(Kontan.co.id)

Jumat, 08 Desember 2017 - 13:15 WIB 10890000

Tahun 2018, Emiten Cenderung Berhati-hati Karena Mulai Masuki Tahun Politik

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Emiten belum terpacu untuk melakukan ekspansi secara agresif meski pertumbuhan ekonomi yang diprediksi membaik pada tahun depan.

Setidaknya, hal ini tercermin dari rencana belanja modal atawa capital expenditure (capex) perusahaan pada 2018 mendatang.

Sektor konstruksi misalnya, mulai mengerem capex 2018. Maklum, emiten sektor ini sudah jor-joran berekspansi sepanjang tahun ini.

Ambil contoh, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) cuma menganggarkan capex Rp 20 triliun pada 2018. Angka ini turun dibanding capex 2017 sebesar Rp 25 triliun-Rp 30 triliun. Capex WSKT di tahun ini memang jauh lebih tinggi dibandingkan 2016 lalu yang hanya Rp 10 triliun.

Sementara itu, sektor barang konsumsi dan ritel juga masih konservatif. Begitu pula dengan sektor industri dasar dan sektor perkebunan.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital menilai, tahun depan, emiten cenderung berhati-hati karena mulai memasuki tahun politik. Terutama, bagi emiten yang penjualannya hanya berorientasi di dalam negeri seperti emiten konsumer. "Biasanya, sentimen politik menurunkan minat masyarakat untuk berinvestasi. Perusahaan juga mengerem ekspansi," terang David, Kamis (7/12).

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee juga melihat kebijakan ekonomi Paman Sam akan mempengaruhi langkah ekspansi emiten tahun depan. Perhatian pelaku pasar tertuju pada peluang penguatan dollar AS.

Adanya rencana normalisasi neraca dagang, kenaikan suku bunga acuan The Fed sebanyak tiga kali dan rencana pemangkasan pajak oleh Presiden AS Donald Trump turut membuat emiten menahan laju ekspansi.

Hanya sektor pertambangan yang nampaknya meningkatkan ekspansi di tahun depan. Misal, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menaikkan capex dari Rp 2 triliun di tahun ini menjadi Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun di tahun 2018 nanti. Capex PT United Tractors Tbk (UNTR) juga naik dua kali lipat menjadi Rp 7 triliun dari sebelumnya Rp 3 triliun-Rp 4 triliun.

Membaiknya harga komoditas, terutama batubara, mendorong emiten tambang berupaya menggenjot produksi. Emiten tambang juga banyak yang mulai memanfaatkan momentum ini untuk akuisisi.

Hans juga menilai, sektor perbankan akan lebih gencar berekspansi. "Pertumbuhan kredit yang membaik serta potensi turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia di tahun depan, berdampak positif," ujar dia, dilansir dari Kontan.co.id.

Beberapa bank memang berencana meningkatkan capex. Misal, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menaikkan capex dari Rp 5 triliun menjadi Rp 7 triliun di tahun depan.

Meski banyak sentimen domestik dan global yang bisa mempengaruhi ekspansi emiten, Hans masih optimistis kinerja emiten tetap bisa membaik. Ekspansi emiten juga harus tetap dibarengi dengan inovasi. "Ini agar bisnis mereka tetap bertahan, di tengah perubahan pola konsumsi belakangan ini," tutur Hans. (RB/Kontan.co.id)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Perum Bulog Berencana Perkuat Bisnis Beras Komersial

Kamis, 07 Desember 2017 - 21:14 WIB

Kenaikan Suku Bunga Akibatkan Harga Emas Semakin Redup

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:39 WIB

Mulai 2018 Transaksi Bitcoin Dilarang di Indonesia

Rabu, 06 Desember 2017 - 23:13 WIB

BEI Riau Bantu Pengusaha Peroleh Informasi Pasar Modal

Rabu, 06 Desember 2017 - 14:31 WIB

Penyebab Elpiji 3Kg Langka

Rabu, 06 Desember 2017 - 12:10 WIB

Pemprov Riau Akan Dirikan Badan Usaha Milik Petani

Selasa, 05 Desember 2017 - 16:02 WIB

Yuuk Galang Dana di Crowdfunding untuk Modal Usaha

Selasa, 05 Desember 2017 - 15:17 WIB

Kiat Agar Punya Masa Depan Cerah

Selasa, 05 Desember 2017 - 08:52 WIB

Di Riau Terjadi Inflasi, Ini karena Cabai dan Cumi-cumi

Senin, 04 Desember 2017 - 15:42 WIB

Kerja Gaji Besar, Pilih 1 dari 8 Industri Ini

Minggu, 03 Desember 2017 - 19:17 WIB

Tips Beli Rumah Kedua Agar Tak Menyusahkan

Jumat, 01 Desember 2017 - 12:06 WIB

Industri Makanan, Karet dan Plastik di Riau Meningkat

Senin, 27 November 2017 - 10:09 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia