Riau Book--Akses jalan masuk di area komplek pertokoan Nangka Raya Permai, yang berada di tepian Jalan Tuanku Tambusai, menjelang tengah malam itu dalam kondisi nyaris gelap. Hanya satu lampu jalan dan dua rumah toko (ruko) yang tak jauh dari gerbang komplek yang lampunya menyala memerangi jalan menuju ke dalam. Tak sampai ke salah satu ruko yang malam itu didatangi lima personel Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau. Deretan pertokoan itu, hanya terang di depan saja. Hanya di gerbang masuk saja. Selebihnya ke belakang, area komplek yang atur letaknya lurus memanjang sejauh sekitar 1 kilometer dari tepian Jalan Tuanku Tambusai itu, tak cukup terang. Selasa (3/11) tengah malam itu, tim opsnal Ditresnarkona Polda Riau beraksi menyusuri salah satu ruko yang ada di deretan tengah. Ketika tim riaubook hanya memantau dari depan komplek tadinya, aktivitas polisi bersama tujuh orang warga komplek yang menyaksikan penggerebekan, tak akan terlihat. Di sekitar lokasi, tepat di depan ruko yang digerebek. Sebanyak empat unit mobil mewah dan tiga sepeda motor milik polisi dan warga terparkir tak teratur. ''Polisinya udah di dalam. Ada dua orang yang ditangkap. Ada alat hisap sabunya, sama sabu-sabunya. Sekarang masih di dalam,'' ujar Dian, salah seorang warga yang bukan nama sebenarnya. Polisi yang melakukan penggeledahan, tidak melakukan penutupan akses masuk ketika itu. Di bagian bawah ruko tiga lantai tersebut, ada dua orang polisi berpakaian sipil. Satu orang dari mereka sibuk menbongkar barang-barang yang, mulai dari sparepart mobil, berkas-berkas kertas yang tertumpuk di lantai bawah. Satu orang lagi sedang berbicara dengan seorang perempuan. ''Perempuan itu istri dari teman bapak yang punya kantor,'' kata Dian menjawab tanya tim riaubook. Pantauan warga dan wartawan dibatasi polisi hanya bisa sampai di ruangan lantai bawah yang menyerupai bagasi mobil tersbut. Di ruang mirip bagasi itu terparkir satu unit mobil sedan mewah warna hitam merek Mercedesben. Dan di antara tumpukan kertas di tembok, ada lembaran-lembaran berkas transaksi terkait usaha kelapa sawit. ''Jangan masuk ke dalam dulu ya, anggota masih kerja. Untuk keterangan resminya, nanti komandan saya yang menyampaikan. Untuk sekarang, saksikan saja dulu, saya tak punya hak memberi keterangan apa-apa,'' kata Kompol Darul Koni, Kanit Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau yang memimpin penggerebekan. ''Tahunya dari informasi masyarakat,'' kata Darul singkat. Sekitar setengah jam penggeledahan berlangsung, siapa yang dua laki-laki di dalam ruko yang diamankan masih belum diketahui identitas jelasnya. Warga sekitar komplek hanya mengetahui kalau seorang dari laki-laki yang diamankan itu mereka kenal bernama Hendrik, merupakan pemilik ruko yang warga tahu merupakan kantor tersebut. ''Sudah lama juga, sudah ada dua tiga tahun kantor ini. Memang nggak seperti kantor, nggak ada ativitas kerja. Rupanya ini memang ya, karena ada juga kami yang curiga sama kegiatan mereka,'' tambah Dodi, salah seorang warga laki-laki yang berdiri di sampin Dian. Penggerebekan malam itu, sempat diprediksikan kalau polisi berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dalam jumah besar. Namun sayang, polisi hanya berhasil menemukan perangkat alat hisap bersama satu paket sabu sebanyak satu ji dari kedua laki-laki di dalam ruko. ''Nihil ndan. Nggak ada yang lain lagi ditemukan,'' ujar salah seorang anggota tim opsnal. ''Sementara ini, keduanya kita amankan dengan barang bukti yang ditemukan diduga terkait penyalahgunaan narkoba,'' lanjut Kompol Darul. Hendrik, pemilik ruko yang dikenal warga tadi, sempat dihampiri. Pria keturunan yang malam itu tampak pucat ketika diwawancara membenarkan kalau rukonya itu kantor. ''Kantor saya. Ya sudah lama. Usaha sawit,'' jawabnya pergelangan tangan kanannya diborgol bertautan dengan tangan kawannya yang turut diamankan. Telusur punya telusur. Berdasarkan sejumlah informasi yang berhasil didapat. Ternyata pria bernama Hendrik yang diamankan malam hari itu disebut-sebut merupakan seorang pengusaha perusahaan pabrik sawit terbesar di Riau yang diketahui bernama lengkap Tandiono Hendry (59). Dugaan tentang Hendrik pengusaha pabrik sawit ini, sepertinya mendekati kebenaran. Karena pada malam saat penangkapan seperti pengakuannya di atas, kalau ruko yang ditempatinya tersebut merupakan kantor dari usahanya mengenai sawit. Sementara itu, berdasarkan data dari kepolisian. Untuk satu laki-laki lagi yang diamankan bersama Hendrik diketahui bernama Mian Sutio (45), yang dibenarkan merupakan teman dari Hendrik. ''Keduanya masih diamankan. Untuk keduanya proses hukum terus berjalan sesuai bukti yang ada. Terkait adanya warga yang mengatakan melihat adanya sekantong plastik diduga berisi sabu. Saya tegaskan tidak ada,'' pungkas Direktur Ditresnarkoba.



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…