Piagam tersebut diberikan dan ditandatangani oleh Kepala Badan Standarisasi Nasional, Bambang Pratsetya pada 30 November 2017 lalu di Balai Kartini Jakarta.
Kabar menggembirakan itu dibenarkan Head Sustainability & CSR Asian Agri, Welly Pardede. "Kami (Asian Agri) sangat senang karena program CSR perusahaan mendapat pengakuan dari pihak ketiga yang kredibilitasnya sangat diakui dalam bidang CD/CSR dan sistem standarisasi nasional, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi," ujar Welly, Kamis (14/12/2017).
Menurutnya, Program CD/CSR yang Asian Agri lakukan terbukti sangat baik bagi lingkungan, masyarakat dan perusahaan.
Khusus bidang lingkungan, dalam upaya mencegah terjadinya karlahut, Asian Agri juga melakukanlangkah antisipatif dengan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Program Desa Bebas Api yang terbukti significant mampu mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan desa.
"Dalam event kali ini, kami juga diminta menjadi narasumber untuk berbagi informasi bagaimana melakukan kegiatan CSR yang baik. Kami akan terus berupaya mencari dan melakukan kegiatan CD/CSR yang berdampak positif secara berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat," ucap Welly.
Di lain pihak, Ketua Komite CSR CFCD, Thendri Supriatno menilai, aplikasi Program CSR Asian Agri sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pengakuan ICA sebelumnya diraih Asian Agri pada tahun 2014 dengan katagori CSR Best Practice sektor Agro Industri. "Kami berharap Asian Agri mau berbagi (sharing) informasi pelaksanaan program-program CSR kepada perusahaan lain dalam bentuk kegiatan forum yang lebih terjangkau. Sehingga perusahaan lain juga bisa mendapat model lain yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pelaksanaan program CSR masing-masing," ujar pendiri CFCD ini.
Seperti diketahui, ICA atau Indonesia CSR Award dilakukan sekali dalam 3 tahun. Pertama kali, ICA ini digelar tahun 2005 yang diusung oleh CFCD (Corporate Forum for Community Development) bersama dengan lembaga kementrian terkait.
Kegiatan ini mempertandingkan program-program CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dari berbagai sektor (tambang, perbankan, agro industri, otomotif, dll).
Tahun ini, ICA 2017 dilakukan dimulai dari pendaftaran dan seleksi tahap satu mulai bulan Juni 2017, baru kemudian hasil kelulusan seleksi diumumkan pada bulan agustus dan mengikuti tahap ke 2 dan selanjutnya sampai pada tanggal 28-30 November diadakan kegiatan di Balai Kartini Jakarta.
Peserta pertandingan ini diikuti lebih dari 40 perusahaan, namun karena ada yang tidak lulus tahap 1, sehingga yang dapat mengikuti tahap selanjutnya ada 30 lebih perusahaan.
Asian Agri pertama kali mengikuti pertandingan ini tahun 2014. Saat itu, Asian Agri juga menjadi narasumber pada acara di Jakarta sebagai CSR Best Practice untu sector Agroindustri.
Pada tahun 2014, Asian Agri membawa judul 'Kemitraan dengan Petani Kelapa Sawit Swadaya untuk meningkatkan pendapatan Petani'. Setelah 3 tahun Asian Agri kembali mengikut perlombaan ini dan mendaapat Kategori Platinum (yang paling tinggi) dan juga diminta menjadi narasumber sebagai CSR Best Practice sektor Agroindustri. Judul yang dibawa Asian Agri adalah 'Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca'. (RB/Ferizal)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…