Kantor Kejaksaan Tinggi Riau di jalan Sudirman Pekanbaru. (net)

Sabtu, 25 November 2017 - 17:33 WIB 3080000

Dari 40 Kasus Korupsi yang Ditangani Kejati Riau, 29 Diantaranya Sudah Selesai Hingga ke Penuntutan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Terhitung Januari hingga November 2017 Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sudah melakukan penyidikan 40 perkara korupsi dan tiga perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Hingga November ini, kita lakukan 40 penyidikan korupsi dan tiga TPPU," ujar Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta SH MH, Jumat (24/11/2017).

Dari jumlah perkara yang ditangani, 29 di antaranya sudah selesai hingga ke penuntutan dan sisanya masih melengkapi berkas perkara. Ditargetkan hingga akhir tahun ini, sisa berkas perkara dapat diselesaikan.

Terkait jumlah tersangka, Sugeng belum mengungkapkan secara rinci. Namun, dari penanganan perkara tahun ini sudah ada puluhan penetapan tersangka dan sebagian sudah dilakukan penahanan di Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk serta Lapas Khusus Perempuan dan Anak.

Perkara-perkara menonjol yang ditangani Pidsus Kejati Riau, di antaranya dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Dinas PU Cipta Karya Riau. Di kasus ini, penyidik menetapkan 18 orang tersangka, di mana 13 di antaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selanjutnya, dugaan korupsi Surat Perjalanan Dinas Fiktif (SPPD) fiktif di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau dengan dua tersangka. Kasus ini sedang dikembangkan penyidik dengan dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru.

Lalu, dugaan korupsi dana Bantuan Tak Terduga (BTT) di Pemkab Pelalawan menetapkan tiga orang tersangka. Saat ini, perkara sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Dugaan korupsi anggaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hilir dengan empat orang tersangka. Perkara ini juga sedang proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Ada juga dugaan korupsi pengadaan lampu sorot atau penerangan jalan raya di Pemko Pekanbaru menerapkan lima orang tersangka. Dugaan korupsi penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dengan lima tersangka.

Selain itu, penyidik juga menerima perkara dari Polda Riau. Di antaranya, dugaan pungutan liar di Rutan Klas IIB Pekanbaru, pungutan liar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pekanbaru serta korupsi dan retribusi di UPT Dinas Perhubungan (Dishub) Dumai.

Sementara tiga perkara TPPU yang ditangani, di antaranya TPPU dana penyertaan modal Pemkab Bengkalis senilai Rp300 miliar di PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). Perkara ini menetapkan dua orang tersangka

Untuk penanganan seluruh perkara itu, Kejati Riau memiliki 16 orang anggota. "Kita juga punya Satgas (Satuan Tugas) dan membentuk tim kecil untuk menuntaskan perkara korupsi yang ditangani," pungkas Sugeng. (RB/MC)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Pengungsi Muslim Rohingnya Mulai Berdatangan ke Myanmar

Sabtu, 25 November 2017 - 17:15 WIB

Polisi Bekuk Ibu Rumah Tangga Pengedar Narkoba di Belilas

Sabtu, 25 November 2017 - 14:36 WIB

4 Pemain Asal Indonesia Berhasil Masuk Best XI AFF 2016

Jumat, 24 November 2017 - 23:52 WIB

Siak MoU dengan 5 BBPLK dan 1 BLK, Syamsuar Terharu

Jumat, 24 November 2017 - 16:12 WIB

Meski Air Sungai Surut, KPBD Inhu Tetap Waspada Banjir

Kamis, 23 November 2017 - 21:24 WIB

Jurnalis di Siak Ini Terpilih Nahkodai PK KNPI Tualang

Kamis, 23 November 2017 - 19:56 WIB

Polisi Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Rengat

Kamis, 23 November 2017 - 10:31 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia