DPR RI dan KPK. (net)

Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:58 WIB 33910000

Peneliti: DPR Itu Lucu dan Aneh, Banyak Korupsi Malah Salahkan KPK

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Banyak tingkah aneh dan lucu dilakukan para anggota DPR RI, terakhir mereka mempertanyakan upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah korupsi di kalangan legislator.

Apalagi, pertanyaan itu muncul di tengah banyaknya upaya DPR untuk memperlemah KPK.

"Tampak benar itu memperlihatkan sederhananya cara berpikir DPR. Selain sederhana, juga lucu dan aneh," ujar peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus kepada Kompas.com, Selasa (17/10/2017), demikian dilansir RiauBook.com dari kompas.

Menurut Lucius, pertanyaan itu menunjukkan pengakuan dari DPR bahwa DPR tidak pernah kapok melakukan korupsi.

Estafet korupsi itu terjadi bukan karena DPR tak paham aturan, tetapi karena mereka paham aturan, bahkan mereka sebagai pembuat aturan.

"Mereka bahkan justru memanfaatkan celah aturan yang mereka buat sendiri. Lalu, seolah KPK lah yang gagal menghentikan korupsi yang terus terjadi di DPR," kata Lucius.

Lucius menganggap, penilaian DPR yang menganggap KPK gagal menghentikan korupsi bukan sebuah penilaian yang obyektif.

Penilaian ini, menurut Lucius, hanya bagian dari upaya DPR untuk melemahkan dan membubarkan KPK.

Dalam bidang pencegahan, kata Lucius, KPK sudah berupaya untuk mengikuti rapat-rapat pembahasan anggaran.

KPK juga dengan berani dan rela menanggung risiko untuk mengusulkan kenaikan dana parpol untuk mengurangi potensi korupsi kader partai politik.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengkritisi kinerja KPK yang telah 15 tahun berdiri. Menurut dia, KPK belum optimal memberantas korupsi.

Desmond mengatakan, hal itu terlihat dari semakin banyaknya politisi di DPR yang tersangkut kasus korupsi.

"DPR ini korup, gimana agar DPR tidak korup lagi? Gimana antibodi, sudah dilakukan tidak cocok agar DPR yang korup, tidak korup lagi. Jangan korupsi ini beranak pinak ke depan. Dari edukasi, saya sepakat. Tapi hari ini kelembagaan kita korup, apa yang dilakukan KPK?" kata Desmond, dalam rapat kerja bersama KPK, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Ia juga menanyakan kepada KPK, lembaga negara mana yang saat ini tak lagi korupsi sejak ada KPK.

Politisi Gerindra itu menilai, KPK tak mampu mencegah pejabat negara baik di legislatif, eksekutif, dan yudikatif untuk menghindari korupsi.

Dengan kondisi ini, KPK dianggapnya belum optimal membuat jera para pejabat negara yang masih melakukan korupsi.

"Kalau yang korup tak ada (diberi) antibodi dari KPK, publik berharap DPR yang korup ke depan tidak korup. Ada efek jera yang tidak maksimal, ada persoalan yang tidak maksimal," lanjut Desmond.

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Broker Proyek APBD Pekanbaru Ditangkap Jaksa

Jumat, 13 Oktober 2017 - 17:15 WIB

Kronologi Pemerkosaan 2 Gadis, Digilir 4 Pemuda Meranti

Kamis, 12 Oktober 2017 - 11:25 WIB

KPK Datang ke Inhu Ngapain?

Kamis, 12 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Lima Tersangka Pemurni Emas Ilegal Diringkus

Selasa, 10 Oktober 2017 - 14:05 WIB

Polisi Riau Bidik Harta Kekayaan Bandar 40 Kg Sabu

Selasa, 10 Oktober 2017 - 14:04 WIB

Curi Onderdil Mobil Truk Elpiji, Iis di Polisikan

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 09:15 WIB

Mantan Kadispenda Riau Diperiksa Jaksa Terkait Korupsi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:30 WIB

BNN Tembak Mati Bandar 25 Kilogram Sabu di Riau

Jumat, 06 Oktober 2017 - 22:08 WIB

Ini Dia Postingan Jonru yang Buat Dia Ditangkap Polisi

Jumat, 06 Oktober 2017 - 21:30 WIB

Seorang Nenek Diduga Dibunuh Perampok, Simak Kisahnya

Rabu, 04 Oktober 2017 - 07:41 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia