RIAUBOOK.COM - Santa Maria adalah rumah sakit swasta pertama yang menerapkan sistem pelayanan kepada pasien tanpa pernah meminta uang muka dan tidak pernah menahan pasien karena biaya apalagi menahan jenazah.
Direktur Pelanan Medis RS Santa Maria, Dr Yuliarni mengatakan itu kepada pers, Sabtu (30/12/2017) berkaitan dengan berita sebelumnya yang mengungkap adanya indikasi penahanan jenazah Junaidi (42), warga Desa Sungai Keranji, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Jumat (29/12/2017).
Berita sebelumnya, Nainggolan, seorang warga Desa Sungai Keranji menyatakan biaya menjadi hambatan pemulangan jenazah buruh tani itu ke rumah duka hingga lebih 20 jam, sejak Jumat (29/12/2017) pukul 14.45 hingga 23.45 WIB.
"Informasi itu sesungguhnya tidak benar, karena sejak lama bahkan menjadi yang pertama, rumah sakit ini menerapkan aturan yang tidak memberatkan pasien ataupun keluarganya," demikian Yuliarni.
Ia jelaskan, ada tiga hal penting yang menjadi komitmen RS Santa Maria dalam pelayanan medis, pertama adalah tidak pernah meminta uang muka kepada pasien.
Kedua, lanjut dia, pihak rumah sakit juga tidak pernah menahan pasien karena biaya, dan terakhir tidak pernah menolak pasien karena alasan biaya.
Dengan misi pelayanan itu, lanjut Yuliarni, maka dipastikan tidak ada masalah dengan pemulangan jenazah Junaidi tadi malam.
Menurut dia, terjadi salah komunikasi antara pihak keluarga jenazah dengan petugas pelayanan, salah satunya itu berkaitan dengan unit ambulan yang mengantar jenazah ke Desa Keranji.
"Awalnya kami menawarkan pengantaran jenazah menggunakan ambulan kami, namun pihak keluarga masih menunggu ambulan dari Kuansing. Karena itu permintaan, kami tidak bisa memaksakan sehingga keluarga menunggu," katanya.
Sebelumnya, Kades Sungai Keranji, Slamet Dwiyuwono yang menghubungi pers mengungkap adanya beban biaya rumah sakit yang sudah membengkak jadi Rp68 juta.
Kemudian Slamet bersama warga di desa berinisiatif mengumpulkan bantuan untuk keluarga Junaidi dan dapat sekitar Rp13 juta ditambah Rp3,5 juta yang sudah ditransfer ke rekening rumah sakit.
Slamet mengaku pihaknya bersama Nainggolan dan sejumlah warga sudah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit, namun managemen tetap kukuh jenazah baru bisa dikeluarkan ketika utang sudah dilunasi setidaknya 80 persen.
"Artinya, dari utang yang tersisa sekitar Rp41,5 juta, harus ada uang Rp31,5 juta yang kita berikan ke rumah sakit baru jenazah bisa di bawa pulang," kata Slamet.
Direktur Pelanan Medis RS Santa Maria, Dr Yuliarni menapik informasi itu dengan menunjukkan bukti bahwa biaya bukanlah menjadi persoalan atau hambatan pemulangan jenazah Junaidi tadi malam.
Yuliarni mengarahkan pers ke sejumlah ruang penanganan medis yang di dindingnya telah terpasang komitmen pelayanan medis 3T, yakni tidak pernah meminta uang muka, tidak pernah menahan pasien karena biaya, dan tidak pernah menolak pasien karena biaya.
"Ini adalah bukti, bahwa persoalan tadi malam itu adalah salah komunikasi saja, karena kami jelas dalam pelayanan tidak pernah mengutamakan biaya," demikian Yuliarni. (RB/fzr)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…