Ketua KPK Agus Rahardjo (foto: merdeka)

Selasa, 13 Juni 2017 - 11:24 WIB 2860000

KPK Tanya Kesanggupan Polisi Ungkap Penyiraman Air Keras ke Novel

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak kunjung kelihatan titik terangnya.

Untuk itu, KPK akan menanyakan kesanggupan Polda Metro Jaya dalam menangani kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Makanya kita monitor terus, nanti ada pertemuan kedua dengan Polda, kita tanya kesanggupannya. Kalau tidak sanggup ya ke Mabes. Kita juga menanyakan apakah penyelidik kita juga apa bisa bergabung," kata Ketua KPK Agus Rahardjo seperti dilansir Antara, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Terkait perkembangan kondisi kesehatan Novel Baswedan, dia mengatakan, mata kirinya masih belum menggembirakan namun usaha tetap akan diberikan. Ia juga menyatakan pihak penyidik Polda sendiri sudah meminta izin untuk memeriksa Novel. "Tapi kita belum izinkan," katanya.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua pria tidak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani salat subuh pada Selasa (11/4/2017) pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

Petugas kepolisian sempat mengamankan empat orang yang dicurigai terlibat kekerasan terhadap Novel berinisial M, H, AL dan N alias N.

Namun polisi melepaskan keempat orang itu karena tidak cukup bukti terlibat aksi teror kepada penyidik senior KPK tersebut. (ant)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Hary Tanoe Diperiksa Polisi Terkait 'SMS Gelap'

Senin, 12 Juni 2017 - 10:40 WIB

Akhirnya...Banding Vonis Ahok Resmi Dicabut

Kamis, 08 Juni 2017 - 19:56 WIB

Humas Polda Riau Sambangi RIAUBOOK.COM

Selasa, 06 Juni 2017 - 11:18 WIB

Persekusi, Karena 'Olok-olok' Ormas

Minggu, 04 Juni 2017 - 12:52 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia