RIAUBOOK.COM - Keputusan pemerintah untuk kembali mengoprasionalkan moda transportasi udara dan Bandara, memunculkan kekhawatiran baru bagi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tingkat daerah, termasuk Gugus Tugas Provinsi Riau.
Pasalnya, bila merujuk pada data perkembangan Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, sebagian besar kasus Covid-19 di Provinsi Riau merupakan kasus impor dari luar daerah.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr. Indra Yovi mengatakan, dari total 69 kasus per Jumat (8/5/2020), hampir seluruh pasien positif Covid-19 didapati memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.
dr. Yovi juga menyampaikan, dengan kembali beroperasinya moda transoprtasi penerbangan dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, menjadi peringatan bersama untuk semua pihak agar lebih ketat dalam melakukan traking terhadap pasien dan orang-orang yang bepergian dari luar Riau dan masuk ke Riau.
"Peringatan bersama ini dilakukan supaya tidak ada penyebaran virus Covid-19 dari luar ke Riau," kata dia.
"Saat ini ada 13 klaster di Provinsi Riau, dari kasus nomor 30-an ke atas, itu yang kita temukan kasus impor," tambahnya.
Untuk itu, ia pun meminta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru agar memaksimalkan langkah pencegahan dalam mendeteksi suhu tubuh dan memeriksa penumpang di Bandara.
"Kita minta tolong teman-teman di KKP untuk lebih maksimal lagi dalam memeriksa penumpang," tuturnya.
Dikatakan dr. Yovi lagi, meski Provinsi Riau telah melakukan suatu perencanaan dan mengambil berbagai tindakan dalam mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya penanganan Covid-19, namun tidak ada jaminan bahwa musibah ini akan berakhir, terlebih jika masyarakat tidak memiliki kesadaran, dalam menerapkan imbauan pemerintah.
"Artinya, untuk memutus rantai penularaqn Covid-19 ini, tidak ada pilihan lain kecuali PSBB yang ketat," kata dr. Yovi.
"Pekanbaru sudah PSBB, tapi kita bisa melihat kedisiplinan masyarakat mengikuti PSBB tidak terjadi dengan baik. Selama itu masih berlangsung, PSBB tidak berjalan baik, maka kemungkinan pasien Covid-19 masih akan terus bertambah," tambanya.
Apalagi, sambung dokter spesialis paru tersebut, pertambahan kasus positif Covid-19 memiliki pola eksponensial.
"Kita lihat sendiri setiap hari penambahan kasus selalu ada. Kita bisa menyatakan diri tenang, kalau seandainya 3 minggu berturut tidak ada penambahan kasus baru. Tapi selama ada kasus setiap hari terjadi, kita jangan pernah merasa aman, karena covid-19 bisa mengenai siapa saja," kata dia.
"Covid-19 itu pertambahannya eksponensial, pangkat dua. Kalau kita ingin cepat wabah ini selesai, tiga minggu berturut-turut tidak ada kasus, caranya gampang. Masyarakat harus paham bahwa dalam memerangi Covid-19 ini tidak hanya tugas pemerintah. Maka, lakukan sosial distancing, gunakan masker, cuci tangan," jelasnya. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…