Untung dan 'Buntung' Proyek Limbah Chevron

RIAUBOOK.COM - Jauh sebelum Indonesia merdeka, Chevron Pacific Indonesia (CPI) sudah berjelajah, menggali isi perut bumi Ibu Pertiwi demi sumber energi untuk menguatkan ekonomi sebuah negara adikuasa.

Tepatnya ditahun 1924, perusahaan Standard Oil Company of California (Socal) dan Texas Oil Company (Texaco) membentuk sebuah perusahaan patungan di daerah Sumatera, bernama N.V. Nederlandsche Pacific Petroleum Maatschappij atau NPPM.

Hingga kini, perusahaan raksasa itu tak habis dimakan zaman dan tak lekang oleh waktu, melampaui era Orde Lama, Orde Baru, hingga masa reformasi dengan terus menggali setiap jengkal isi perut bumi yang kini menjadi sumber energi utama negeri.

Provinsi Riau menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran perusahaan tersebut dalam eksplorasi untuk kemudian mengeksploitasi migas dengan sistem bagi hasil.

rb

Demonstrasi tolak PKI di areal Chevron dizaman Orde Lama.

Selama lebih 92 tahun, dan pada awal zaman kemerdekaan hingga memasuki era Orde Baru, Chevron dianggap sebagai perusahaan yang berperan dalam pembangunan dan pembentukan kota-kota di Sumatera khususnya Riau.

Sejarah itu ditandai berdirinya pompa angguk pertama di Minas, Kabupaten Siak, dan terpampangnya pipa-pipa besar di nyaris sepanjang jalan yang menghubungkan 'Kota Madani' dengan kota-kota lain penghasil migas, termasuk Rokan Hilir, Kampar, dan lainnya. Hingga kini.

Saat ini Chevron berada dipenghujung jalan, sumber-sumber migas tak lagi potensial seiring tak stabilnya harga minyak dunia dan terus menurunnya hasil migas di Riau.

Perusahaan itu pun kini sedang gencar melakukan pemulihan terhadap sejumlah kawasan yang terpapar minyak. Sayangnya, kegiatan yang harusnya menjadi tanggung jawab perusahaan itu justru harus dibebankan ke biaya "cost recovery" atau pengembalian biaya operasi migas.

Capai Belasan Triliun Pertahun

Hasil penelusuran RiauBook.com, kebutuhan dana untuk menjalankan 'proyek limbah' Chevron tersebut membutuhkan dana yang fantastis, mencapai Rp12 triliun setiap tahunnya.

rb

Dokumen Chevron melakukan pemulihan tanah terpapar minyak tanpa persetujuan pemerintah menggunakan dana cost recovery.

Nilai yang fantastis itu kemudian dikecam banyak pihak, terlebih dana tersebut bukan untuk kegiatan pokok dalam meningkatkan pendapatan migas, melainkan untuk proyek limbah perusahaan yang harusnya menjadi tanggung jawab Chevron.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun lalu lantas meminta Plt Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan untuk memperketat pengawasan penggunaan dana cost recovery, terutama oleh PT Chevron Pacific Indonesia.

"Perusahaan tersebut membebankan biaya evaluasi tanah yang terkontaminasi minyak di Riau mencapai Rp 12 triliun per tahun," katanya.

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha tanah tersebut selanjutnya dijual oleh Chevron kepada anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

"Oleh pabrik semen itu dijadikan feed stock, bisa menjadi bahan bakar pengganti batu bara. Tetapi dia sekaligus bisa menjadi adukan dalam semen. Atau campuran semen," katanya lagi.

Senior Vice President Policy, Government, and Public Affair PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Yanto Sianipar yang dihubungi RiauBook.com membenarkan adanya proses pengantaran tanah terpapar minyak (TTM) ke perusahaan semen.

rb

Yanto Sianipar

Namun dia membantah jika menjualnya, justru negara harus mengeluarkan biaya untuk pengantaran. Lagi-lagi menggunakan dana 'cost recovery'.

"Tentu ada biayalah ya, semuanya membutuhkan biaya, karena itu sudah ada perjanjian dengan pabrik semennya," kata petinggi Chevron itu, singkat.

Dari data yang diterima RiauBook.com pada 2016, Chevron telah menjalankan proyek pemulihan tanah terkontaminasi minyak di sejumlah titik dengan luas tanah yang terpapar mencapai lebih 5 juta meter kubik.

Proyek yang sudah dijalankan beberapa tahun itu dikabarkan memakan biaya triliunan rupiah yang dibebankan pada 'cost recovery' dan diburu untuk tuntas sebelum berakhirnya kontrak lima tahun ke depan.

Legislator pusat mengungkap Chevron juga menjual tanah terkontaminasi minyak tersebut ke Perusahaan Semen Padang, namun belakangan Wakil Ketua DPRD Riau mengungkap justru TTM tersebut turut menjadi beban operasi.

"Mengenai kabar yang katanya Chevron menjual tanah terkontaminasi minyak, itu tidak benar. Karena yang saya ketahui, Chevron justru membayarnya," kata legislator Riau, Noviwaldy.

Sebelumnya sejumlah pihak turut menyayangkan adanya beban biaya operasi yang begitu tinggi di luar produksi migas.

Kondisi tersebut dilema, ketika pemerintah dibebankan utang untuk menutupi defisit APBN senilai Rp12 triliun (2016), Chevron diduga justru 'membengkakkan' beban operasional pemulihan tanah terpapar minyak lewat 'cost recovery' senilai sama, Rp12 triliun.

Data yang diterima, Chevron memohon dukungan pemerintah untuk melanjutkan proses persetujuan alternatif teknologi yang telah diajukan dengan mempertimbangkan kapasitas dan waktu yang mendesak. Termasuk sudah menghadap Gubernur Riau.

rb

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat menerima pimpinan Chevron. (dok: Humas Riau)

Sebelumnya Chevron dikabarkan juga telah mendiskusikan alternatif technologi yang akan dipergunakan untuk melakukan pembersihan lahan dan pengelolaan tanah terpapar minyak (HIS) yang diinformasikan nilainya mencapai ratusan miliar.

Chevron juga mengajukan beberapa alternatif teknologi lainnya dengan pertimbangan kapasitas, seperti SBF, Landfarming, Windrowing, TDU yang keseluruhannya masuk ke 'cost recovery'.

Ironinya, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan rekomendasi atas rencana tersebut dengan alasan sebagai alternatif pemanfaatan tanah terpapar minyak.

90 Tahun Tak Transparan

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau mengungkap selama 90 tahun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) tidak pernah mengedepankan transparansi atau tertutup dalam pengelolaan cost recovery.

"Dan persoalan ini tidak lepas dari buruknya tata kelola sektor migas di Indonesia khususnya Riau," kata Koordinator FITRA Riau, Usman (dok RiauBook.com).

Ia mengatakan, sistem tak transparan atau tertutup dan tidak mengedepankan transparansi publik inilah yang kemudian memunculkan banyak indikasi penyalahgunaan cost recovery.

Ketika terjadi hal-hal yang bersifat permainan sepihak, demikian Usman, perusahaan dan pemerintah tidak pernah melibatkan publik hingga luput dari pengawasan.

Tak Betul

Setiap pelaku usaha selalu mencari celah untuk dapat menguasai sumber daya alam yang berlimpah, termasuk cela ketika para pejabatnya gampang disuap dengan lembaran rupiah.

"Negara ini memang sudah tidak betul, jika sudah demikian pelaku usaha mana yang tidak akan memanfaatkan hal seperti ini, adalah pelaku usaha yang bodoh," kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Riau (UIR) Edyanus Herman Halim dalam dokumen RiauBook.com 2016.

Apalagi, lanjut dia, adanya mafia-mafia migas, mereka yang mau disogok dan tentu akan sangat merugikan negara.

Pernyataan Edyanus menanggapi persoalan cost recovery Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) termasuk PT Chevron Pacific Indonesia yang selama 90 tahun dilaksanakan secara tertutup tanpa diketahui publik.

rb

"Ini adalah kesalahan pemerintah," katanya lagi.

Jadi, demikian Edyanus, zaman dahulu ketika masa Presiden Soeharto, pejabat main golf saja di biayai lewat cost recovery.

"Dan yang mengawasi cost recovery itukan pemerintah. Chevron dan KKKS lainnya mengusulkan ke pemerintah, dan yang menyetujui adalah pemerintah, Kementerian ESDM dan BP Migas (saat ini SKK Migas). Jika demikian siapa yang salah," katanya.

Sementara itu menurut penelusuran dan mengutip data resmi SKK Migas yang dirilis awal Januari 2016, rerata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sepanjang 2015 tercatat berada di angka US$51,21 per barel atau 85,4 persen dari asumsi APBNP yang dipatok di kisaran US$60 per barel. Tahun 2016 kondisinya lebih buruk.

Dengan realisasi tersebut, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor migas 2015 hanya menyentuh angka US$12,86 miliar atau 85,8 persen dibandingkan target PNBP migas tahun lalu yang ditargetkan mencapai US$14,99 miliar. Kondisi tahun 2016 tak jauh beda.

Hal tersebut miris, di saat penerimaan negara dari migas anjlok, biaya yang harus diganti pemerintah untuk eksplorasi dan produksi kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) justru mencapai US$13,9 miliar, atau lebih besar US$1,04 miliar dari PNBP migas di tahun yang sama.

Menanggapi hal tersebut, Edyanus menyatakan, penyebab minusnya pendapatan migas karena harga minyak dunia yang anjlok, terlebih beban operasi tak berkurang.

"Dolar sudah menembus Rp12 ribu, sementara seluruh kebutuhan peralatan industri migas adalah impor sehingga cost-nya menjadi tinggi dan pendapatan menjadi kecil bahkan minus," katanya.

Ia katakan, sebelumnya sudah sempat pemerintah diingatkan akan kondisi yang buruk pada industri migas, dan hal-hal demikian sudah diprediksi bakal terjadi.

"Dari dulu kami sudah meminta pemerintah untuk tidak lagi ketergantungan pada industri migas. Dari dulu kami juga sudah meminta untuk beralih ke industri kredibel, bukan lagi migas, yakni industri yang memang layak untuk dipasarkan," kata Edyanus.

Menurut dia, industri yang kredibel adalah industri yang mengikuti perkembangan.

"Masakan buat peniti saja kita tak pandai," katanya.

***Fazar*** (RB)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Ramadan Harga Sembako Semakin Tinggi, Apa Saran Pemerintah

RIAUBOOK.COM - Kenaikan harga bahan pokok disaat-saat bulan Ramadan sudah merupakan hal rutin terjadi seriap tahunnya dan hampir merata menimpa…

Foto

Bank Riau Kepri Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu di Tanjung Pinang

RIAUBOOK.COM - Bank Riau Kepri (BRK) melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan seluruh pegawai serta pensiunan BRK wilayah Kepulauan Riau…

Foto

Minimarket Bakal Dibatasi, ini Penjelasan Menteri Darmin

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka mendorong kebijakan pemerataan ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan rencana untuk pembatasan minimarket (convenience…

Foto

Wow! Ramadhan Kali ini, Orang Indonesia Butuh Duit Tunai Rp 167 Triliun

RIAUBOOK.COM - Dibandingkan tahun lalu, total kebutuhan uang tunai ini selama Ramadan sampai Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat. Bank Indonesia…

Foto

Pemerintah Pusat Alokasikan Dana Peremajaan Sawit 22 Ribu Hektare, Siak Harus Ambil Kesempatan

RIAUBOOK.COM - Mengantongi informasi penting yang mesti di sampaikan kepada petani kelapa sawit, Bupati Siak H. Syamsuar lakukan Sosialisasi Kegiatan…

Foto

Buka Puasa Bersama TP-PKK, Ini Kata Bupati Kampar

RIAUBOOK.COM - Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar harus bisa berbaur dan dirasakan keberadaannya oleh masyarakat dengan melaksanakan berbagai kegiatan…

Foto

Pedagang Daging Minta Pemerintah Lakukan Hal ini, Jika Tidak Mau Masyarakat Dumai Menjerit

RIAUBOOK.COM - Pedagang mengaku tidak ingin menjual daging sapi dengan harga selangit, pemerintah kota Dumai juga harus melakukan hal ini…

Foto

Ini Jenis Perhiasan Perak yang Diminati Warga Dumai Menjelang Hari Raya Idul Fitri

RIAUBOOK.COM - Peminat perhiasan yang terbuat dari perak ternyata sangat tinggi di kota Dumai, bahkan logam jenis tersebut terjangkau untuk…

Foto

Saat ini, Harga Perhiasan Emas Kembali Mengalami Kenaikan

RIAUBOOK.COM- Malam ini harga perhiasan emas kembali mengalami kenaikan, pergeseran emas dunia terjadi dalam satu jam setiap harinya.Dikutip dari laman…

Foto

Di Dumai Penjualan Perhiasan Perak Meroket pada Bulan Ramadan

RIAUBOOK.COM - Logam yang satu ini memiliki harga yang masih stabil, perhiasan yang terbuat dari perak masih menjadi buruan warga…

Foto

Nasri FE: Pengusaha Harus Berikan THR sesuai Dengan Ketentuan.

RIAUBOOK.COM - Mengingat Hari Raya Idul Fitri 1438 H sudah semakin dekat, untuk itu Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pelalawan…

Foto

Kenaikan Tarif Listrik Penyebab Inflasi di Riau, Ini Besarannya

RIAUBOOK.COM - Badan Pusat Statistik Provinsi Riau merilis Riau alami inflasi sebesar 0,16 persen pada bulan Mei 2017. Penyebab inflasi…

Foto

Tarik Minat Masyarakat Pekanbaru, Ini yang Dilakukan Agung Toyota Soekarno-Hatta

‎RIAUBOOK.COM - Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Agung Toyota Soekarno Hatta Pekanbaru memberikan promo diskon besar-besaran kepada customer yang ingin…

Foto

Nasib Guru Bantu Riau, 5 Bulan Tak Gajian Terpaksa jadi Tukang Ojek

RIAUBOOK.COM - Seorang warga Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Sunardi, mengaku sebagai guru bantu Provinsi Riau yang mengajar di SD 65,…

Foto

Syamsuar: Budidaya Lele Bioflok Bisa Dikembangkan di Kampung-kampung

RIAUBOOK.COM - Sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Siak, dalam merespon kegiatan masyarakat dalam mendukung usaha ekonomi kerakyatan, Bupati…

Foto

Wujudkan Mimpi Mudik Ramadhan dengan Angsuran Murah dari Datsun Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Ingin mudik Ramadhan dengan mobil baru, Datsun Pekanbaru memberikan peluang serta kesempatan kepada seluruh masyarakat Pekanbaru, Riau…

Foto

Duh, Kini Pendapatan Pajak Rokok Riau Rp110 Miliar, Lebih Besar Dibanding DBH Migas yang Cuma Rp96 Miliar

RIAUBOOK.COM - Perokok di Riau terbukti telah turut menyumbang untuk pembangunan di daerah ini, namun kabar yang didapat bukan untuk…

Foto

Nikmati Keberkahan 'Kampoeng Ramadan' di Labersa Hotel, Serasa di Kampung Benaran

RIAUBOOK.COM - Labersa Grand Hotel dan Convention Center Pekanbaru memiliki konsep yang unik dan berbeda pada Ramadan 1438 H ini.…

Foto

Peringatan Bagi Pengusaha di Inhu, Bayarkan THR Karyawan 7 Hari Sebelum Lebaran

RIAUBOOK.COM - Sesuai pasal 5 ayat 4 UU Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya bahwa perusahaan yang mempekerjakan…

Foto

Iklan Baris Jitu (Otomotif, Properti, Lowongan Pekerjaan, Serba-serbi)

Jual RumahDijual 1 unit rumah di Jl. Ronggowarsito No.67 Pekanbaru, luas tanah 425 m2, SHM, di depan rumah dinas wakil…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan