RIAUBOOK.COM - Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Riau pada awal Januari 2018 kembali mengalami penurunan sebesar Rp 11,64 per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan Riau Ferry HC melalui Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Mutu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Riau Dedi mengatakan itu terkait berbagai penyebab.
Dedi menjelaskan beberapa penyebab penurunan harga TBS minggu ini. Terutama disebabkan oleh PTPN V yang tidak melakukan penjualan CPO, sementara selama ini harga jual PTPN V cukup berpengaruh terhadap pergerakan harga TBS.
Secara nasional produksi CPO Indonesia diperkirakan akan melambat karena kebijakan peremajaan perkebunan (replanting) kelapa sawit bagi petani kecil yang digagas oleh pemerintah.
"Selain itu Indonesia masih menghadapi berbagai kendala dalam memenuhi target mandatori biodiesel dalam negeri dengan kadar 20 persen (B-20)," kata dia.
Selanjutnya, ada pula kebijakan yang dibuat pemerintah mengenai moratorium izin pembukaan lahan perkebunan baru yang akan memperlambat pertumbuhan perkebunan kelapa sawit sehingga memperlbat laju produksi.
Dari hasil rapat harga TBS sawit di Dinas Perkebunan Riau periode 3-10 Januari 2018, untuk YBS sawit imur 3 tahun turun menjadi Rp 1.307,69 per kilogram.
Untuk umur 4 tahun turun menjadi Rp 1.459,01 per kilogram, umur 5 tahun turun menjadi Rp 1.560,73 perkilogtam, umur 6 tahun turun menjadi Rp 1.607,78 per kilogram, umur 7 tahun turun menjadi Rp 1.668,81 pe rkilogram.
Kemudian umur 8 tahun turun menjadi Rp 1.720,91 per kilogram, umur 9 tahun turun menjadi Rp 1.776,89 per kilogram, umur 10-20 tahun turun menjadi Rp 1.825,81 per kilogram. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…