RIAUBOOK.COM - Bermodalkan informasi dari Media Sosial (Medsos), pedagang asal Provinsi Aceh ini terbang ke Dumai hanya untuk berjualan pakaian sablon.
Murtala pedagang asal Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengaku harus menempuh perjalanan 31 jam untuk berjualan dan memeriahkan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Riau di Kota Dumai.
Dikatakannya, untuk mengikuti event-nya besar tersebut, dirinya harus mengikuti informasi dari Medsos untuk mengetahui jadwal pelaksanaan yang mengundang banyak orang tersebut.
"Untuk logo kegiatan seperti MTQ tingkat Riau ini, kita juga harus mencari dari Medsos dan juga Google," kata Murtala, Selasa (12/12/2017).
Dikatakannya juga, pakaian sablon tersebut dibawanya ke Dumai sebanyak 70 kodi, dimana dijualnya di stand Taman Lepin dengan harga dimulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 60 ribu sesuai dengan besar ukuran pakaian tersebut.
"Jika habis nanti kita akan meminta tambah sama bos," katanya.
Dikatakannya juga, sebelum acara MTQ Riau di Dumai, dirinya berada di Sabang mengikuti event Sail Sabang, dimana dalam dua hari bisa menghabiskan 70 kodi pakaian berlogo acar yang diselenggarakan.
"Untuk MTQ Riau di Dumai, selama 3 hari pelaksanaan belum habis dagangan yang kita bawa, insyallah ini habis menjelang penutupan," katanya.
Sehabis acara MTQ tingkat Provinsi Riau di Dumai, dirinya juga akan lanjut berdagang ke Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara untuk mengikuti even yang dilaksanakan pemerintah setempat.
"Kalau dalam sebulan biasanya ada terus acara, yang penting sering buka media sosial," katanya mengakhiri. (RB/Iwan)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…