama Indonesia dikecam. Ulama dan umat ini dibilang merusak NKRI. Ulama tablig akbar, dihadang. Ulama disambut dengan panahan di bandara. Stigma teroris ditancapkan kepada umat Islam, terutama oleh media sekuler. Pancasila digunakan sebagai alat untuk memukul umat Islam. Jangan begitulah!

Lihatlah Malaysia, 60% umat Islam, namun konstitusinya mencantumkan Islam sebagai agama resmi negara. Begitu juga dengan Brunei Darussalam. Begitu juga dengan Arab Saudi. Negaranya aman-aman saja di bawah naungan Islam. Bandingkan dengan Indonesia dengan umat Islam terbesar di dunia apalagi ketika itu umat Islamnya 95% (tahun 1945).

Oleh karenanya jangan alergi dengan Islam. Islam itu membawa kesejukan. Kalau ada umat Islam yang gigih dalam memperjuangkan Islam, jangan dibilang radikal atau fundamentalislah. Mereka itulah dalam bahasa Buya disebut orang-orang yang masih punya girah. Lebih lanjut coba kalian baca buku itu.

Lihat di tahun 1945, kalangan non-Muslim minta hapus sila 'Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluknya', demi NKRI, sila ini dihapus. Sehingga, sila itu hari ini berbunyi, 'Ketuhanan Yang Maha Esa'.

Lihat kalender nasional. Kalender siapa yang dipakai? Jawabannya juga bukan kalender umat Islam (Kalender Hijriah). Kalender yang dipakai adalah Kalender Masehi. Umat Islam diam lagi. Umat Islam terima juga.

Lihat lagi satu hari libur dalam 7 hari. Hari apa yang dipakai? Jawabannya juga bukan hari mulia umat Islam (Jumat). Dalam kalender nasional disebut hari Minggu. Umat Islam diam lagi. Umat Islam terima juga.

Lihat kembali mengenai hari Minggu tadi. Islam tidak mengenal Minggu. Islam mengenal hari "Ahad". Namun Minggu yang dipakai. Padahal umat Islam tak boleh menyebut hari Ahad dengan Minggu. Apa sebab? Minggu itu berasal dari bahasa Portugis yaitu "Domingo" artinya hari kelahiran Tuhan (Isa sebagai Tuhan). Bukankah dalam akidah umat Islam kalau Isa itu bukan Tuhan? Umat Islam diam lagi. Umat Islam terima juga.

Beberapa contoh di atas sudah cukuplah untuk menggambarkan begitu lunaknya umat Islam ini. Nah, kalau mengenai Gereja Yasmin di Jawa Barat, itu bukan karena umat Islam tidak toleransi. Itu bukan masalah larangan pendirian rumah ibadah. Bukan itu. Persoalannya adalah terkait izin. Ini masalah hukum administrasi, dan juga pidana. Pengurus diduga palsukan tanda tangan warga agar dapat mendirikan gereja di situ. Tapi yang diberitakan adalah umat Islam tidak toleransi. Ya, ini lagi-lagi kerjaannya media sekuler.

Sudah cukup beberapa contoh di dalam negeri. Kita keluar negeri lagi. Saya ambil beberapa contoh. Kita lihat bagaimana ketika umat Islam yang minoritas. Lihat Perancis, wanita muslim tak nyaman di sana. Jilbab dipersoalkan. Taukah, bagaimanakah tanggapan walikota setempat ketika ada dua orang wanita muslim yang menggunakan jilbab di sekolahan yang sesungguhnya sedang menjalankan perintah agama kami? Walikota Bonifacio, Jean Charles Orsucci mengatakan ketika itu, 'kalau ke sekolah hendaknya pakai pakaian formal saja, tak usah pakai jilbab'. Lihat lagi tanggapan salah seorang menteri di sana mengenai jilbab ini, Laurence Rossignol namanya. Ia mengatakan, anjuran jilbab itu adalah bentuk perbudakan.

Lihat lagi Amerika. Negara yang mengagung-agungkan demokrasi dan HAM ini. Mereka munafik juga. Contoh sederhananya adalah, sampai hari ini belum pernah ada orang Islam jadi menteri di sana. Bandingkan dengan di Indonesia di mana umat Islam yang mayoritas. Betapa banyak minoritas jadi menteri di Indonesia.

Lihat juga Israel. Begitu terkutuknya pemerintah Israel itu. Umat Islam minoritas di sana. Umat Islam didiskriminasikan. Waktu belum bisa melupakan ketika Parlemen (DPR) di sana buat aturan larangan mengumandangkan azan di masjid. Waduh, azan dilarang?

Lihat umat Islam ketika minoritas di Myanmar. Umat Islam Rohingya menderita semenderitanya. Menderita sejadi-jadinya. Umat Islam dibantai. Umat Islam mereka buat seperti binatang saja di sana.

Oleh karenanya, seharusnya agama 'minoritas' di Indonesia ini berterima kasih kepada umat Islam. Saya kira tak ada di dunia ini 'mayoritas' yang toleransinya seperti 'mayoritasnya' umat Islam. Melalui tulisan ini, bukanlah saya memancing kegaduhan. Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan kita bersama. Umat Islam itu seperti lebah. Tak mau mengganggu. Namun kalau diganggu, menggigit mereka.***

Tentang Penulis

Wira Atma Hajri, lahir di Bangkinang (Riau), 11 Maret 1990. Penulis adalah lulusan Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang (2008). Beberapa kali Penulis meraih juara umum di sana. Meraih gelar Sarjana Hukum dari Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) sebagai lulusan (2012), dan Magister Hukum dari departemen yang sama di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dengan predikat kelulusan 'Dengan Pujian' (Cumlaude) dalam waktu 13 bulan (2013). Saat ini adalah Dosen Tetap Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Riau pada Fakultas Hukum UIR. Di samping itu juga dipercayakan oleh Rektor UIR sebagai Pengelola UIR Press. Penulis bergabung dengan lembaga dakwah Majelis Dakwah Islamiyah Kota Pekanbaru dengan Nomor Indeks/Keanggotaan 628 (2009-sekarang).

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Memotret Kelebihan dan Kekurangan Cagub/Cawagub Dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017

Riaubook - Pada segmen pertama debat, semua kandidat benar-benar memanfaatkan momen debat dan panggung ini untuk menjawab keraguan atau…

Foto

Ada Empat Dorongan Sosial Ikut Organisasi

Riaubook - Organisasi adalah wadah untuk mengekspresikan diri, membuat sebuah karya dan memberikan ide-ide kreatif. Organisasi sebagai tempat beproses, membentuk…

Foto

Kesabaran Dalam Mempersatukan Ummat

Oleh: Al Khairi YacobPersatuan Indonesia, sebuah dasar negara sila ketiga yang menjadi landasan untuk mencapai tujuan nasional.…

Foto

Untuk Masyarakat Kampar, Pilihlah Calon Bupati dan Wakil Bupati yang Hatinya ke Masjid

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)"Seandainya kalian…

Foto

Jagat Raya Dari Kursi Roda

Riau Book - Stephen Hawking adalah ilmuwan paling penting di muka bumi yang masih hidup. Ia disejajarkan dengan mendiang Sir…

Foto

Masjid Al Markaz, Pusat Kegiatan Islam di Kota Makassar

Riau Book - Melihat foto-foto terbaru dari Makassar yang saya terima pagi ini, saya sontak bergumam: Al Markaz-ku kembali. …

Foto

Outlook Perwakafan RI

Perwakafan Indonesia pada 2017 diharapkan menunjukkan perkembangan signifikan sehingga dapat memberikan warna baru bagi perekonomian nasional. Ini dimungkinkan bila kita…

Foto

Ini Tanda Orang Munafik, Termasuk Provokator

BANYAK kasus kerusuhan di tanah air timbul akibat adanya pihak-pihak yang menjadi provokator hingga memicu bentrok antar-warga, Iqbal Ali (tokoh…

Foto

Dari Pekanbaru Saya Berdoa untuk Habib Rizzieq

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)"Rugi-untungnya perjuangan…

Foto

2017, Tahun Baru Penuh Kejutan, Ini Catatan untuk Amerika Serikat dan Donald Trump

Riau Book - Seluruh manusia di muka bumi baru saja merayakan datangnya tahun baru 2017 yang diprediksi bakal banyak kejutan…

Foto

Kalijodo, Wajahmu Kini

Riau Book - Tuan Basukiiiii, hati-hati sepedanya kepleset kondom bekas... #eh. Saya hanya mau mengingatkan sodara-sodara semua, taman baru…

Foto

Bergelimang Kemuliaan Hidup, Dicokok KPK

Riau Book - Dua hari menjelang tutup tahun, Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Hartini mengakhiri gelimang kemuliaan hidup yang puluhan…

Foto

Fatal, Ketika Kapolri dan Seskab 'Tak Paham' Konsep Dasar Hukum

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Alumni Pondok Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib Bangkinang)Tertanggal 14…

Foto

Akhir Tahun, Jalur Darat Diprediksi Tidak Akan Terjadi

Riau Book - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau mengatakan kondisi lalu lintas jelang tahun baru 2017 masih dalam kondisi…

Foto

Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai "persaudaraan", terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti "memperhatikan". Makna asal ini memberi kesan…

Foto

Menyatu dalam Bineka Tunggal Ika

SEPERTI dalam agama-agama Abrahamik lainnya, perdamaian adalah konsep dasar dalam pemikiran Islam. Istilah bahasa Arab "Islam" itu sendiri biasanya diterjemahkan…

Foto

Jusuf Kalla, Penulis yang Baik dan Pembaca yang Rajin

Riau Book - Tak banyak yang tahu Jusuf Kalla adalah penulis yang baik. Gaya menulisnya mirip dengan gayanya bertutur: praktis,…

Foto

Munafik Kita Kalau Mengatakan Negeri Ini Baik-baik Saja

Oleh: Wira Atma Hajri,S.H.,M.H.Dosen Departemen Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau"Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika…

Foto

Islam dan Etika Debat

Tradisi debat yang disinyalir menandakan kemampuan berpikir kritis sebenarnya dimiliki setiap bangsa dan peradaban. Namun, sebagian kalangan menganggap tidak setiap…

Foto

Aparat Radikal, Kepalanya Penuh Doktrin yang Tak Sejalan dengan Kesatuan

Riau Book - Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov ditembak mati saat sedang berpidato. Pembunuhnya, Mevlut Mert Aydintas, anak…

foto

Pendidikan