RIAUBOOK.COM - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru belakangan ini mengalami peningkatan hebat. Untuk mencegah terjadi kasus serupa, perlu tindakan serius dan langkah konkrit dari instansi terkait. Lantas apa langkah pemerintah untuk mengatasi persoalan ini?.
Penjabat Wali Kota Pekanbaru, Edwar Sanger mencatat hingga akhir Maret initerdapat sebanyak 166 kasus DBD di Pekanbaru. Ia berharap Dinas Kesehatan dapat melakukan tindakan cepat terutama dalam upaya pencegahan.
"Kita harapkan Diskes dapat bereaksi cepat, tingkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan serta deteksi dini dan melakukan pengawasan yang inten," tegas Edwar di Pekanbaru.
Edwar juga meminta Diskes melakukan kegiatan etiomologi. Selain itu, menjalin komunikasi serta memberikan informasi kepada masyarakat sangat penting dilakukan.
"Kemudian melakukan survei penyakit menular dengan cepat, tepat, benar dan berkualitas. Melaksanakan komunikasi dan memberi informasi kepada masyarakat," jelasnya.
Ia juga mengimbau, apabila masyarakat menemukan adanya kasus DBD di lingkungan, segera melaporkan kepada Diskes Pekanbaru.
"Laporkan ke bidang pengendalian dan pencegahan penyakit. Hal ini kita harapkan siaga cepat dari pada aparatur kesehatan yang berada dilapangan," tuturnya.
Data Diskes mencatat hingga minggu ke 11 pada 2017 total kasus DBD di Pekanbaru mencapai 166 kasus. Sebelumnya kasus DBD hanya 149 kasus. Kasus terbanyak berada di Kecamatan Bukit Raya yaitu 37 kasus. (RB/Vera)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…