RIAUBOOK.COM - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Herman SE menjamin ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan maupun selama Idulfitri tercukupi.
Kata dia, engusaha atau distributor bahan pokok rumah tangga tersebut sejauh ini telah menyediakan persediaan barang dari berbagai jenis untuk kebutuhan selama bulan puasa maupun hari raya jauh melebihi kebutuhan normal.
"Pengusaha membuat stok barang hingga 150 persen dari biasanya. Sehingga kita bisa mengatakan tidak akan terjadi kekurangan bahan makanan atau kebutuhan pokok masyarakat selama bulan ramadhan,maupun memasuki hari raya," kata Kadis Perindag Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Perdagangan Suardi, di hadapan Wakil Bupati Said Hasyim, saat menggelar rapat koordinasi persiapan menyambut ramadhan dan idulfitri di Selatpanjang Rabu (10/5/17)
Suardi menjelaskan, pihaknya tidak hanya mendengar pengakuan para distributor sembako saja, melainkan melihat langsung keberadaan berbagai bahan pokok tersebut ke gudang-gudang yang ada di kota Selatpanjang.
"Stock sengaja dinaikan oleh para distributor untuk mengantisipasi kekurangan atau guna mengimbangi peningkatan permintaan barang menghadapi hari raya keagamaan seperti ini," kata Suardi.
Sementara itu pihak MUI menginformasikan, akan membantu Pemda untuk memantau bahan makanan yang dijual di berbagai tempat penjualan, terutama di swalayan. Apakah masih layak dikonsumsi dan mengantongi label halal.
Satu hal lagi yang disampaikan MUI terkait laporan para pengusaha swalayan dan hotel yang tidak memberikan kesempatan kepada karyawan muslimnya untuk melaksanakan ibadah sholat.
Isu ini turut menjadi perhatian serius dari Wakil Bupati untuk itu ia meminta instansi terkait mengumpulkan pihak hotel dan swalayan untuk mensosialisasikan hal itu meskipun saat ini masih berjalan dengan baik.
Wakil Bupati juga meminta Instasi terkait dalam hal ini Disperindag Meranti untuk segera berkoordinasi dengan Balai POM Pekanbaru untuk memastikan kode makanan apa saja yang tidak halal yang dijual bebas di pasaran.
Untuk itu lanjut Said, Disperindag diminta agar segera berkoordinasi dengan Balai  POM terutama terkait makanan yang mengandung lemak babi sesuai dengan kode yang ada di makanan itu. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…