ilustrasi

Sabtu, 15 Juli 2017 - 23:35 WIB 6900000

Astaghfirullah, Pencuri di Pamekasan Dibakar Hidup-hidup

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kisah pelaku kejahatan dihakimi massa sudah sering kali terjadi. Kali ini yang terjadi di Pamekasan, Jawa Timur terbilang sadis. Seorang pencuri yang tertangkap warga Desa Larangan Badung, Pamekasan pada 22 Mei 2017 dibakar hidup-hidup.

Untuk menyidik kasus ini, Polres Pamekasan, Jawa Timur, telah meneriksa 13 orang. Satu di antara ke-13 orang yang kami periksa sebagai saksi itu, adalah Kepala Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Musyafak.

Kapolres Pamekasan AKBP Nuwo Hadi Nugroho di Pamekasan, Sabtu (15/7/2017) menjelaskan, para saksi terperiksa merupakan warga yang mengetahui secara langsung kasus tersebut.

Polisi sementara ini menetapkan Fathor Rahman (42) warga Dusun Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, sebagai tersangka dalam kasus pembakaran pelaku pencurian hingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka bertambah, mengingat hingga kini penyidikan kasus itu masih berlangsung.

Kapolres menjelaskan, pencuri yang ditangkap warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan itu bernama Kusno Hadi (40) warga Dusun Berruh, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Sebelum dibakar, pencuri itu terlebih dahulu diikat tali pada kaki dan tangannya, lalu dibakar di sebuah lapangan.

"Lokasi pembakarannya di lapangan bola Dusun Badung Tengah, Desa Larangan Badung, sedangkan TKP pencuriannya di rumah warga bernama Mawi di Dusun Badung Tengah," ujar Kapolres.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti terkait kasus pembakaran pencuri itu. Antara lain pakaian milik Kusno (korban), sobekan kain sarung dan handuk yang telah terbakar, serta sebuah telepon seluler Blackberry Touch warna hitam milik Mohammad Jabir warga desa setempat.

Barang bukti lainnya adalah telepon seluler merk Samsung A3, sebilah celurit, sebuah jaket berwarna cokelat, kopiah warna putih dan telepon seluler merk Samsung Gt_C3322i.

Sementara, warga Desa Larangan Badung, Sabtu (15/7) pagi berunjuk rasa ke Mapolres Pamekasan meminta agar kasus pembakaran pencuri oleh warga desa itu tidak diproses hukum.

Namun, Kapolres menolak permintaan warga itu karena menurutnya, tindakan warga membakar orang yang hendak melakukan pencurian itu, tidak tepat, melanggar hukum, apalagi dengan cara yang sangat sadis, yakni membakar orang hidup-hidup.

Para pengunjuk rasa warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan yang sebagian terlibat dalam kasus pembakaran itu dibubarkan paksa petugas dengan mendatangkan pasukan Brimob Polda Jatim. (ant)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Seorang Pria Diamankan Polisi di Jalan Jawa

Kamis, 13 Juli 2017 - 19:57 WIB

Miryam Jalani Sidang Perdana Korupsi Proyek e-KTP

Kamis, 13 Juli 2017 - 09:19 WIB

Mantan Gubernur Bengkulu Ditahan

Rabu, 12 Juli 2017 - 17:10 WIB

Rhoma Irama: Saya Bersyukur Ridho Masih Hidup

Rabu, 12 Juli 2017 - 09:14 WIB

KPK Siap Umumkan Tersangka Baru e-KTP

Selasa, 11 Juli 2017 - 15:50 WIB

Anggaran Polri Naik Dua Kali Lipat

Senin, 10 Juli 2017 - 12:28 WIB

Laporan terhadap Kaesang Tetap Diproses Polisi

Sabtu, 08 Juli 2017 - 17:07 WIB

Proyek MRT Digugat Warga Senilai Rp 1 Miliar

Jumat, 07 Juli 2017 - 09:33 WIB

Imigrasi Belum Cabut Pasport Habib Rizieq

Rabu, 05 Juli 2017 - 15:08 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia