Ilustrasi. (net)

Rabu, 11 Oktober 2017 - 20:50 WIB 1170000

Disangka Koruptor, 2 Tersangka Justru Praperadilkan Kejati Riau

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dua tersangka kasus dugaan korupsi penerangan jalan Kota Pekanbaru mempraperadilankan Kejaksaan Tinggi Riau ke Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Kedua tersangka itu antara lain, Ms yang merupakan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Ms juga merupakan Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus PPK dan salah satu Kepala Bidang di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru, instansi tempat pengadaan ini dilaksanakan. Sedangkan tersangka kedua yang ikut prapid yakni inisial Abd yang merupakan pihak swasta, menjadi broker proyek tersebut.

Upaya prapid yang diajukan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru itu, karena mereka menilai penetapan tersangka atas dirinya oleh Penyidik Pidana Khusus Kejati Riau tidak sah.

Panitera Muda Pidana Umum PN Pekanbaru, Efrizal membenarkan upaya praperailan yang dilakukan kedua tersangka tersebut.. Menurut Efrizal, permohonan langsung disampaikan kuasa hukum atau pengacara masing-masing tersangka.

"Jadwal sidangnya, digelar pada Senin dan Selasa pekan depan. Untuk tersangka Abd sudah ditentukan hakimnya, yakni Yudisilen. Sedangkan Ms disidangkan hakim tunggal Riska Widiana," ujar Efrizal Rabu (11/10).

Sementara itu, Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, mengaku telah menerima relaas atau undangan pemanggilan sidang prapid yang diajukan kedua tersangka. Pihaknya, menghormati upaya hukum yang ditempuh keduanya, dan siap menghadapi sidang prapid tersebut.

"Saya sudah terima relaas pemanggilan sidang praperadilan. Kita hormati dan akan kita jawab di persidangan nanti bahwa kita profesional dalam penyidikan. Saat penetapan tersangka prosedur sudah kita lalui, alat bukti cukup sudah kita yakini sudah didapat," kata Sugeng.

Menurut Sugeng, ‎pihaknya telah memperoleh alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 46 tahun 2009 tentang peradilan tindak pidana korupsi.

"Tidak ada masalah praperadilan. Itu adalah hak dan langkah yang tepat yang bisa dilakukan tersangka untuk menguji keabsahan prosedural penetapan tersangka," kata Sugeng. (RB/san)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Lima Tersangka Pemurni Emas Ilegal Diringkus

Selasa, 10 Oktober 2017 - 14:05 WIB

Polisi Riau Bidik Harta Kekayaan Bandar 40 Kg Sabu

Selasa, 10 Oktober 2017 - 14:04 WIB

Curi Onderdil Mobil Truk Elpiji, Iis di Polisikan

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 09:15 WIB

Mantan Kadispenda Riau Diperiksa Jaksa Terkait Korupsi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:30 WIB

BNN Tembak Mati Bandar 25 Kilogram Sabu di Riau

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:08 WIB

Ini Dia Postingan Jonru yang Buat Dia Ditangkap Polisi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 21:30 WIB

Seorang Nenek Diduga Dibunuh Perampok, Simak Kisahnya

Rabu, 04 Oktober 2017 - 07:41 WIB

Sah, Setya Novanto Bisa Jadi Tersangka Lagi di KPK

Selasa, 03 Oktober 2017 - 11:06 WIB

Polisi Lakukan Operasi Cipkon Tekan Pekat di Masyarakat

Senin, 02 Oktober 2017 - 17:43 WIB

Belum 24 Jam Bawa Kabur Mobil, Eh... Diciduk Polisi

Sabtu, 30 September 2017 - 22:29 WIB

Awas Huru-hara, Begini Cara Polisi Inhu Mengatasinya

Sabtu, 30 September 2017 - 21:36 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia