Perdamaian Lintas Agama Menyatu dalam Bineka Tunggal Ika

SEPERTI dalam agama-agama Abrahamik lainnya, perdamaian adalah konsep dasar dalam pemikiran Islam. Istilah bahasa Arab "Islam" itu sendiri biasanya diterjemahkan sebagai "penyerahan" penyampaian hasrat kepada kehendak Allah. Ini berasal dari istilah aslama, yang berarti "menyerah" atau "mundur diri".

Islam adalah perdamaian, kalimat itu dibuktikan dengan aksi Super Damai ditanggal 2 Desember yang dikenal "212" yang dimotori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Aksi menuntut kasus penistaan agama diusut tuntas tersebut mendapat sorotan positif dari berbagai negara setelah jutaan umat melaksanakannya dengan super damai di seluruh nusantara. Tuguh Munas menjadi saksinya.

"Nyaris tak ada rumput yang rusak, tak ada sampah berserakan. Tak sebatang pohon pun tumbang," kata Tokoh GNPF-MUI Rizieq Shihab beberapa waktu setelah aksi itu digelar.

Segala sesuatu butuh perawatan, karena tidak ada yang konstan tanpa penjagaan. Berkesinambungan dalam tindakan, adalah upaya menjaga sebuah gerakan.

Kalau iman saja bisa naik dan turun, apalagi semangat Aksi Bela Islam, maka kesadaran inilah yang membuat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) meminta umat Islam Indonesia tetap merawat semangat Aksi Bela Islam dan persaudaraan kaum Muslimin setelah Aksi 212, demikian Rizieq.

Sebagai bagian dari upaya untuk merawat semangat itu, GNPF-MUI menggelar Safari Nasional dalam rangka silaturahmi di 34 provinsi dan juga Gerakan Shalat Subuh Berjamaah yang dimulai pada hari Senin, 12 Desember 2016.

Aksi ini kemudian disebut sebagai Gerakan 1212, yang bertepatan pula dengan Hari (Senin), tanggal (12), dan bulan (Rabi'ul Awal) kelahiran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam.

Aksi lanjutan ini juga mendapat sorotan positif dari berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengatakan kegiatan Shalat Subuh 1212 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 12 Desember 2016, merupakan awal dari gerakan revolusi umat muslim.

"‎Revolusi akan terus berjalan. Tapi revolusi ini adalah revolusi damai. Titik tonggaknya adalah salat Subuh berjaamah," kata Bachtiar dalam konferensi pers di Pusat Dakwah Islam Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Bachtiar meminta revolusi yang didengungkan oleh umat muslim dalam gerakan ini tidak diartikan negatif.

"‎Revolusi saya kira tidak terlalu seram didengar. Presiden Jokowi saja bilangnya revolusi mental‎," kata dia.

Buddha

Perdamaian, juga menjadi salah satu misi terdepan bagi agama lainnya, termasuk Buddha. Jo Priastana selaku Peneliti sekaligus Dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Sriwijaya menyampaikan. Upaya-upaya mewujudkan perdamaian perlu dilakukan dalam rangka menjauhkan penyelesaian masalah dari tindak kekerasan.

"Agama senantiasa mempelopori tindakan tanpa kekerasan dan membawa misi perdamaian bagi dunia," kata Priastana dikutip dari artikelbuddhis.

Demikian pula dengan agama Buddha yang cinta damai dan menjauhkan tindakan kekerasan. Pendiri agama Buddha, Siddharta Gautama dalam sejarah hidupnya, sejak kanak-kanak telah menolak tindakan kekerasan dan memelopori pembelaaan bagi kehidupan agar segenap makhluk tidak dikenai kekerasan.

Dikisahkan. Pada suatu musim semi, Pangeran Siddharta ketika sedang memperhatikan seorang petani sedang meluku sawahnya menyaksikan seekor burung menukik meluncur turun kemudian mematuk seekor cacing kecil yang lemah dari gumpalan tanah.

Setelah menyaksikan kejadian itu, Ia bertanya dalam hati: "Apakah semua makhluk, hidup saling membunuh antar sesamanya?"

Kisah angsa yang terpanah menceritakan bagaimana Siddharta memperjuangkan angsa yang terpanah untuk dapat dibebaskan dari klaim pemburu yang memanahnya.

Siddharta memperjuangkan kehidupan angsa yang terpanah meski melalui perdebatan dan sidang para tetua masa itu yang meyakini kebenaran kepemilikan angsa berada pada sang pemburu. Siddharta melakukan pembelaaan dan memenangkan kehidupan sang Angsa.

Pertapa Siddharta dalam upaya mencapai kebuddhaannya pun menyadari bahwa tindakan kekerasan itu hanya mendatangkan kesia-siaan. Ia sempat melakukan asketisme ektrem, namun akhirnya menyadari bahwa tindakannya itu tidak akan menuntunnya menjadi Budsha.

Kristen

Cara hidup yang teratur dalam sekelompok masyarakat beradab kuncinya adalah damai. Damai dalam konteks ini dimaknai sebagai keutuhan dan keselarasan dalam hubungan antar manusia maupun dengan lingkungan. Demikian ajaran Kristiani dikutip dari kolom khusus.

Perdamaian yang tercipta antara lain ditandai dengan kesepakatan akan berlakunya aturan perundangan atau aturan hukum yang harus ditaati bersama.

Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Pendeta (Pdt) Enida Girsang, MTh mengatakan, umat Kristen di Indonesia harus tetap mampu menjadi duta-duta perdamaian sekalipun masih sering menghadapi berbagai hambatan dalam menunaikan ibadah di berbagai daerah.

Umat Kristen kata dia, diharapkan mampu menghadapi sikap penolakan lingkungan dengan hati yang damai dan penuh pengampunan.

Sebagai pengikut Kristus, lanjutnya, umat Kristen perlu senantiasa memiliki budaya hidup damai, penuh kasih, pengampun dan peduli terhadap sesama.

"Budaya seperti itu menunjukkan bahwa nilai-nilai religius dan manusiawi yang ditunjukkan Kristus di kayu salib tetap hidup dalam jiwa setiap pengikut-Nya," kata Enida Girsang.

Hindu

Agama Hindu sebagai agama penerus Sanatana Dharma, dengan Pustaka Suci Veda sebagai pedoman perilaku dalam segala peri kehidupan penganutnya, memiliki nilai-nilai luhur (values) dalam menciptakan dan menumbuhkembangkan kedamaian di muka bumi.

Nilai-nilai yang dimaksudkan antara lain Ahimsa (tanpa kekerasan/tidak melakukan penyiksaan), Vasudeva Kutumbhakam (semua ciptaan-Nya bersaudara), Tat Twam Asi (Engkau adalah Aku), serta Tri Kaya Parisudha (Berpikir, Berkata, dan Berbuat yang baik dan benar).

Kemudian; Tri Hita Karana (Keselarasan antara Tuhan, Sesama manusia, dan Lingkungan), Satyam Siwam Sundaram (Kebenaran, Kebajikan, dan Keharmonisan), sarwa prani hitangkarah (semoga semua makhluk berbahagia), loka samasta sukhino bhawantu (semoga yang disini dan di seluruh alam semesta dalam keadaan bahagia), Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda-beda tetapi tetap satu), dan sebagainya. Salah satu mantram Veda terkait perintah untuk menjaga dan menumbuhkembangkan kedamaian adalah:

"Dyauh santir antariksam santih, Prthivi santir apah santir osadhayah santih, Vanaspatayah santir visve devah santih, Brahman santih sarvam santih, Santir eva santih sa ma santir edhi".

(Yajur Veda XXXVI.17)

Artinya:

Damailah di angkasa damai di antariksa (luar angkasa), damai di bumi damai di air damailah segala yang hidup.

Damai di hutan dan gunung, para Dewa memperoleh kedamaian. Tuhan Yang Maha Damai memberi kedamaian pada segalanya. Hanya kedamaian yang dapat menyatukan bukan yang lainnya.

Khonghucu

Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd dalam kolom di sebuah webside menuliskan, ajaran agama Khonghucu bersumber dari ajaran para nabi purba di Tiongkok yang dirumuskan dan disempurnakan oleh Nabi Khongcu (551- 479 SM).

Artinya, sebelum Nabi Khongcu lahir bahan ajaran "agama Khonghucu" itu sudah ada dan disebut Ru Jiao.

Nabi Khongcu menyebut diriNya sebagai pengikut agama Ru Jiao juga. Sebutan agama Khonghucu untuk agama Ru Jiao itu hanya di Indonesia karena para pegawai pemerintah kolonial Belanda tidak tahu sebutan Ru Jiao, mereka hanya tahu nama Nabi Khongcu atau Khonghucu.

Namun, sebutan agama Khonghucu sudah sangat dikenal di Indonesia, maka seterusnya tetap menjadi sebutan resmi di Indonesia. Dalam bahasa Tionghoa agama Khonghucu tetap disebut dengan Ru Jiao.

Xun Zi merumuskan ajaran Nabi Khongcu dalam bentuk ajaran yang praktis untuk membina masyarakat agar hidup rukun, damai, dan sejahtera. Ajaran Xun Zi ini besifat realistis positif. Semua orang dalam suatu negara.

Dengan demikian, maka ragam agama yang berpuluh atau bahkan ratusan tahun hidup rukun dan damai saling berdampingan di Bumi Ibu Pertiwi adalah bukti panutan agama.

Menyatu dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersemboyan "Bineka Tunggal Ika".

Penulis: Fazar.M

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Allah Berikan Hadiah Melalui Al-Maidah 51

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Kajian Ketatanegaraan Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Anggota MDI Kota Pekanbaru)Umat Muhammad itu…

Foto

Mar'ie Muhammad, Berpulangnya 'Mr. Clean'

Riau Book - Saya masih menyimpan foto dari upacara kecil tiga belas tahun lalu ini, akad nikah saya di pagi…

Foto

Saatnya Pejabat Profesional di OPD Baru

RENDAHNYA serapan anggaran belanja daerah Provinsi Riau dibawah 70 persen pada tahun 2015, 2016 sehingga mencatat silPa Rp 3 triliun…

Foto

Perginya George Junus Aditjondro

Riau Book - Perginya George Junus Adidjondro mengingatkan kembali tulisannya yang merangkai aneka fakta berjudul ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK TRAGEDI…

Foto

30 Jam Menanti Cahaya Listrik PLN, Padam Tak Berkesudahan

Riau Book - Pulau Kijang bagai kota mati, terlihat gelap gulita di malam hari. Ya ibukota dari Kecamatan Reteh (salah…

Foto

Mengupas Aksi 4 Desember: Sebuah Aksi Tandingan

Oleh: Wira Atma HajriSeusai aksi damai umat Islam tertanggal 2 Desember lalu, aksi lainpun tak ketinggalan yaitu parade budaya kita…

Foto

Ini Terkait Ahok, Hukum Adil Demi Persatuan Bangsa

Riau Book - Nusantara Bersatu yang digelar di Lapangan Blang Padang ini bertujuan untuk menjaga Nusantara tetap Bersatu, kita bangga…

Foto

Catatan Gagalnya Ketuk Palu APBD Riau Tahun 2017

Oleh : Bagus Santoso, anggota DPRD Provinsi RiauRabu, tanggal 23, minggu keempat bulan November, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama 4…

Foto

Islam dan Indonesia Butuh FPI

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang…

Foto

Kejamnya Politik, Semakin Tinggi Jabatan Bisa Berarti Meninggikan Tempat Jatuh!

Riau Book - Ade Komaruddin berencana tak hadir di rapat badan musyawarah pimpinan DPR dan fraksi yang digelar hari ini.…

Foto

Belajar Kedamaian Lewat Tari Kecak di Pulau Dewata

LEBIH 71 tahun umur bangsa ini, berbagai terpaan masalah telah dilalui, dan kini kembali dihadapkan dengan kondisi politik yang carut…

Foto

Musim Interupsi di Masa Septina Primawati

ADA dua hal yang perlu dicermati sekaligus juga menarik untuk disimak kalau membuka catatan sejak dilantiknya Septina Primawati sebagai ketua…

Foto

Opini - Mimpinya Kesejahteraan, Diskriminasi dalam Kenyataan

Riau Book - Di sebuah koran harian ternama pada tahun 2009, Kunjana Rahardi (2012) menulis sebuah artikel opini dengan tema…

Foto

Gajah Datang Bertarung, Pelanduk Mati Terjepit!

Riau Book - Gajah-gajah yang bertarung, pelanduk yang mati terjepit. Itulah nasib 63 pekerja pasukan oranye Jakarta Pusat yang dihukum…

Foto

Beda Jokowi dan Tito dengan Umar bin Khattab

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)"Wahai masyarakat! Orang-orang sebelum kita telah melakukan kekeliruan…

Foto

Pokir Buat Getir, Reses Bikin Stres

Oleh : Bagus Santoso(Anggota Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Riau, email: kang.bagus@gmail.com)ISTILAH Pokir (pokok pikiran) dan Reses yang…

Foto

Masih Ingat dengan Trio Macan 2000?

Riau Book - Pagi ini, membacai kabar-kabar yang melintas di lini masa dan grup-grup perbincangan whatsapp, sepertinya utak-atik dan mantera-mantera…

Foto

Setya Novanto Jadi Ketua DPR RI Lagi, Ingat!

Riau Book - Saat muncul kabar tentang Partai Golkar hendak memulihkan kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR, saya hanya bisa…

Foto

Donald Trump Ingin Bangun Markas di Bulan, Jokowi Masih Repot karena Ahok dan SBY

Riau Book - Presiden Amerika Serikat yang baru Donald Trump memiliki keinginan begitu tinggi, membangun markas di bulan, beralasan perubahan…

Foto

Islam dan Negara (2)

Oleh: Wira Atma Hajri, S.H., M.H.(Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau/Pengelola UIR Press)Untung ruginya perjuangan, harus dinilai dari untung ruginya…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan