Peta Sungai Gangga (Sejarah Negara.com)

Kamis, 13 Juli 2017 - 09:37 WIB 5950000

'Ibu' Warga India Kian Sekarat, Sampah hingga Mayat Mengapung di Sungai Gangga

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sungai Gangga sejak jaman dahulu dikenal sebagai nadi kehidupan warga India. Sungai yang mengalir dari Pegunungan Himalaya hingga ke Teluk Bengal itu menghidupi jutaan orang sehingga mendapat julukan 'ibu' warga India.

Namun kini, kondisinya memprihatinkan. Sang ibu kian sekarat diantara kepungan sampah plastik, limbah pabrik hingga mayat atau jenazah manusia.

Setiap tahun, tak kurang dari 115.000 ton sampah plastik mengotori sungai itu. Bukan hanya sampah, polusi limbah pabrik dan rumah tangga mempercepat kematian sungai suci itu.

Sungai Gangga sebenarnya lahir dari curahan air gletser di Himalaya. Sungai ini melewati 29 kota dengan populasi lebih dari 100.000 orang dan 23 kota lain yang berpopulasi di atas 50.000 penduduk.

Namun seiring mendekati laut, sungai sepanjang 2.620 kilometer itu mulai dicemari sampah dan limbah manusia.

Gangga memainkan peranan besar dalam ritual keagamaan Hindu dan sudah membumi sejak ratusan tahun silam. Umat Hindu meyakini Sungai Gangga sebagai titisan Tuhan yang mengalir dari surga buat membersihkan Bumi.

Maka membasuh diri dengan menggunakan air Sungai Gangga diyakini akan menyucikan manusia dari semua dosa. Tidak heran jika setiap hari ribuan peziarah menyemuti bantaran sungai ini untuk mandi dan berdoa.

Bantaran Sungai Gangga juga digunakan umat Hindu sebagai tempat kremasi atau pembakaran jenazah. Tradisi itu dipercaya akan membebaskan manusia dari lingkaran hidup dan mati. Setiap tahun bisa dilakukan upacara pembakaran sampai 32 ribu jenazah. Alhasil, ratusan ton potongan tubuh manusia di sungai itu.

Kesucian Sungai Gangga turut mengundang jutaan peziarah setiap tahunnya.

Pada sebuah hari suci agama Hindu yang cuma dirayakan selama 12 tahun sekali, jumlah pengunjung bahkan menembus angka 12 juta orang.

Sebab itu pula, polusi di Sungai Gangga kini dianggap sebagai penyebab utama tingginya angka kematian bayi, dan gangguan kesehatan buat penduduk di sekitar.

Kondisi tersebut memaksa Perdana Menteri Narendra Modi bertindak.

Ia menjanjikan pembangunan pusat pemurnian air dan memindahkan 400 pabrik pengolahan kulit dari bantaran sungai. Namun proyek lingkungan senilai tiga miliar dollar AS itu belum banyak terwujud.

Hingga kini, hanya sepertiga dari 4.800 juta liter limbah yang disuling sebelum dibuang ke sungai.

Demi proyek ambisius tersebut Bank Dunia bahkan bersedia meminjamkan dana senilai satu milyar dollar AS.

Namun, upaya pemerintah di New Delhi membersihkan Sungai Gangga dianggap menjadi ujian terhadap kemampuan India memodernisasi struktur pemerintahan, mengentaskan korupsi, dan membenahi manajemen limbah. (kompas)

=====

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

BMKG: Sejumlah Wilayah Riau Diguyur Hujan

Jumat, 07 Juli 2017 - 13:33 WIB

60 Persen Lahan di Riau Masuk Wilayah Hutan

Selasa, 04 Juli 2017 - 11:09 WIB

Ada 10 Titik Panas Terdeteksi di Provinsi Riau

Jumat, 30 Juni 2017 - 09:51 WIB

NASA Temukan 10 Planet yang Mirip Bumi

Selasa, 20 Juni 2017 - 17:11 WIB

Tualang Banjir Lagi, Kali Ini Makin Parah

Rabu, 14 Juni 2017 - 19:09 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia