RIAUBOOK.COM - Narkotika jenis sabu seberat 10 Kg dan 60 ribu butir pil ekstasi asal negeri jiran Malaysia gagal beredar di Provinsi Riau.
Sedianya, barang haram yang dibawa dari jalur laut tersebut, hendak diedarkan di Kota Dumai dan Pekanbaru.
Namun, pada Senin (16/2/2020) malam, Tim Ops Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama sejumlah personel Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai (DJCB) berhasil membekuk empat orang yang berperan sebagai kurir.
Empat orang kurir narkoba, yakni inisial RZ, RRH, HS, dan RP berhasil ditangkap petugas BNN di Jalan Gatot Soebroto, Bukit Timah, Dumai Baru, Kota Dumai.
Selain narkoba, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya yakni dua unit kendaraan roda empat yang digunakan kurir.
"Dari penelusuran kita, narkoba ini dibawa menggunakan speed boat dari Pulau Kemang, Malaysia kemudian masuk ke ujung Pulau Rupat, selanjutnya dibawa ke pelabuhan Roro, dan dari sana dibawa ke Pelabuhan Sri Junjung, Dumai," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, Rabu (19/2/2020) di Kantor BNNP Riau.
Dikatakan Arman, para sindikat narkoba internasional ini berencana menyimpan barang haramnya beberapa waktu di Dumai sebelum dibawa ke Pekanbaru.
"Rencananya, barang bukti narkoba yang kita sita ini akan diedarkan di daerah Pekanbaru dan Dumai pada khususnya, walaupun setelah sampai di dua kota ini, sangat berpotensi menyebar lagi ke daerah-daerah lain," kata Arman.
"Tapi yang jelas, sindikat narkoba ini khusus beroperasi di Provinsi Riau, sehingga dengan jumlah barang bukti yang kita temukan ini, dapat kita perkirakan bahwa cukup banyak pengguna narkoba di dua kota tersebut," tambah Arman lagi.
Selain rawan pengguna narkoba, kata dia, Bumi Lancang Kuning juga menjadi salah satu titik rawan penyelundupan narkoba dari luar negeri.
"Riau, di samping rawan penyelundupan atau menjadi pintu masuk narkoba, juga menjadi daerah rawan transit sebelum narkoba ini masuk ke daerah-daerah lain di Sumatera, dan juga pendistribusian ke daerah-daerah lain di Pulau Jawa serta Indonesia," kata Arman. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…