Petak Umpet BNN dan Bandar Narkoba

Riau Book - "Mengapa lembaga yang menangani masalah narkoba dinamai Badan Narkotika Nasional? Dalam kamus bahasa Indonesia kalimat itu mengartikan bahwa badan tersebut justru melindungi hak-hak pengguna narkotika secara nasional. Harusnya diubah menjadi Badan Anti Narkoba atau BAN, kayaknya lebih pantas," demikian sentilan warga, di Pekanbaru, Riau.

Kritikan warga tersebut mengandung makna yang luas, Namun tidak lebih luas dari maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang faktanya tidak hanya menjangkau kota-kota besar, bahkan desa terpencil.

Tahun ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) menargetkan akan merehabilitasi 100 ribu pecandu dan penyalahguna narkotika dan obat-obatan berbahaya sesuai amanat Undang-Undang No.35/2009 tentang Narkotika.

"Target untuk tahun ini 100 ribu penyalahguna dan pecandu harus direhabilitasi. Ini juga sudah sesuai amanat undang-undang, bukan kebijakan BNN," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar di Surabaya.

Kemudian pada tahun depan, BNN menargetkan 200 ribu pecandu masuk ke fasilitas rehabilitasi dan selanjutnya akan meningkatkan target rehabilitasi pecandu sehingga bisa mencapai 400 ribu orang per tahun.

Maka kemudian timbul pertanyaan, bagaimana dengan target tangkapan untuk para pelaku pengedar barang haram itu?

Peredaran narkoba di Indonesia terkesan aneh bin ajaib. Yang terkuak dominan adalah pera pengguna. Mereka sesungguhnya hanyalah korban. Kiat dan pola yang dilakukan BBN terkesan lucu. Harusnya, jika ingin menumbangkan pohon, pangkas langsung dari akarnya. Ini justru berbalik, memaksa kerja keras dengan lebih dulu memangkas daun-daunnya yang pasti akan tumbuh kembali.

Agaknya, BNN dan para pengedar narkoba sejauh ini masih "bermain petak umpet". Tidak pernah selesai, meski pekarangan atas permainan tersebut sangat terbatas.

Semisal di Pekanbaru. Jelas, selama ini peradaran barang haram itu terokus pada tempat-tempat khusus. Semisal di lokasi hiburan malam dan tempat-tempat karaoke. BNN kerap menggerayangi lokasi-lokasi tersebut. Sudah ratusan pecandu narkoba diamankan. Anehnya hanya sebagian kecil yang direhabilitasi.

Terakhir, BNN Riau mengamankan sembilan orang terkait penyalahgunaan narkoba di Pekanbaru. "Seluruh penyalahguna narkoba adalah hasil dari razia yang kita gelar di sejumlah tempat hiburan malam," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan BNN Riau AKBP Haldun di Pekanbaru, Jumat (4/9/2015).

Dia menjelaskan seluruh pelaku yang diamankan pada Kamis malam (3/9/2015) tersebut tediri atas pengunjung dan pekerja pusat hiburan malam. Terdapat enam pusat hiburan malam yang disasar BNN Riau yakni Family Box Harapan Raya, Happy Puppu, Terminal 8, Sunrise Pub, Grand Lampion dan Pelangi Eksekutif. Sebelumnya telah banyak yang lainnya juga digerayang.

Dia mengatakan saat ini tren penyalahguna narkoba tidak hanya terkosentrasi di pusat hiburan malam besar di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut, namun menyebar ke pusat hiburan kelas kecil hingga menengah.

Untuk itu pihaknya mengatakan akan terus menggiatkan razia serupa guna meminimalisasi penyalahguna narkoba. Selanjutnya seluruh pelaku penyalahguna narkoba yang diamankan tersebut dilakukan "asesment" di BNN Riau.

"Tujuannya untuk mengetahui sejauhmana keterlibatan para pelaku dalam penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Ada tiga klasifikasi yakni pengguna awal, pecandu atau bahkan pengedar. Menurutnya jika pelaku diketahui merupakan pengedar maka pihaknya akan menerapkan sanksi pidana. Sayangnya, selama gencar dalam gelar razia itu, nyaris nihil pengedar yang diamankan. Permainan "petak umpet" masih berlanjut. (fzr)

foto

Terkait

Foto

Hukum Menyedihkan, Si Miskin Memilih Mati Menentang

Fakta menyedihkan tentang hukum di negeri ini. "Bukan cuma buta, namun tuli atas jeritan orang-orang benar yang tengah dalam kesusahan,"…

Foto

Wanita Mantan Ajudan, Diperkosa Kini Memperkosa

RiauBook - "Dulu saya seorang ajudan bupati di salah satu kabupaten di Riau. Namun semuanya hancur setelah peristiwa pemerkosaan menimpa…

Foto

Ini Cerita Cicak dan Buaya, Tidak Termasuk Semut

RiauBook - Seekor anak cicak baru saja dilahirkan belasan tahun silam. Beberapa waktu setelah cukup umur, dia bertanya pada ibunya:…

Foto

Padahal BPJS Bayar, Masyarakat Kurang Mampu Tetap Diarahkan ke Puskesmas

RiauBook.com - Kebijakan pemerintah berkaitan dengan kesehatan patut dipertanyakan. Selama ini masyarakat diminta untuk membayar iuran bulanan melalui program Jamainan…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan