RiauBook - Salah satu alasan dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) XIV di Kampar, adalah karena daerah ini patut menjadi percontohan dan seluruh perwakilan yang hadir untuk dapat mencontoh program yang dilaksanakan Bupati Jefri Noer. Demikian dikatakan Ketua Umum DPP Perhiptani Isran Noor.
"Bupati Kampar adalah bupati terbaik yang pernah saya kenal karena memiliki program-program yang memang mendukung peningkatan sumber daya manusia serta menyejahterakannya," kata Isran saat membuka Rakernas Perhiptani ke XIV di Hotel Tiga Dara, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Rabu malam (11/3).
Selain Rakernas, Perhiptani juga melaksanakan Seminar Pemantapan Peran Perhiptani Dalam Menyukseskan Program Upsus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedele.
Acara ini dihadiri juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian Momon Resmono serta Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Perhiptani Riau Jefry Noer yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Kampar. Kemudian dihadiri 60 orang anggota Perhiptani perwakilan 17 provinisi se Indonesia.
Isran menjelaskan, sebenarnya Kampar dengan daerah lainnya yang ada di seluruh wilayah Tanah Air memiliki potensi yang sama, mampu untuk mengembangkan pertanian, perikanan dan peternakan.
Hanya saja, lanjut dia, sejauh ini sangat jarang ada kepala daerah yang memiliki semangat dan inovatif serta kreatif seperti Bupati Kampar Jefry Noer.
Pemerintah Dearah Kabupaten Kampar selama beberapa tahun ini telah menjalankan berbagai program yang mendukung pertanian nasional. Bupati Jefry Noer juga telah berhasil mencetak ribuan pengusaha, petani dan peternak sukses demi tujuan tercapainya 3 Zero, bebas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.
"Makanya, pada Rakernas kali ini saya datang bersama sejumlah pejabat daerah dan seorang profesor dan rektor di salah satu universitas yang ada di Kutai Timur. Berharap akan membawa ilmu yang didapat selama berada di Kampar dan menerapkannya di Kutai Timur," kata Isran yang juga Bupati Kutai Timur, Provinsi Kamlimantan Timur.
Kenapa seorang rektor dibawa dalam kegiatan ini? Isran menjelaskan bahwa saat ini yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan keberhasilan adalah praktek langsung ke lapangan.
"Untuk teori dalam kelas cukup 30 persen saja. Selebihnya harus berada di lapangan untuk mempraktekannya langsung. Saya juga telah menyiapkan lahan untuk laboratorium, lahan praktik pertanian untuk universitas pertanian di Kutai Timur. Dan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknnya," kata dia.
Menurut dia, hal itu juga yang sebaiknya dilakukan oleh para penyuluh, tidak hanya memberikan saran dan masukan, namun juga harus turun ke lapangan dan terjun dalam proses pertanian.
Ketua DPW Pehiptani Riau Jefry Noer mengatakan, pihaknya berharap k edepan para penyuluh harus "disehatkan" agar upaya yang dilakukan kepada para petani berjalan baik dan maksimal.
"Bagaimana petaninya sehat, kalau tenaga penyuluhnya ternyata sakit. Maka ini yang harus diperbaiki. Sebelum memperbaiki pertanian, harus disehatkan terlebih dahulu tenaga penyuluhnya," kata dia.
Bupati Jefry Noer mengatakan, untuk mencapai keberhasilan di dunia pertanian, kedisplinan adalah modal utama, selain juga penerapan program-program yang inovatif, serta tenaga penyuluh dan petani yang kreatif.
Hal itulah yang selama ini dilakukan di Kabupaten Kampar sehingga terwujudlah para petani yang andal, yang mampu mencetak lahan pertanian dengan hasil berlimpah.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian Momon Resmono mengatakan, pihaknya senantiasa mendukung setiap langkah penyuluhan sebagai upaya mencapai swasembada pangan.
Untuk diketahui, lanjut dia, bahwa Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memberi mandat kepada Menteri Pertanian untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu tiga tahun.
"Memberi mandat, namun sekaligus memberikan ancaman. Ketika itu, Presiden bertanya kepada para petani. Pak petani, kalau menteri tidak bisa mencapai target swasembada pangan, sebaiknya bagaimana? Petaninya kemudian menjawab, dimana jika tidak berhasil, Mentan diminta untuk segera mundur dari jabatannya," kata dia.
Itu artinya, demikian Resmono, target swasembada pangan yang telah ditetapkan Presiden Jokowi memang tidak main-main dan menjadi wajib untuk tercapai sesuai dengan target.
"Dan untuk mencapainya, tentu dibutuhkan dukungan semua pihak khusus Perhiptani," katanya. (mc)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…