ilustrasi dikurung dalam sel

Jumat, 14 Juli 2017 - 16:41 WIB 7960000

Ngemplang Pajak Rp 2,37 Miliar, Pengusaha Tambang Emas Disandera

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - EB, pengusaha tambang emas dan perak di Kalimantan Timur dan Utara harus disandera di Lapas Salemba, Jakarta lantaran ngemplang bayar pajak. Nilainya tak main-main, mencapai Rp 2,37 miliar.

Penyanderaan ini diakukan Direktorat Jenderal Pajak dalam hal ini Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

EB adalah pemegang saham PT MMKU yang bergerak di bidang pertambangan emas dan perak yang memiliki utang pajak sebesar Rp 2,37 miliar yang berasal dari tagihan pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan untuk tahun pajak 2013, 2015, dan 2016.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Kalimantan Timur dan Utara, Samon Jaya mengatakan, penyanderaan terhadap EB dilakukan setelah berbagai upaya penagihan yang dilakukan Ditjen Pajak termasuk penyampaian Surat Teguran, Surat Paksa dan penyitaan, namun tidak membuahkan hasil.

"Penyanderaan tersebut hanya berlangsung selama 16 jam karena EB langsung melunasi utang pajaknya sekaligus membayar biaya sandera Rp 11 juta. 16 jam di Lapas, disandera langsung bayarkan pajak dan biaya sandera," kata Samon di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (14/7).

Tindakan penyanderaan ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi para penunggak pajak yang menolak melunasi utang pajaknya, dan mengabaikan upaya persuasif yang dilakukan Ditjen Pajak.

Penanggung pajak yang disandera dapat dilepaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan telah dibayar lunas, atau jangka waktu yang ditetapkan dalam Surat Perintah Penyanderaan telah terpenuhi, berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, atau berdasarkan pertimbangan tertentu Menteri Keuangan.

"Pada Kamis 13 Juli 2017, EB telah melunasi seluruh tunggakan pajak dan biaya penagihan sehingga yang bersangkutan telah dibebaskan dari penyanderaan," ujarnya.

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Ajie mengatakan, Ditjen Pajak telah menyandera sebanyak 46 wajib pajak dari target 66 wajib pajak sepanjang 2017. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu yang telah menyandera 58 wajib pajak.

"Ini masih banyak yang kami proaktif ke Kanwil di seluruh Indonesia. Sandera itu upaya terakhir, saya bertanya-tanya, kok kenapa harus dibawa ke depan Lapas dulu? Akhirnya ya punya uang juga," ungkapnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakan dengan benar, dan berkontribusi bagi upaya pembiayaan pembangunan bangsa, pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan.

"Ditjen Pajak juga mengundang partisipasi masyarakat dan menerima semua masukan terkait program Reformasi Perpajakan untuk memperbaiki kebijakan dan membenahi administrasi perpajakan demi menciptakan sistem perpajakan yang lebih efektif, efisien. dan berkeadilan," pungkasnya. (RB/mdk)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
muhardi

Berita Terkini

Pasar Senggol Dumai Sepi Pengunjung Usai Lebaran

Kamis, 13 Juli 2017 - 15:45 WIB

Penjualan Samyang Halal Merosot 30 Persen

Senin, 10 Juli 2017 - 15:59 WIB

Pagi ini, Transaksi di BEI Terhenti

Senin, 10 Juli 2017 - 10:34 WIB

Tren Mudik di Kalangan Jetset Indonesia

Sabtu, 08 Juli 2017 - 16:01 WIB

Orang Tua di Dumai Jual Emas untuk Sekolah Anak

Selasa, 04 Juli 2017 - 13:56 WIB

BI Sambut Baik Inflasi Riau Terendah di Indonesia

Selasa, 04 Juli 2017 - 11:17 WIB

11 Ton Daging Beku Terjual Selama Ramadan

Sabtu, 01 Juli 2017 - 09:27 WIB

Harga Sawit Riau Turun Jelang Lebaran

Rabu, 21 Juni 2017 - 17:36 WIB

Gubri Optimis Pertumbuhan Ekonomi Riau Terus Membaik

Selasa, 20 Juni 2017 - 11:49 WIB

Bupati Kampar: Bank Riaukepri Mitra Paling Favorit

Sabtu, 17 Juni 2017 - 23:12 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia