RIAUBOOK.COM - Ritel perbelanjaan yang cukup besar saat ini di Indonesia Indo Maret diduga tidak siap dalam melempar program ketengah masyarakat.
Hal ini terbukti dengan tidak diterimanya Voucer belanja Rp 25 Ribu Rupiah yang mereka berikan kepada masyarakat saat akan digunakan disetiap ritel Indo Maret ditolak karyawannya.
Kejadian yang dialami beberapa warga Pangkalan Kerinci yang mendapat Voucer tersebut dari Ritel Indo Maret merasa sangat kecewa dengan promosi maupun program Indo Maret tersebut.
"Iya pak, ini voucer saya dapat dari Indo Maret. Saat ditukarkan ternyata tidak bisa padahal saya sudah belanja sebanyak voucer tersebut," ujar seorang wanita yang enggan dituliskan namanya pada Riaubook.com, di sebuah ritel Indo Maret Pangkalan Kerinci, Kamis (23/06/2017) kemarin.
Menurut wanita ini, dirinya sangat senang saat menerima voucer tersebut. "Ternyata hal itu membuat saya harus membelanjakan uang keperluan lain sehingga menambah pengeluaran hanya karena voucer yang tidak dapat digunakan," katanya dengan raut wajah kecewa.
Pegawai Indo Maret yang lagi bertugas terkait penolakan viucer tersebut menyebutkan bahwa mereka belum dapat melaksanakannya karena belum adanya jaringan yang mendukung untuk hal itu di Pangakaln Kerinci. "Belum bisa pak, karena kita belum dapat petunjuk penggunaanya," ujarnya dengan sedikit kerakutan.
Menejer Ritel Indo Maret, Jalan Pemda Pangkalan Kerinci, yang diduga tidak mempunyai ijin dan kebal hukum, Simbodo saat dihubungi beberapa kali melalui sambungan telepon selulernya terkait persoalan voucer dan perizinan yang belum ada tidak mau menjawab. [RB/ton].
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…