RIAUBOOK.COM - Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, saat ini kian menjerit, karena kondisi perekonomian secara makro nyaris terhenti.
"Tidak adanya kucuran dana dari pemerintah kabupaten yang bergulir sebagaimana biasa, kian memperburuk kondisi perekonomian di Kepulauan Meranti," kata Syahrul, seorang warga yang berdomisili di Kelurahan Selatpanjang Barat, kepada RIAUBOOK.COM di Selatpanjang, Jumat (12/5/2017).
Sedangkan PNS saja kata dia menjerit, apalagi tenaga honorer dan bahkan masyarakat yang hanya mengandalkan kucuran dana dari pemerintah daerah itu.
"Hal ini semakin memperburuk situasi ekonomi masyarakat, terutama untuk warga golongan ekonomi menengah ke bawah," kata dia.
Syahrul mengakui, kondisi ekonomi masyarakat Meranti mengalami kesulitan sejak tahun 2016 lalu. Bahkan menjelang akhir tahun 2015, kesulitan tersebut sudah mulai terasa.
Hingga memasuki pertengahan tahun 2017 ini, lanjut dia, keadaan perekonomian masyarakat justru semakin parah. Kesulitan tersebut sangat menghimpit pertumbuhan eknomi yang sangat lamban.
Untuk itu sebut Syahrul, mengatasi persolan ini, setidaknya pemerintah kabupaten melakukan tindakan nyata. Berupa pengadaan sembako murah bagi ribuan warga yang benar-benar membutuhkannya.
"Ini harus dilakukan pemerintah, untuk memberikan sedikit kelonggaran bagi masyarakat yang benar-benar mengalami kesulitan," katanya.
Adakalanya mengadakan beras, gula dan minyak goreng dengan harga dibawah pasar, katanya lagi.
Kalau perlu, ia menambahkan, subsidi langsung dengan memberikan kupon kepada keluarga miskin tersebut.
"Pendataan dilakukan melalui RT masing-masing sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah," kata Syahrul.
Ia menambahkan, hampir 3 tahun belakangan ini, masyarakat secara umumnya mengalami kesulitan ekonomi. Dan jika tidak ada kebijakan strategis yang akan dilakukan pemerintah, maka sangat dikhawatirkan akan terjadi peningkatan angka kejahatan di tegah masyarakat.
Sebelum hal itu terjadi, kata dia, pemerintah harus tanggap, terutama dalam memasuki bulan puasa sebentar lagi dan disusul dengan penyambutan perayaan Idulfitri, kondisi tersebut sudah pasti akan lebih mengkhawatirkan lagi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti H.Herman SE, MT menjawab RIAUBOOK.COM lewat ponselnya mengatakan, sejauh ini belum ada perintah dari atasan untuk melakukan semacam operasi pasar.
Namun kata Herman, pihaknya akan melakukan tindakan setelah melihat kondisi pasar jika memang diharuskan akan diupayakan.
Sejauh ini lanjut dia, pihaknya masih melakukan monitoring di lapangan sambil berkomunikasi aktif dengan para distributor.
"Sehingga kita harapkan tidak akan sampai terjadi kelangkaan atau peningkatan harga bahan sembako diluar kewajaran," katanya.
"Namun jika memang tetap terjadi kelangkaan, maka kita akan lakukan apa yang patut kita lakukan," Herman menambahkan.(RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…