RIAUBOOK.COM - Badan Pusat Statistik Riau mencatat Provinsi Riau alami inflasi sebesar 0,48 persen pada Juli 2017.
Angka ini sebut Kepala BPS Riau S Aden Gultom didorong oleh naiknya ongkos angkutan udara pada Juli serta naiknya bahan makanan jadi, biaya sekolah, harga bawang merah, nasi dan lauk.
"Penyebab inflasi Riau ini berbeda dengan nasional karena angkutan udara naik," kata S Aden di Pekanbaru, Selasa (1/8/2017).
Menurut dia inflasi Riau ini dibentuk dari tiga kota yakni Dumai sebesar 0,05 persen, Pekanbaru 0,58 persen dan Tembilahan 0,21 persen.
"Pekanbaru pemyumbang inflasi terbesar ini sangat berpengaruh 0,58 persen. Padahal tahun lalu hanya 0,27 persen," ujarnya.
Ia menjelaskan inflasi Riau Juli 2017 terjadi karena adanya kenaikan harga lima kelompok pengeluaran yakni makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga masing-masing sebesar 0,80 persen. Diikuti kelompok transportasi , komunikasi dan jasa keuangan 0,72 persen , kelompok bahan makanan sebesar 0,63 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen.
"Sementara ada dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi yakni perumahan, air,listrik gas, dan bahan bakar sebesar 0,04 persen, dan kelompok sandang 0,02 persen," tambahnya.
Ia menambahkan komoditas yang memberi andil terjadinya inflasi Riau antara lain angkutan udara, bawang merah, nasi dengan lauk, buncis, biaya sekolah, gulai dan lain-lain.
"Jengkol,angkutan antar kota, pisang, udang basah," tambahnya. (RB/ver)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…