Muhammad Hidayat

Jumat, 14 Juli 2017 - 13:32 WIB 4490000

Pelapor Kaesang Dipanggil Polisi Sebagai Tersangka Hate Speech

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Nama Muhammad Hidayat menyeruak setelah ia melaporkan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang ke polisi dengan dugaan pelecehan agama. Di balik laporan itu, ternyata Muhammad Hidayat juga berstatus sebagai tersangka.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memanggil Muhammad Hidayat sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian. Dia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menyampaikan ujaran kebencian terkait Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan.

"Iya kita panggil, ini panggilan kedua," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/7/2017).

Berdasarkan surat panggilan yang dilayangkan polisi, Hidayat sedianya diperiksa hari ini di Gedung Ditreskrimsus.

Namun, Argo belum mengetahui apakah Hidayat memenuhi panggilan tersebut atau tidak. "Pemanggilan untuk melengkapi berkas perkaranya," kata Argo.

Adapun Hidayat pernah mendekam dibalik jeruji besi terkait kasus ini. Namun, polisi mengabulkan permohonan penangguhan penahanan pria yang juga melaporkan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, atas tuduhan melakukan ujaran kebencian tersebut.

Mengenai kemungkinan penangguhan penahanannya akan dicabut, Argo mengaku belum mengetahuinya. "Kita belum dapet informasi dari penyidik," ujar dia.

Hidayat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya lantaran melontarkan ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan. Namun, polisi telah menangguhkan penahanan terhadap Hidayat lantaran alasan kesehatan.

Kendati tak ditahan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan proses penyidikannya tetap berlangsung.

Terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat Hidayat, Kabid Humas Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Awi Setiyono, mengatakan bahwa Hidayat telah menggiring opini publik dengan memberi judul video dengan kalimat seolah-olah Kapolda telah melakukan provokasi.

"Di dalam akun tersebut memuat judul 'Terungkap Kapolda Metro Jaya provokasi massa FPI agar serang massa HMI'," ucap dia.

Awi mengatakan, Hidayat sengaja mengunggah dan menyunting video tersebut. Tujuannya, kata Awi, agar publik menuding Kapolda memprovokasi organisasi masyarakat (ormas) untuk menyerang ormas lainnya.

Hidayat dijerat Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (RB/kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Gubri Melepas Ribuan Mahasiswa Kukerta UR

Kamis, 06 Juli 2017 - 11:19 WIB

Penutupan Simposium Diramaikan Aksi Selfie

Kamis, 06 Juli 2017 - 09:43 WIB

Mengejar Mimpi dengan Beasiswa

Rabu, 05 Juli 2017 - 00:34 WIB

Mendikbud Puji Kualitas Pendidikan di Riau

Senin, 03 Juli 2017 - 19:44 WIB

Lepas Kontingen OSN Riau, Gubri Do'akan Juara

Sabtu, 01 Juli 2017 - 23:15 WIB

Guru Bantu Provinsi di Rohil Terancam Tidak Lebaran

Selasa, 20 Juni 2017 - 00:06 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia