RIAUBOOK.COM -
Memanfaatkan lahan kosong atau ruang yang ada di sekitar pekarangan rumah sebagai sarana untuk membudidayakan tanaman sayur dan buah-buahan dapat menjadi hal positif dan menguntungkan, terlebih disaat pandemi virus corona (covid-19).
Pasalnya, ditengah penyebaran wabah covid-19 yang terjadi saat ini, turut berdampak pada pembatasan aktivitas masyarakat berskala besar.
Ditambah lagi, dengan kondisi sekarang pemerintah juga mengimbau agar masyarakat menerapkan phisycal distancing, tidak berkerumun, menjaga jarak fisik, serta menjauhi tempat- tempat keramaian sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Tentunya, hal tersebut turut berimbas terhadap berbagai persoalan. Misalnya, dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok maupun sayur mayur, masyarakat harus mengunjungi pusat perbelanjaan seperti pasar tradisional maupun pasar modern yang bisa saja menjadi salah satu paling beresiko akan terjadinya penularan covid-19.
Belum lagi, soal potensi kelangkaan dan terhambatnya distribusi pasokan bahan pangan pangan.
Karenanya, memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah dengan membudidayakan sayur dan buah-buahan, dapat menjadi langkah alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dalam mengantisipasi dampak dari penyebaran covid-19.
Hal tersebut juga disampaikan Gubernur Riau Syamsuar saat meninjau lahan percontohan yang ada di kota dan kabupaten setempat, Sabtu (25/4/2020).
Dalam tinjauannya, orang nomor satu di Riau tersebut, didampingi Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, Asisten I Setda Riau Ahmad Syah Harrofie, Plt Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Herman, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Chairul Riski.
Ada sejumlah lokasi yang dikunjungi para pejabat Pemprov Riau tersebut, yakni Moms Dream Hydroponik Farm, Jalan Harapan Gang Rukun Nomor 90 Kelurahan Sidomulyo Barat, Tampan, Pekanbaru.
Selain itu, Gubri juga sempat meninjau Pung Grapes, milik Yusuf Siregar yang memanfaatkan lahan terbuka untuk ditanami buah anggur. Lahan ini berlokasi di Jalan Tuah Karya Ujung. Serta, areal pertanaman polikultur di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang, Kampar.
Melihat pemanfaatan lahan yang dilakukan secara optimal di lokasi-lokasi tersebut, Gubri pun mengharapkan agar masyarakat Riau dapat memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk bercocok tanam, baik itu untuk menanam sayuran-sayuran maupun tanaman pangan lainnya.
Ungkapnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa lahan kosong yang ada di sekitar pekarangan rumah bisa dimanfaatkan apabila mampu diolah dengan sebaik mungkin.

"Banyak contohnya, lahan sempit bisa bermanfaat. Bisa jadi lahan hidroponik atau menanam buah," kata dia.
Syamsuar juga menyampaikan, lahan sempit bukan berarti tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, justru dari lahan yang seadanya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang tambahan.
"Sayang aja kalau tidak dimaksimalkan pekarangan, tanam yang bermanfaat kan bagus. Banyak yang sudah berhasil bahkan menghasilkan uang," terangnya.
Ia menerangkan, banyak sekali potensi yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang mau berusaha, asalkan mampu menangkap peluang yang ada.
Melihat kondisi pandemi covid-19 yang tak kunjung usai, dan adanya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan pangan, Gubri jug berharap agar masyarakat terbuka hatinya untuk bercocok tanam dan memanfaatkan lahan yang ada.
"Kalau ada lahan tidur yang tidak diolah justru lebih baik ditanami ubi, jagung atau sebagainya, kalau tak ada disekitar rumah yang kosong boleh juga dimanfaatkan," ujarnya. (Advetorial)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…