RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meresmikan Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (KLT-BSN) untuk para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Senin (22/4/2019).
Berlokasi di lingkungan UPT Balai Pelatihan dan Pengembangan Industri, Dinas Perindustrian Provinsi Riau, kehadiran KLT-BSN dimaksudkan menjadi tempat belajar untuk para pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya dalam menghasilkan produk-produk yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Ini sudah ditunggu-tunggu oleh UMKM kita, dan pemerintah pun memang memberikan perhatian kepada mereka (UKM), BSN ini juga tempatnya untuk belajar bagi pelaku usaha untuk membuat produk-produk UKM yang memiliki standar nasional atau SNI," kata Gubri di lokasi peresmian, Jalan Hangtuah No.218, Rejosari, Tenayan Raya, Pekanbaru.
Syamsuar pun sangat menyambut baik kehadiran KLT- BSN ini, dengan harapan akan memebawa dampak positif bagi masyarakat Riau, khususnya dalam pembinaan dan pengembangan usaha.

Foto: Gubernur Riau Syamsuar saat memberi sambutan pada acara peresmian Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional di Pekanbaru.
Apalagi, kata dia, sumber daya alam yang ada di wilayah setempat dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri untuk meningkatkan perekonomian daerah, seperti di sektor perkebunan, perikanan, kehutanan dan pertambangan.
Sementara itu, Kepala BSN Bambang Prasetya menilai Pekanbaru merupakan tempat yang sangat strategis sebagai salah satu sentra ekonomi terbesar di Pulau Sumatera.
Dia mengungkapkan, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, migrasi dan urbaniasi yang tinggi, potensi industri maupun UKM di Pekanbaru akan mengarah kepada hasil yang positif.
Dengan adanya KLT ini, masyarakat di Pekanbaru dan sekitarnya akan dapat lebih mudah mengakses informasi SPK, berkonsultasi, mengusulkan SNI sesuai kebutuhan daerah, serta mengusulkan pembinaan SNI bagi UKM.
"Dengan menerapkan SNI, produk-produk yang ada di Provinsi Riau dapat lebih berdaya saing di pasar nasional dan global," kata Bambang.
Hingga saat ini, jumlah industri penerap SNI di Indonesia ada pada kisaran 13.819 industri, sedangkan di Pulau Sumatera jumlahnya adalah 230 industri, sementara di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya mencapai 30 industri.
Di Riau, hingga kini juga telah terdapat 23 Laboratorium uji dan 1 UPT Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB).
Bambang menjelaskan, KLT ini merupakan langkah nyata pihaknya dalam mengimplementasikan Undang-Undang No. 20 Tahun 2014 terutama di Pasal 8 Ayat 2 yang menerangkan bahwa tugas dan tanggung jawab di bidang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian dilaksanakan oleh BSN.
Selain itu, sesuai pasal 53, dinyatakan bahwa BSN bersama dengan kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian lainnya, dan/atau pemerintah daerah bekerjasama untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan masyarakat dalam penerapan SNI.
"Kami percaya, organisasi dan industri termasuk UKM di Pekanbaru mampu berdaya saing baik di tingkat nasional dan global, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat," tutup Bambang. (ADV)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…