RIAUBOOK.COM — Alumni Sekolah Anti Korupsi ICW (Indosia Corruption Watch) Perwakilan Riau dan Posko Pemantau Peradilan Riau untuk tahun 2017 mencatat ada 99 perkara yang masuk pada Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru.
Data tersebut disampaikan kepada media elektronik yang ada di Provinsi Riau saat melakukan rilis di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru, Jumat(29/12/2017).
"Perkara yang masuk pada tahun 2017 ini lebih banyak dari perkara yang masuk pada tahun 2016, dengan 88 perkara dan 89 Terdakwa," kata Noval Setiawan sebagai Alumni Sekolah Anti korupsi ICW kepada para awak media di Pekanbaru termasuk RiauBook.com.
Noval juga mengatakan, dari pemantauan yang mereka lakukan mulai Januari hingga Desember 2017, diketahui yang paling banyak menjadi terdakwa kasus korupsi di Riau adalah dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan persentase 73 persen atau ada 82 terdakwa.
Selanjutnya diikuti kalangan Swasta 20 persen (23 terdakwa), Badan Usaha Milik Negara 4 persen (4 terdakwa), oknum polisi 1 persen (1 terdakwa), DPRD 1 persen (1 terdakwa), lain-lain 1 persen (1 terdakwa).
"Kalau dilihat dari tingkat terjadinya Koruptif berdasarkan Kab/Kota di Provinsi Riau, dari 99 perkara yang masuk ke PN Tipikor Pekanbaru pada tahun 2017, Pelalawan mengisi urutan pertama dengan 17 perkara, Indragiri Hulu 6 Perkara, Rokan Hulu dan Siak masing-masing 4 Perkara, Kepulauan Meranti dan Kuantan Singingi masing-masing 3 Perkara, dan Indragiri Gilir 2 Perkara," demikian Noval. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…