Donald Trump. (net)

Jumat, 12 Januari 2018 - 00:36 WIB 36230000

Dibandingkan 14 Presiden Amerika Sebelumnya, Donald Trump Malah Mirip Bocah 7 Tahun

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM - Presiden paling kontroversial di dunia Donald Trump kembali mendapat kritikan dari sebuah studi ilmiah terbaru yang menyebut kemampuanya berkomunikasi tidak lebih baik dari kemampuan bicara anak berusia tujuh tahun.

Dikutip RiauBook.com dari laman metro.co.uk dan liputan6, analisis yang dilakukan terhadap rekaman lebih dari 30.000 kata yang diucapkan Trump selama memerintah di Gedung Putih menunjukkan hasil yang mengejutkan, yakni kemampuan berbicaranya berada di tingkat pembelajaran 7 yang menaungi kelompok anak usia 7 hingga 13 tahun.

Studi ilmiah yang dilakukan oleh situs olah data Factba.se, menunjukkan bahwa Donald Trump memiliki kemampuan linguistik terendah dalam sejarah kepresidenan AS sejak Presiden Herbert Hoover, yang memerintah pada tahun 1929 hingga 1933.

"Dibandingkan dengan 14 presiden yang berkuasa sebelumnya, dalam setiap pengamatan, ia (Trump) sangat jarang mengeluarkan kata-kata yang bersifat kompleks, hal yang serupa terjadi pada pemerintahan Presiden Herbert Hoover di awal Abad ke-20," jelas Bill Frischling, juru bicara Factba.se.

Penilaian terhadap Donald Trump tersebut, menurut Frischling, didasarkan pada kompilasi data analisis terhadap pidato-pidato 15 presiden setelah Herbert Hoover, kecuali deretan pembacaan naskah yang telah terstruktur.

Jenius

Meski dinilai lemah dalam hal linguistik, Trump dikenal sangat lantang mengomentari beragam hal, khususnya melalui kicauan di Twitter.

Masih segar di ingatan, Trump menyebut dirinya sebagai seorang dengan "kegeniusan yang stabil" pascamunculnya keraguan publik akan kapabilitasnya sebagai Presiden AS. Pernyataan tersebut juga sekaligus sebagai tanggapan terhadap buku kontroversial Fire and Fury: Inside the Trump White House karya jurnalis senior Michael Woolf.

Buku yang resmi terbit pada Jumat, 5 Januari 2018 itu secara tersirat menyebut Trump mengalami gangguan kesehatan mental, sehingga diragukan kemampuannya memerintah dari Gedung Putih.

Terkait kemampuan linguistik Trump, Woolf juga menyebut bahwa Trump pernah kedapatan mengulang cerita yang sama dalam waktu kurang dari 10 menit.

Menariknya, pola kalimat sederhana dan ceplas-ceplos yang kerap dilontarkan Trump ternyata berhasil menarik suara lebih besar dalam Pemilu Presiden AS 2016 lalu. (RB/lp6)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 39.1 %
Syamsuar-Edy Nasution 6.4 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 39.5 %
Lukman Edy-Hardianto 15.0 %
Hasil berdasarkan dari 76450 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Dompet Dhuafa Riau akan Gelar Sarasehan Mapping Dakwah

Kamis, 11 Januari 2018 - 14:52 WIB

Indonesia Produksi Pesawat dan Mulai Dilirik Dunia

Rabu, 10 Januari 2018 - 14:16 WIB

Klarifikasi UAS Terkait Video

Selasa, 09 Januari 2018 - 15:23 WIB

Suparman Resmi Diberhentikan Sebagai Bupati Rohul

Selasa, 09 Januari 2018 - 14:52 WIB

Gubernur Riau Lantik Pejabat Eselon II

Senin, 08 Januari 2018 - 21:23 WIB

Ada Sabotase Terkait Aksi Pembakaran Istana Siak?

Senin, 08 Januari 2018 - 19:28 WIB

Di Dumai, Wakil Wali Kota Ikut Panen Bawang

Senin, 08 Januari 2018 - 18:15 WIB

Kejari Inhu Terus Laksanakan Program JMS

Senin, 08 Januari 2018 - 16:45 WIB

Jangan Ditonton, Film-film Ini Bisa Datangkan Trauma

Minggu, 07 Januari 2018 - 23:06 WIB
Wawancara:

LGBT dari Perspektif Psikologis

Sabtu, 06 Januari 2018 - 14:25 WIB

Hoax, Beredar Kabar Ratu Tisha Dipecat dari Sekjen PSSI

Kamis, 04 Januari 2018 - 23:56 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia