RIAUBOOK.COM - Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2017 resmi ditutup hari ini, Jumat (7/7/2017). Para juara telah mengantongi 420 medali yang diperebutkan. Lima ribuan orang yang meramaikan Riau, khususnya Pekanbaru sejak seminggu terakhir segera meninggalkan Bumi Lancang Kuning.
Provinsi Riau sebagai tuan rumah menyisakan satu harapan. Kiranya selama ajang OSN berlangsung, seluruh kontestan dan official menyimpan kenangan yang indah tentang negeri bernama Riau.
"Mudah-mudahan selama berada di Riau, anak-anakku semua dan seluruh official mendapatkan kesan yang baik," kata Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman saat menutup OSN secara resmi.
Ajang OSN di Riau juga telah menjadi media promosi bagi dunia pariwisata Riau. Ini antara lain dibuktikan dengan mengajak para kontestan untuk berwisata ke dua destinasi unggulan Riau, yakni Istana Siak di Siak Sri Indrapura dan Candi Muara Takus di Kampar.
"Kita memang sedang giat-giatnya membangun pariwisata berbasis budaya, dengan tagline "Riau The Homeland of Melayu", Riau tumpah-darah Melayu," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman tersebut.
Tidak hanya mempromosikan pariwisata, sesuai dengan Visi Riau 2020, Riau juga ingin menegaskan diri sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara.
Itu sebabnya, nuansa budaya Melayu sangat kental di Riau, tak terkecuali saat ajang OSN. Itu diaplikasikan, misalnya melalui musik, tari-tarian, pantun maupun kuliner. Inilah Riau, negeri Melayu.
Provinsi DKI Jakarta keluar sebagai Juara Umum, diikuti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara tuan rumah Riau berhasil mengumpulkan 4 emas, 4 perak dan 12 perunggu.
Selamat jalan Sang Juara. Sampai bertemu di ajang OSN 2018 di Padang, Sumatera Barat. (RB/habir)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…