RIAUBOOK.COM - Otoritas kesehatan China mengonvirmasi ada sebanyak 40.000 kasus penularan virus corona (Covid-19) di negara tersebut yang dilaporkan tidak memiliki gejala.
Hal tersebut menjadi kekhawatiran baru bahwa virus corona bisa menyebar kembali tanpa mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus atau tidak.
Dilansir dari detik.com mengutip Reuters, hingga saat ini, jumlah kasus tanpa gejala yang diketahui dan diklasifikasikan sudah mencapai 40.000 kasus menurut laman South Morning China, meskipun data resmi tersebut tidak dipublikasikan.
Otoritas kesehatan di provinsi Liaoning, mengatakan provinsi itu memiliki 52 kasus orang dengan virus corona yang tidak menunjukkan gejala pada Selasa (31/3/2020).
Selain itu,di Provinsi Hunan, dilaporkan ada 4 kasus tanpa gejala, yang semuanya merupakan kasus impor dari luar negeri.
Meski demikian, dalam upaya untuk menghilangkan ketakutan masyarakat terhadap kasus tersebut, China sudah menegaskan bahwa mereka akan segera membenahi metode itu.
Mereka akan terus mencari kasus positif asimtomatik untuk kemudian diklasifikasikan ke dalam golongan kasus terkonfirmasi. Semua kasus akan dikarantina secara terpusat selama 14 hari. Dikatakan 1.541 orang dengan infeksi virus corona asimptomatik sedang diamati hingga Senin mendatang.
Kasus tanpa gejala biasanya hanya dapat diidentifikasi setelah melalui tes. Negara-negara yang punya kapasitas pengujian terbatas umumnya tak banyak bisa mendeteksi kejadian semacam ini.
Di China, hingga saat ini, sudah ada lebih dari 81.000 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi, belum termasuk kasus tanpa gejala. Sebagian besar telah dinyatakan sembuh, dan 3.305 kematian.


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…