Lambang partai Gerindra dan Golkar. (net)

Minggu, 26 November 2017 - 17:18 WIB 110100000

Elektabilitas Partai Gerindra Melejit, Golkar Tergerus

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Berdasarkan hasil survei nasional Poltracking Indonesia terkait peta elektoral 2019, elektabilitas PDI-P mencapai 23,4 persen.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi.

Perubahan terlihat pada posisi kedua. Pada pemilu 2014 dan hasil survei beberapa lembaga pada beberapa waktu terakhir menemparkan Golkar di posisi kedua.

Pada survei kali ini, posisi Golkar disalip oleh Partai Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu mengantongi elektabilitas sebesar 13,6 persen, sementara Golkar 10,9 persen.

Sedangkan partai lainnya di lima besar adalah Partai Kebangkitan Bangsa (5,1 persen) dan Partai Demokrat (4,2 persen).

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR menyampaikan, salah satu alasan terbesar masyarakat dalam memilih partai adalah kesesuaian visi misi serta program kerja.

"Mempunyai visi-misi dan program kerja yang baik atau sesuai sebesar 28,6 persen, adalah alasan publik paling banyak dalam menentukan pilihan partai," kata Hanta saat menyampaikan rilis Poltracking di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, dilansir dari Kompas.com, Minggu (26/11/2017).

Sementara itu, alasan lainnya karena memiliki tokoh partai yang diidolakan (17,8 persen), partai sesuai dengan kepercayaa atau ideologi yang diyakini (10,6 persen) dan memiliki keluarga atau kerabat sebagai simpatisan partai tersebut (7,3 persen).

Hanta menambahkan, salah satu faktor yang menyebabkan suara Golkar turun adalah karena dinamika internalnya seiring dengan figur Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang terkena kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu berdampak pada elektabilitas Golkar meskipun partai tersebut bukan partai yang bergantung pada figur.

"Tapi ini simbol. Ini memberi dampak secara elektoral, pasti. Maka kasus ini setidaknya menjadi beban elektoral bagi Golkar," kata Hanta.

Meski begitu, Hanta menekankan bahwa hasil tersebut tak hanya dipengaruhi karena satu faktor melainkan dari sejumlah faktor.

Pertama, dari Gerindra yang mendapatkan sumbangan elektoral dari figur Prabowo Subianto.

Di samping itu, bisa juga diakibatkan karena dukungan Golkar terhadap Jokowi pada 2019 belum terasosiasi kuat dengan Golkar. Sehingga Golkar belum mendapatkan sumbangan elektoral.

"Yang menarik juga karena mereka (PDI-P dan Gerindra) punya capres. Tadi kan kedua paling tinggi elektabilitas capres dua orang itu (Jokowi dari PDI-P dan Prabowo dari Gerindra)," ujarnya.

Namun, angka masyarakat yang belum memilih atau digolongkan ke dalam kategoriundecided votermasih cukup tinggi, yakni 28,8 persen.

"Ada 28 persen. Sehingga angka-angka tadi mestinya di atas itu," kata Hanta.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengaku tak terkejut dengan hasil tersebut.

Ia memahami bahwa dinamika dan permasalahan yang terjadi di internal Golkar berdampak pada elektabilitas partainya.

Nurdin berharap, Golkar bisa memperbaiki elektabilitasnya seiring dengan rencana konsolidasi partai.

"Jangan lupa waktu masih 1,5 tahun. Insya Allah Golkar setelah konsolidasi bulan-bulan depan Insya Allah akan menduduki posisi nomor dua. Bisa juga menyalip PDI-P," kata Nurdin di kesempatan yang sama.

Survei dilakukan terhadap 2.400 responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi selama 8 hingga 15 November 2017.

Survei dilakukan menggunakan metodestratified multistage and samplingdenganmargin of eror+/- 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Setya Novanto Bakal Dicopot dari Ketua DPR Jika...

Rabu, 22 November 2017 - 12:13 WIB

Setya Novanto Berkirim Surat, Ini Isinya

Rabu, 22 November 2017 - 08:09 WIB

Hari ini Setya Novanto Dinonaktifkan

Selasa, 21 November 2017 - 08:52 WIB

Nazarudin Bilang Begini Setelah KPK Menahan Setya Novanto

Senin, 20 November 2017 - 16:07 WIB

Sekda Riau: Tahun Politik, Stabilitas Keamanan Terpenting

Minggu, 19 November 2017 - 23:32 WIB

Siapa Calon Pengganti Setya Novanto sebagai Ketum Golkar?

Minggu, 19 November 2017 - 10:30 WIB
Gerakan Antikorupsi

Catatan Najwa, Papa Kenapa

Sabtu, 18 November 2017 - 22:52 WIB

Rp75 Miliar APBD Riau untuk KPU, Sekda: Akan Dipenuhi

Rabu, 15 November 2017 - 12:17 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia