RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Riau mengklaim harga beberapa bahan kebutuhan pokok di Provinsi Riau stabil bahkan cenderung turun pada minggu pertama Ramadhan.
"Sesuai data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga sembilan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan sebagainya relatif stabil di Riau tidak bergejolak," kata Kepala BI Provinsi Riau Siti Astyah saat menggelar buka bersama bareng awak media Senin malam (21/5) di Pekanbaru.
Siti Astyah menjelaskan dari pantauan BI sejak 14 Mei hingga 21 Mei
hampir semua barang tidak ada yang alami peningkatan justru penurunan ini kabar gembira dalam kebijakan stabilitas harga menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah yang dilakukan pemerintah.
Ia mencontohkan untuk harga beras pada berbagai jenis tidak alami kenaikan atau nol persen kenaikan. Harga Rp12.600 per kilogram.
Daging ayam justru turun dan daging sapi masing-masing sebesar Rp500 dan Rp1.650 per kilogram.
Demikian juga dengan harga bawang merah turun Rp100 dan cabai merah turun Rp2.200 perkilohram.
Walau ada beberapa harga yang naik tidak berpengaruh seperti cabai rawit Rp2.400 per kilogram dan telur ayam Rp200 perbutir.
"Khususnya di Riau ini dampak pertanian kluster cabai binaan di Kampar yan luasnya mencapai 20 hektare. Memang diupayakan melakukan penanaman untuk masa panen jatuh pada Ramadhan dan Idul Fitri, " tutur Siti.
Intinya sambung Siti sebahagian besar bahan pangan harganya tetap bahkan turun hanya beberapa yang naik.
Menurutnya ini berkat kerjasama BI, dengan kluster, pemerintah daerah dan Bulog sehingga minggu pertama pasokan kebutuhan pokok aman dan stabil sehingga masyarakat dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan baik.
Meski demikian mengingat Ramadhan masih ada tiga pekan lagi untuk itu Siti berharap semua pihak tetap akan berbuat untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar. Termasuk media diharapkan mampu memberikan opini positif terhadap masyarakat akan pola konsumsi yang tidak perlu panik baying. Karena stok tersedia cukup.
"Kita masih punya waktu tiga pekan kita berharap ada kebijakan pemerintah juga akan melakukan upaya misalkan untuk cabai dengan kluster cabai. Kemudian terus menerus berkoordinasi dengan distributor besar dan Bulog sehingga pasokan ada. Kita juga kita akan berikan sosialisasi ke masyarakat tidak perlu panik buying," kata dia. (RB/ver)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…