RIAUBOOK.COM - Alat berat berupa crane yang terpuruk sejak Jumat lalu di Jl Diponegoro Selatpanjang, masih terbengkalai dan terlihat dibiarkan begitu saja.
Namun diperoleh penjelasan, alat tersebut akan bisa keluar dari tempat terpuruk itu dalam kurun 24 jam mendatang.
"Kami perkirakan paling lambat 24 jam ke depan crane itu sudah bisa keluar dan selanjutnya akan bisa jalan akan kembali berfungsi sebagaimana mestinya," ungkap pihak rekanan PLN PT CKB asal Jakarta saat dimintai penjelasan oleh Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, di kantor DPRD di hadapan para pihak seperti PLN, Dishub maupun dari Pekerjaan Umum.
Ketua Komisi II DPRD Darwin Susandi, didampingi para anggota komisi lainnya memberikan saran penyelesaian masalah terpuruknya alat berat tersebut.
Manager PLN Rayon Selatpanjang, Annas Yasin Ilmianto dihadapan anggota dewan mengaku adapun kehadiran alat-alat dan mesin PLN tersebut guna mendukung peningkatan ratio elektrivikasi di Kepulauan Meranti. Khususnya di kota Selatpanjang, dan juga beberapa sub rayon lainnya.
Menurut Annas, hal ini untuk menjawab tantangan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap semua pihak dapat memahami arti kehadiran mesin tersebut," ujar dia.
Dedi Putra dalam sumbang sarannya mengatakan, saat ini ada dua persoalan yang harus ditangani secara bersamaan. Yakni persoalan terpuruknya alat berat crane yang berimplikasi terhadap terputusnya arus lalulintas yang sangat dibtutuhkan masyarakat.
Persoalan yang kedua kata Dedi, bahwa mesin-mesin yang dikirim dari pusat tersebut saat ini masih berada di atas ponton. Sembari mengupayakan crane keluar dari Jl Diponegoro, hendaknya mesin-mesin yang masih berada di atas ponton juga harus sampai ke lokasi PLTD.
Dua masalah ini harus terpecahkan sekaligus. Sehingga program PLN yang akan meningkatkan pelayanan bisa berjalan.
Namun demikian tambah Dedi, kerusakan jalan akibat dilintasi alat berat tersebut menjadi kewajiban dari pihak rekanan PLN. Sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan, " terang Dedi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Hariadi mengungkapkan kapasitas jalan di Meranti terutama jalan protokol dalam kota hanya 8 Ton. Sementara pada ruas jalan yang konstruksinya melalui bes dengan maksimum tonase 15 Ton. Sedangkan tonase alat berat dengan bobot keseluruhan lebih dari 50 Ton, secara otomatis jalan itu amblas.
"Kita tegaskan pada pekerjaan pengeluaran crane tersebut nantinya dilakukan setelah pukul 00.WIB sampai pukul 05.00 WIB. Sehingga kecepatan minimal alat tersebut saat melintas bisa distabilkan," sebut Hariadi.
Terakhir Darwin Suwandi mewanti-wanti pihak rekanan agar tidak menambah lagi kerusakan jalan yang ada. Dan program pengantaran mesin listrik dari ponton tersebut dapat dipastikan sebagaimana mestinya.
"Kami yakin terkait kerusakan ruas jalan yang ada akibat kehadiran crane tersebut akan bisa diperbaiki oleh rekanan PLN, setelah koordinasi dengan dinas terkait," tegas Darwin. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…