ilustrasi virus komputer

Rabu, 17 Mei 2017 - 08:58 WIB 1930000

Bank Tak Lagi Jadi Target Utama Hacker, Lalu Siapa?

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Selama ini, masyarakat awam menganggap bahwa cyber crime seperti pencurian uang memiliki target utama di sektor perbankan. Namun perkembangan teknologi komputasi saat ini menunjukkan bahwa peretas alias hacker tak lagi menjadikan bank sebagai target utama.

Dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (17/5/2017), setiap pengguna teknologi informasi harush ekstra hati-hati dalam melindungi data karena mereka bisa menjadi target hacker.

Bahkan, Eko Widianto, Managing Director Bintang Anugerah Kencana yang menjadi distributor F-Secure di Indonesia, menyatakan bahwa ransomware kini sudah bisa dianggap sebagai teroris gaya baru. Kejahatan siber ini memasuki ranah publik dan tidak pandang bulu siapa korbannya.

"Ransomware modusnya mencari uang dengan cara mencuri data. Tetapi dia itu social engineering di mana dia nggak melihat siapa korbannya, dia nggak kenal korbannya yang penting dia tebar. Tapi sasaran utamanya justru bukanlah bank," kata dia.

Hacker tidak memilih bank sebagai sasaran utama karena umumnya bank sudah memiliki perlindungan berlapis. Menurut Eko, ransomware lebih ditujukan pada sektor publik yang layanan dan datanya digunakan banyak orang seperti milik industri telko, situs Pemerintah atau situs pendidikan.

"Corporate masih mungkin diserang ya. Tetapi kalau individu saya kira tidak karena hasil dari pengancamannya jadi tidak signifikan. Kalau bank, benar bahwa mereka punya uang banyak, tetapi untuk menembus bank akan jauh lebih sulit," terang Eko.

Lebih lanjut, Eko juga menjelaskan bagaimana ransomware bisa menjangkiti perangkat.

"Modusnya ransomware hanya dua, yang pertama melalui attachment e-mail sementara yang kedua dari situs. Nah, saya setuju dengan Pak Rudiantara bahwa masyarakat harus aware dengan attachment apa yang diunduh, serta jangan sembarangan membuka situs dewasa," lanjut dia.

Selain itu, Eko juga menjelaskan bahwa varian ransomware sudah meningkat tajam. Pada 2012, hanya ada satu ransomware di dunia. Namun laporan terakhir oleh State of Cyber Security Report 2017 yang dirilis F-Secure mencatat adanya 193 jenis ransomware beredar sampai 2016 dan jumlah ini diramal akan meningkat di 2017.

Sementara itu, dari 99 negara yang terjangkit WannaCry, Eko tidak heran ransomware tersebut mengusik Indonesia. Dia mengutip Kominfo mengatakan bahwa hanya 30 persen pengguna yang memedulikan keamanan perangkatnya di Indonesia. (cnn)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Tenang, WannaCry Tak Menyerang Smartphon, Kok!

Senin, 15 Mei 2017 - 08:18 WIB

Tenang, WannaCry Tak Menyerang Smartphone, Kok!

Senin, 15 Mei 2017 - 08:18 WIB

Waspada! Indonesia Darurat Virus "WannaCry"

Senin, 15 Mei 2017 - 07:03 WIB

Situs Polda Riau Diretas! Minta Bebaskan Ahok

Jumat, 12 Mei 2017 - 19:09 WIB

Intip Harga iPhone 7 Plus Kelir Merah Terbaru

Jumat, 12 Mei 2017 - 18:17 WIB

Seperti Apa Browser Internet Masa Depan

Rabu, 10 Mei 2017 - 15:33 WIB

Inilah Rahasia Harga Sebuah Laptop

Kamis, 27 April 2017 - 11:39 WIB

Kenali Jenis Processor Sebelum Membeli Laptop

Kamis, 27 April 2017 - 10:31 WIB

Bocoran Samsung Galaxy S9

Rabu, 26 April 2017 - 01:37 WIB

Kapan iPhone 8 Diluncurkan?

Selasa, 25 April 2017 - 13:38 WIB

Telan Minuman Dengan Tempatnya Sekalian

Kamis, 20 April 2017 - 14:46 WIB

Heboh! Video Unboxing Nintendo Switch Curian

Rabu, 22 Februari 2017 - 12:46 WIB

Mau Tahu Laptop Seharga Rp80 Juta

Selasa, 21 Februari 2017 - 16:13 WIB

Kehadiran Kembali Nokia 3310 Menjadi Viral Para Netizen

Selasa, 21 Februari 2017 - 12:27 WIB

Cari Judul Berita





Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize