Foto pedagang kebutuhan bahan pokok pangan di pasar. (net)

Kamis, 07 Desember 2017 - 21:18 WIB 8520000

Kondisi Pasar Mudah Terguncang, Stok Pangan Indonesia yang Dimiliki Bulog Belum Aman

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pengamat Pertanian Khudori menyoroti ketidakvalidan data stok pangan yang tersebar di masyarakat, khususnya swasta dan masyarakat.

"Data stok yang terbuka ke publik kan cuma beras yang ada di Bulog. Untuk data yang pangan di masyarakat tidak ada yang punya," ujar Khudori kepada Kontan.co.id, Kamis (7/12).

Khudori pun berpendapat, stok akhir yang dimiliki Bulog belum bisa dikatakan aman, mengingat kondisi pasar yang mudah terguncang. Menurutnya, stok akhir tahun ideal sebesar 1,5 juta ton.

Pasalnya, Bulog harus tetap memperkirakan bantuan rastra bulan ini dan dua bulan berikutnya, Cadangan Beras Pemerintah, dan juga apabila dilakukan operasi pasar.

Febriyanto, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog mengatakan, hingga akhir tahun Bulog menargetkan akan tetap menyerap beras dalam negeri hingga akhir tahun. Namun menurut Khudori pengadaan beras domestik tidak banyak membantu karena tengah terjadi pecklik.

"Kalaupun ada tambahan jumlahnya tidak besar. Bulog bisa menambah pengadaan tentu dengan menyesuaikan harga pembelian ke atas. Tapi risiko kerugian harus ditanggung Bulog," ujar Khudori, dilansir dari Kontan.co.id.

Khudori pun mengatakan, alternatif lainnya adalah melakukan impor beras. Sayangnya, pemerintah sudah terlanjur menyatakan tak akan melakukan impor meski Undang-undang mengizinkan. "Ini jalan terakhir. Kalau memang situasinya tidak memungkinkan lagi memperbesar pengadaan dari domestik, tidak perlu malu untuk impor," ujarnya.

Diketahui, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian menjamin ketersediaan pangan jelang natal dan tahun baru aman. Sampai saat ini Perum Bulog pun masih memiliki stok sebesar 1,1 juta ton.

Selain beras Bulog pun masih memiliki stok untuk komoditas pangan lainnya. Stok daging kerbau beku sebanyak 18.000 ton, di mana masih ada 6.000 yang masih dalam proses pengiriman. Gula sebanyak 413.000 ton, jagung 29.596 ton, daging sapi 17 ton, minyak goreng 1,04 juta liter, dan bawang merah 42 ton serta bawang putih 300 ton. (RB/Kontan.co.id)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Perum Bulog Berencana Perkuat Bisnis Beras Komersial

Kamis, 07 Desember 2017 - 21:14 WIB

Kenaikan Suku Bunga Akibatkan Harga Emas Semakin Redup

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:39 WIB

Mulai 2018 Transaksi Bitcoin Dilarang di Indonesia

Rabu, 06 Desember 2017 - 23:13 WIB

BEI Riau Bantu Pengusaha Peroleh Informasi Pasar Modal

Rabu, 06 Desember 2017 - 14:31 WIB

Penyebab Elpiji 3Kg Langka

Rabu, 06 Desember 2017 - 12:10 WIB

Pemprov Riau Akan Dirikan Badan Usaha Milik Petani

Selasa, 05 Desember 2017 - 16:02 WIB

Yuuk Galang Dana di Crowdfunding untuk Modal Usaha

Selasa, 05 Desember 2017 - 15:17 WIB

Kiat Agar Punya Masa Depan Cerah

Selasa, 05 Desember 2017 - 08:52 WIB

Di Riau Terjadi Inflasi, Ini karena Cabai dan Cumi-cumi

Senin, 04 Desember 2017 - 15:42 WIB

Kerja Gaji Besar, Pilih 1 dari 8 Industri Ini

Minggu, 03 Desember 2017 - 19:17 WIB

Tips Beli Rumah Kedua Agar Tak Menyusahkan

Jumat, 01 Desember 2017 - 12:06 WIB

Industri Makanan, Karet dan Plastik di Riau Meningkat

Senin, 27 November 2017 - 10:09 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia