Regional Head Asian Agri Wilayah Riau, Omri Samosir.

Jumat, 25 Agustus 2017 - 13:10 WIB 5320000

Setelah Berhasil Tekan Angka Kebakaran Nasional, Lima Desa Ini Dapat Penghargaan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 4 desa di Riau dan 1 desa di Jambi menerima penghargaan atas usaha dan kontribusi seluruh elemen desa yang telah berhasil berperan dalam menekan angka terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam skala nasional, Selasa (22/8/17) di Balai Pertemuan Desa Lubuk Ogung, Pelalawan.

Penghargaan Desa Bebas Api (DBA) diserahkan secara langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Montty Girianna, kepada perwakilan kelima desa yang berhasil mencegah kebakaran lahan selama kurun 1 tahun silam.

Kelima desa tersebut yakni, Desa Lubuk Ogong, Desa Lalang Kabung, Desa Delik, dan Desa Segati di Provinsi Riau, dan Desa Lubuk Bernai di Provinsi Jambi. Kelima desa ini berhasil terpilih sebagai desa tanpa terbakar.

Masing-masing desa yang tergabung dalam program Desa Bebas Api binaan Asian Agri tersebut menerima penghargaan dalam bentuk insentif sebesar Rp 100 juta yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan maupun perbaikan fasilitas penunjang pencegahan kebakaran di desa.

Asian Agri memulai program DBA sejak tahun 2016 dengan bermitra bersama 7 desa di Riau dan 2 desa di Jambi. Tercatat pada tahun 2016, dari 306.664 hektar lahan desa yang tergabung dalam program DBA, masyarakat desa berhasil menekan kebakaran hingga 7,98 hektar luas lahan dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,75 hektar.

"Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam penurunan angka kebakaran lahan adalah inisiatif desa yang turut berperan dalam pencegahan kebakaran. Selain berkomitmen untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sebagai pihak yang paling dekat dengan lokasi berpotensi terbakar, pencegahan dan antisipasi dini akan lebih mudah untuk dilakukan agar api tidak berkembang lebih luas," ujar Welly Pardede, Head of Sustainability Operation & CSR Asian Agri.

Usai menyerahkan penghargaan kepada 5 desa tersebut, Montty menegaskan bahwa inisiatif kerja sama antara masyarakat, perusahaan dan seluruh elemen desa mendapat dukungan dari pemerintah.

Montty mengungkapkan, model kemitraan ini dibutuhkan untuk saling bahu-membahu mencegah dampak buruk yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan.

"Kebakaran lahan merupakan bencana nasional dimana penanganannya membutuhkan peran serta dari seluruh elemen bangsa. Dalam hal ini, kerja sama antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dibutuhkan untuk memastikan pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan dengan optimal," ujar Montty.

Sekilas mengenai Asian Agri, Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25.000 orang saat ini.

Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR - Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan dan bermitra dengan 29.000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001.

Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi. Lebih dari 86 % dari perkebunan Inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara , Riau & Jambi serta perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO .

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani plasma binaan. Pabrik minyak kelapa sawit dan perkebunan di Buatan, Ukui, Soga, Tungkal Ulu & Muara Bulian juga telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). (RB/Rls/Fer)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Ferizal

Berita Terkini

Viral! Video Kapal Buang Sampah ke Laut, Pelni Minta Maaf

Selasa, 15 Agustus 2017 - 17:41 WIB

Kerja Nyata Konservasi Alam

Kamis, 10 Agustus 2017 - 08:26 WIB

Tahun Ini Riau Berlimpah Penghargaan dari LHK

Senin, 07 Agustus 2017 - 12:28 WIB

Riau Terima Penghargaan ProKlim dari Menteri LHK

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 12:48 WIB

DPRD Riau Targetkan RTRW Selesai Pertengahan Agustus

Kamis, 03 Agustus 2017 - 22:29 WIB

Wiranto: Bangsa Ini Harus Diamankan, Termasuk Hutan

Kamis, 03 Agustus 2017 - 17:24 WIB

Walau Panas, Riau Berpeluang Hujan

Rabu, 02 Agustus 2017 - 11:31 WIB

Membara, 6 Titik Panas Terpantau di Rohil

Selasa, 01 Agustus 2017 - 10:16 WIB

Di Bengkalis, Gubri Ajak Bersinergi Cegah Karhutla

Selasa, 25 Juli 2017 - 18:07 WIB

Benda Misterius Jatuh dari Langit Maninjau

Kamis, 20 Juli 2017 - 10:18 WIB