RIAUBOOK.COM - Fakta persidangan mengungkap bahwa orang terdekat Patrialis Akbar, Kamaludin menyebut mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut disuap oleh Ahok, pengusaha impor daging yang memiliki nama sebenarnya, Basuki Hariman.
Kamaludin mengatakan hal tersebut saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap uji materi tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK dengan terdakwa Patrialis Akbar.
Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman percakapan antara Kamaludin dengan Patrialis. Di dalam percakapan telepon tersebut, Patrialis menyebut kalimat, "Sekalian antum (Anda) mau, Ahok, Ahok mau ngobrol enggak?".
Kemudian, dalam percakapan tersebut Kamaludin membalas dengan kata-kata, "Ana (saya) arahkan si Ahok. Iye, ye,".
Ahok yang dimaksud dalam percakapan tersebut adalah Basuki Hariman.
"Ahok itu maksudnya Pak Basuki. Kami ada rencana main golf di Royal. Pak Patrialis mengingatkan, kalau bisa Pak Basuki bisa gabung, ngobrol-ngobrol," kata Kamaludin kepada jaksa KPK seperti dilansir RiauBook.com dari Liputan6.
Patrialis Akbar didakwa menerima hadiah uang sebesar USD 70 ribu, sekitar Rp 4,1 juta dan janji sebesar Rp 2 miliar dari Basuki Hariman yang merupakan pemilik PT Impexindo Pratama, PT Cahaya Timur Utama, PT Cahaya Sakti Utama dan CV Sumber Laut Perkasa dan anak buahnya NG Fenny melalui Kamaludin.
Hadiah dan janji tersebut bertujuan untuk mempengaruhi putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait Uji Materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan terhadap UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. (RB/lp6)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…