RIAUBOOK.COM - Mata uang menjadi alat bayar yang sah di seluruh negara dunia, termasuk Indonesia. Namun tahukah? Berbagai tipe individu dalam menggunakan uang, mulai dari yang boros hingga yang sangat irit.
Berikut adalah enam tipe kepribadian terkait keuangan terutama ketika mengeluarkan uang, seperti dikutip RiauBook.com dari laman USA Today, Jumat (12/5/2017):
1. Pemboros
Seorang yang memiliki sifat boros dapat menghabiskan uang melampaui kemampuan mereka. Ini dapat membuat mereka suka menggesek kartu kredit hingga ke batas maksimal. Sayangnya ini dapat menjadi cara cepat untuk menimbulkan utang besar dan membuat kesuksesan tujuan keuangan jadi berantakan.
Padahal jika Anda tidak menabung dapat mengganggu masa depan Anda. Untuk menghindari pengeluaran berlebih coba membuat anggaran keuangan. Kemudian coba temukan pemicu apa yang menyebabkan Anda berbelanja secara impulsif atau tanpa pertimbangan. Dengan menangani pemicu itu dapat membantu Anda menekan pengeluaran.
2. Pengambil risiko
Mungkin Anda mengambil risiko dengan uang Anda. Risiko tinggi dapat berujung pada hasil lebih tinggi, bukan? Kadang iya, tetapi kadang juga timbulkan risiko tinggi.
Misalkan, jika kredit properti Anda disetujui bukan berarti Anda mampu membayar jumlah itu. Namun, jika Anda mengambil risiko atas pembelian properti, Anda dapat memperluas anggaran melampaui batas-batasnya.
Menemukan keseimbangan yang tepat dapat membantu Anda membatasi risiko dan membuat Anda tetap pada jalur meraih kesuksesan keuangan untuk jangka panjang.
3. Penunda
Anda pernah mendengar ungkapan "jangan menunda-nunda hari esok, apa yang dapat Anda lakukan hari ini". Jadi jika Anda mengabaikan tanggungjawab pajak dan menunda menabung maka dapat pengaruhi kesehatan keuangan Anda.
Membayar tagihan terlambat, menunda tabungan untuk pensiun merupakan contoh umum dari penundaan. Dengan menunda hanya memperburuk kondisi keuangan.
Pertimbangkan mengambil sedikit waktu untuk mengecek tagihan dan pembayaran utang. Anda juga bisa mendaftar untuk pembayaran otomatis sehingga mempermudah pembayaran.
4. Tak peduli atau cuek
Ada orang yang tidak tahu apa-apa mengenai keuangan mereka. Bahkan mereka tidak tertarik untuk belajar. Mereka mungkin hanya memiliki mentalitas "hidup hanya satu kali". Jadi ketika menyangkut soal uang maka akhirnya menghabiskan semuanya. Ini bisa jadi orang itu tidak melihat uang dan utang sebagai alat untuk masa depan mereka.
Padahal penting untuk menghargai dan menggunakan uang dengan baik bagi keuntungan Anda. Dengan semua sumber daya yang ada di luar juga dapat meningkatkan pengetahuan keuangan Anda.
5. Pesimistis
Tidak seperti risk taker, seorang yang pesimistis mungkin takut mengambil risiko karena mereka takut tidak akan berhasil. Ini mungkin seseorang menunda menabung untuk masa pensiun karena mereka tidak berpikir kalau pensiun suatu kemungkinan.
Seorang pesimistis juga takut berinvestasi di pasar saham dan membeli rumah. Meski begitu banyak hal yang membuat seseorang nyaman tetapi bisa kehilangan kesempatan karena takut. Jadi sekali lagi ini adalah bagaimana menemukan keseimbangan tepat saat mengelola keuangan.
6. Pemberi
Banyak yang menemukan kenyamanan dan kebahagiaan ketika membeli barang mewah untuk diri sendiri. Namun, ada yang lebih suka membeli barang untuk orang yang mereka cintai baik untuk anggota keluarga, pasangan, teman. Mereka senang memberi. Ini memang tidak terdengar sifat buruk yang harus dimiliki.
Akan tetapi, sifat ini juga dapat mengorbankan kebahagiaan Anda. Jika Anda memang ingin memberi sebaiknya sertakan anggaran untuk pemberian hadiah. Jadi pertimbangkan batasan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk hadiah. Pastikan hal itu tidak menghalangi pencapaian tujuan keuangan Anda. (RB/lp6)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…