RIAUBOOK.COM - Terhitung 4 hari sejak dibuka dari tanggal 7-10 Mei 2020, tercatat ada sebanyak 22 penerbangan yang lalu-lalang di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.
Dari 22 penerbangan tersebut, tercatat ada sebanyak 215 penumpang dari dari daerah lain yang masuk ke Pekanbaru, dan 195 penumpang yang terbang meninggalkan Pekanbaru.
Eksekutif General Manager Angkasa Pura II, Pekanbaru, Yogi Prasetiyo menjelaskan, meski pemerintah memutuskan untuk kembali mengoperasionalkan moda transportasi udara, namun hal itu juga diiringi dengan aturan dan protokol kesehatan secara ketat.
Kata Yogi, dalam melayani aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru, pihaknya tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut.
"Semua penumpang yang datang dan pergi terap memakai protokol kesehatan. Dan selama dibuka penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru ada 22 penerbangan. Dan penumpang setiap harinya mencapai 391, dengan jumlah kedatangan sebanyak 215 dan keberangkatan sebanyak 176 orang," ujar Yogi, Senin (11/5/2020).
Lebih lanjut dia merinci, pada hari pertama penerbangan dibuka (7/5/2020), tercatat ada sebanyak 5 maskapai penerbangan yang datang ke Pekanbaru dengan jumlah 95 orang dan keberangkatan 5 penerbangan dengan jumlah penumpang 92 penumpang, total 187 penumpang.
Sedangkan di hari selanjutnya (8/5/2020), jumlah penerbangan meningkat menjadi 7 penerbangan kedatangan dan 7 penerbangan berangkat, namun jumlah penumpang hanya 18 orang.Â
Untuk tanggal 9 Mei 2020, penerbangan hanya dua penerbangan khusus pesawat cargo, dan tidak ada maskapai yang mengangkut penumpang umum.
Sementara di tanggal 10 Mei 2020, jumlah penerbangan meningkat 8 penerbangan kedatangan dengan jumlah penumpang 99 orang, dan 8 penerbangan keberangkatan dengan jumlah penumpang 75 orang, dengan total 174 orang.Â
Sebelumnya, terkait keputusan pemerintah untuk kembali mengoperasionalkan moda transportasi udara ini sempat membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau khawatir.
Pasalnya, bila merujuk pada data perkembangan Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, sebagian besar kasus Covid-19 di wilayah setempat merupakan kasus impor dari luar daerah.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovi mengatakan dari total 73 kasus per Minggu (11/5/2020), hampir seluruh pasien positif Covid-19 didapati memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.
dr. Yovi juga menyampaikan, dengan kembali moda transoprtasi penerbangan dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, menjadi peringatan bersama untuk lebih ketat melakukan traking terhadap pasien dan orang-orang yang bepergian dari luar Riau dan masuk ke Riau.
"Peringatan bersama ini dilakukan supaya tidak ada penyebaran virus Covid-19 dari luar ke Riau," kata dia.
"Saat ini ada 13 klaster di Provinsi Riau, dari kasus nomor 30-an ke atas, itu yang kita temukan kasus impor," tambahnya. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…