MAXpower. (net)

Rabu, 17 Mei 2017 - 14:50 WIB 3630000

Pengungkapan Skandal Suap MAXpower dalam Proyek PLN yang Diselidiki FBI Sorotan Dunia

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dunia sedang menyorot sejumlah kasus dugaan mega korupsi di Indonesia dan salah satunya adalah MAXpower Group Pte Ltd kepada pejabat Indonesia terkait investasi pembangkit listrik di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Bukti menjadi sorotan dunia karena kasus yang tengah diselidiki oleh Biro Investigasi Federal (FBI-Federal Bureau of Investigation) Amerika itu juga menjadi judul menarik di sejumlah media internasional, salah satunya MLex Market Insight, media Inggris.

Dalam artikel yang mengisahkan mega korupsi itu, Mlex mengangkat judul: "MAXpower Bribery Scandal in Indonesia" atau MAXpower penyuapan skandal di Indonesia.

Tulisan panjang dalam artikel investigas itu bahkan masuk nominasi atau menjadi finalis dalam ajang "The Society of Publishers di Asia (SOPA) Announces 2017 Awards for Editorial Excellence".

The Society of Publishers di Asia (SOPA) adalah sebuah organisasi yang didedikasikan untuk praktek terbaik dalam penerbitan profesional, disajikan 17 kategori penghargaan untuk jurnalisme yang beredar di dunia setiap tahun, Choice SOPA untuk Editorial Excellence gala dinner di konvensi Hong Kong dan Exhibition Centre, pada 15 Juni 2017.

Lewat surat elektronik yang diterima RiauBook.com pada Rabu (17/5/2017), salah satu finalis dalam penghargaan bergensi itu untuk kategori tulisan investigas adalah Mlex Market Insight, media Inggris yang fokus menyorot persoalan negara-negara di dunia.

Pada SOPA tahun ini, Mlex Market Insight masuk nominasi terbaik dengan tulisan yang mengungkap kasus mega korupsi proyek kelistrikan Indonesia.

Penasaran? RiauBook.com kemudian menelusuri artikel Mlex Market Insight berjudul: "MAXpower Bribery Scandal in Indonesia" tersebut.

Lewat website Mlex, tulisan itu mengungkap tuntas persoalan mega korupsi yang menjadi sorotan FBI pada April tahun 2016 tersebut.

Tulisan itu juga mengungkap bahwa Standard Chartered Bank ekuitas swasta turut terlibat dalam skandal penyuapan di Indonesia 25 April 2016

Standard Chartered Private Equity, atau SCPE, ekuitas swasta dan penanaman modal ventura Standard Chartered Bank, atau SCB, terlibat dalam tuduhan suap luas yang melibatkan investasi yang signifikan dalam sektor listrik di Indonesia.

Mlex juga menuliskan, US Department of Justice telah diberitahu bahwa sebuah perusahaan yang dijalankan oleh eksekutif SCPE di Indonesia, beberapa di antaranya adalah US nationals, telah melanggar ketentuan-ketentuan UU tentang praktik korupsi, atau FCPA, yang melarang suap dari Pejabat Asing.

Dituduhkan bahwa karyawan perusahaan asal Singapura yang bergerak disektor pembangkit listrik, MAXpower membayar sejumlah uang sebagai suap untuk memenangkan kontrak di Indonesia, dimana perusahaan ini berkantor pusat.

Mlex menulis, bahwa SCB telah terlibat dengan MAXpower sejak 2012. Saat ini, SCB selaku kontrol MAXpower melalui tiga entitas yang berbeda. Empat orang dari lima petinggi di MAXpower's termasuk Direktur SCPE turut terlibat.

Meskipun SCB adalah badan hukum yang terpisah dari SCPE, Mlex mengungkap hal itu sama saja, karena SCB adalah pemegang saham pengendali dana ekuitas perusahaan swasta tersebut.

Ketika itu, Mlex mencoba konfirmasi ke SCB, namun pejabatnya menolak berkomentar, sementara SCPE tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Untuk diketahui, bahwa MAXpower memiliki operasi di Indonesia, Thailand dan Myanmar.

rb

Perusahaan itu adalah perusahaan terkemuka di Asia Tenggara untuk sektor gas dan tambang lainnya.

MAXpower disebut Navigat sampai Mei tahun 2014, ketika itu berubah namanya. Kelompok MAXpower "mengembangkan, memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar gas" dan "adalah distributor terbesar kedua dari General Electric Jenbacher peralatan listrik di dunia," menurut website-nya.

Terus mendistribusikan dan Jasa General Electric produk melalui entitas yang disebut Navigat energi, menurut website-nya.

BUMN Indonesia, Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang memonopoli pada distribusi listrik di Indonesia, mengikat kerjasama dengan MAXpower dan juga akan terlibat dalam tuduhan korupsi yang disangkakan.

Bahkan Mlex juga mengungkap, bawah Kementerian Keuangan Indonesia telah berinvestasi modal di MAXpower sejak Juli 2014.

Menurut laporan pers dari 2014, Arno Hendricks, salah satu pendiri MAXpower's, mengatakan $12,5 juta atau setara dengan Rp1,5 trliun uang perusahaan itu diberikan ke pejabat negara jika itu bagian dari strategi yang memungkinkan perusahaan untuk bisa "duduk" dengan Menteri Keuangan Indonesia sebagai mitra.

Namun setelah pengungkapan itu, Hendricks tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar tambahan.

Terlebih Mlex mengungkap adanya kemungkinan pembiayaan dari Bank Pembangunan Asia dan International Finance Corporation untuk berinvestasi dalam MAXpower.

Tahun lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada media di Indonesia sempat menyatakan siap untuk menindaklanjuti penyelidikan yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI-Federal Bureau of Investigation) Amerika terhadap perusahaan energi asing, MAXpower Group Pte Ltd kepada pejabat Indonesia terkait investasi pembangkit listrik.

Namun hingga hampir setahun ini, progres atas kasus dugaan mega korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat negara tersebut belum terungkap. Bahkan hingga MLex Market Insight menjadi finalis diajang "The Society of Publishers di Asia (SOPA) Announces 2017 Awards for Editorial Excellence" dalam tulisan investigasi berjudul: "MAXpower Bribery Scandal in Indonesia".

(RiauBook.com/fazar/Mlex)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Bandara Changi Singapura Ditutup

Selasa, 16 Mei 2017 - 22:45 WIB

Berikut Daftar Nama 4 Kapolres yang Baru

Selasa, 16 Mei 2017 - 14:13 WIB

Donald Trump Sedang Cari Direktur FBI Baru

Minggu, 14 Mei 2017 - 07:31 WIB

Korut dan AS Berdamai?

Sabtu, 13 Mei 2017 - 18:31 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia