RIAUBOOK.COM - Dugaan penistaan agama menjadi tragedi yang berbuntut pada aksi-aksi bela Islam yang memicu persatuan umat lewat gerakan damai di Ibu Kota Negara.
Aksi damai yang selalu ramai itu digelar bertepatan dengan tanggal-tanggal cantik yang mudah diingat, mulai dari 1410, 411, 212, 112, 313 dan yang terakhir adalah 55.
14 Oktober 2016 (1410)

Foto: Taufik
14 Oktober 2016 aksi damai umat Islam yang disebut sebagai aksi bela Islam terhadap Al Quran digagas oleh Front Pembela Islam (FPI) menuntut keadilan atas kasus penistaan agama yang telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama, lebih sering dipanggil dengan sebutan ahok.
Ribuan massa umat Islam yang mengatasnamakan massa aksi Belas Islam melakukan aksi terkait ucapan Ahok yang menyinggung soal surat Al-Maidah ayat 51.
Aksi yang diikuti ribuan massa diawali dengan salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Massa lalu berjalan kaki untuk melakukan aksi di depan kantor Bareskrim di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan dan di kantor Balai Kota DKI Jakarta.
Massa yang mayoritas berbusana putih memenuhi jalan Medan Merdeka Timur dan Medan Merdeka Selatan. Tuntutan massa adalah proses hukum terhadap Ahok.
4 November 2016 (411)

Foto: Hasan Al Habshy
Demonstrasi kali ini mengusung Aksi Bela Islam jilid II. Tuntutan massa masih sama, yakni proses hukum terhadap Ahok yang dinilai menodakan agama terkait ucapan mengenai surat Al-Maidah ayat 51.
Sama seperti aksi pertama, aksi kali ini juga diawali salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Namun kali ini massa yang lebih banyak melakukan aksi yang berpusat di depan Istana Merdeka. Massa terkonsentrasi di jalan Medan Merdeka Barat.
Massa sempat meminta untuk menemui Presiden Joko Widodo, namun ia sedang melakukan kunjungan kerja di luar kota. Massa hanya diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Namun sayangnya aksi ini berakhir bentrokan antara massa dengan aparat. Presiden Jokowi langsung mengumpulkan para Menteri terkait dan Kapolri beserta Panglima TNI. Hasilnya, proses hukum terkait kasus penodaan agama akan dilakukan secara cepat dan transparan.
Ahok kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 15 November 2016.
2 Desember 2016 (212)

Foto:aksibelaislam.id
Aksi Bela Islam jilid III kali ini masih merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya. Tuntutannya juga masih sama yakni terkait dengan proses hukum terhadap Ahok. Massa menuntut Ahok yang sudah berstatus tersangka untuk segera ditahan.
Berbeda dengan sebelumnya, aksi ini lebih menekankan pada aspek ibadah yakni salat Jumat yang dilakukan di Monas. Bahkan saking banyaknya massa, shaf salat Jumat melebar hingga ke jalan Thamrin. Presiden Joko Widodo secara mendadak ikut dalam salat Jumat berjamaah itu.
11 Februari 2017 (112)

Foto: kabarin.co
Aksi kali ini tidak terkait langsung dengan Ahok yang sedang menjalani proses persidangan. Aksi ini menitikberatkan Pilkada DKI Jakarta. Pada aksi kali ini, massa umat Islam melakukan ibadah yang fokus di Masjid Istiqlal.
Ribuan massa terlihat memenuhi Masjid sejak subuh dan melakukan salat subuh berjamaah. Dua calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan ikut dalam salat berjamaah tersebut. Massa membubarkan diri menjelang siang.
2 Desember 2017 (212 Jilid II)

Foto: minangkabaunews
Tuntutan massa dalam aksi kali ini masih sama, terkait dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Massa menuntut Ahok untuk diberhentikan secara sementara karena sudah berstatus terdakwa di pengadilan.
Selain itu, ada tuntutan lain yang akan diserukan oleh massa, yakni menolak kriminalisasi terhadap ulama dan menolak penangkapan terhadap para mahasiswa. Hal tesebut yang menjadi tuntutan massa dalam aksi kali ini.
31 Maret 2017 (313)

Aksi bela Islam lanjutan ini juga dihadiri ribuan orang berpakaia putih, namun tidak seramai aksi sebelumnya.
Kali ini aparat kepolisian mengawal ketat aksi dan mengamankan sejumlah orang yang dianggap sebagai dalang atas aksi menuntut Ahok segera dipenjarakan.
5 Mei 2017 (55)

Foto: Hafidz Mubarak A
Bela Islam yang dilaksanakan pada 5 Mei kemarin adalah aksi penutup. Massa kembali menyuarakan tuntutan agar Ahok saat sidang vonis dijatuhi hukuman berat.
Setelah aksi tersebut, sebenarnya ada aksi-aksi bela Islam lainnya, namun hanya sekelompok kecil saja. Pada Selasa (9/5/2017), massa sempat hening ketika Majelis Hakim menyatakan Ahok bersalah telah menistakan agama dan dihukum 2 tahun penjara.
Majelis Hakim juga meminta agar Ahok segera ditahan meski menyatakan banding atas putusan tersebut. Bahkan Menteri Dalam Negeri dihari yang sama langsung melantik Djarot sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok. (RB/fzr/kumparan)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…