ilustrasi

Sabtu, 08 Juli 2017 - 14:30 WIB 25790000

Untuk Foya-foya, Pasutri ini Tilap Uang Kantor Hingga Rp 25 Miliar

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Demi mendapatkan kekayaan dan hidup mewah, pasangan suami istri (pasutri) di Kalimantan Timur (Kaltim) ini harus berurusan dengan polisi. Leni Nursanti (29) dan Jefriansyah (27), diduga foya-foya menggunakan uang hasil penggelapan dari perusahaan.

Leni merupakan salah satu kasir di diler Daihatsu PT Sumber Mulia Auto di Samarinda. Ia dipercaya memegang kasir dari April 2015 hingga Desember 2016, dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan.

Namun dengan kekayaannya saat ini, ia diduga menilep uang hasil penjualan mobil di perusahaan tempatnya bekerja. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 25 miliar.

Uang itu diberikan pada Jefri, sang suami, untuk dibelikan mobil dan menjual kembali mobil itu. Mereka juga membeli aset, diantaranya dua rumah seharga Rp 750 juta-800 juta per rumah.

Lalu mereka membeli beberapa mobil mewah, seperti Mercedes Benz seharga Rp 825 juta, Toyota Fortuner Rp 563 juta, Daihatsu C-Open Rp 460 juta, Peugeuot CRZ Rp 705 juta, Ford Focus Rp 400 juta, dan mobil-mobil yang berada di kisaran harga Rp 120 juta-250 juta.

"Bahkan, mereka juga membeli motor balap jenis motosport merek Yamaha R1M seharga Rp 812 juta. Polisi menyita seluruh aset mereka itu. Nilainya Rp 9 miliar," Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin, Jumat (7/7/2017).

Selain itu, uang hasil penilapan juga diputar menjadi bisnis sampingan peternakan ayam. Deny R (27), adik kandung Leni, juga terlibat dalam memutar uang tersebut.

"Mereka menutupi seolah mendapat uang dari hasil pekerjaan yang lain. Karena iitu, mereka kena pasal pencucian uang," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi, Yustan Alpiani.

Selama diperiksa, keduanya terlihat tenang. Mereka pun tidak bersedia menjawab pertanyaan apapun.

"Pelaku kita amankan 3 orang ini. Satunya (Deny) sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dua lagi akan segera menyusul," ujar Safaruddin.

Leni dkk kini dijerat pasal 374 KUHP, 378 KUHP dan Undang-undang TPPU dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara. (RB/kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
muhardi

Berita Terkini

Proyek MRT Digugat Warga Senilai Rp 1 Miliar

Jumat, 07 Juli 2017 - 09:33 WIB

Imigrasi Belum Cabut Pasport Habib Rizieq

Rabu, 05 Juli 2017 - 15:08 WIB

Hary Tanoe Akan Diperiksa sebagai Tersangka

Senin, 03 Juli 2017 - 12:57 WIB

Gelar Halalbihalal, Begini Pesan Kapolda Riau

Senin, 03 Juli 2017 - 11:10 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 377 Kg Ganja Asal Aceh

Minggu, 02 Juli 2017 - 20:15 WIB

Pengamanan Sekitar Polresta Pekanbaru Ditingkatkan

Minggu, 02 Juli 2017 - 09:06 WIB

Pedagang Jus dan Rokok Tusuk Polisi hingga Tewas

Minggu, 25 Juni 2017 - 16:50 WIB

Teror Terhadap Polisi, 'Serangan Masih Tetap Ada'

Minggu, 25 Juni 2017 - 11:34 WIB

Benarkah Hary Tanoe Sudah Jadi Tersangka?

Kamis, 22 Juni 2017 - 12:31 WIB

Ditolak Cipinang, Ahok Dikembalikan ke Mako Brimob

Kamis, 22 Juni 2017 - 10:37 WIB

Miryam: Saya Ditekan KPK, Jangan Dibolak-balik!

Rabu, 21 Juni 2017 - 19:18 WIB

Siapkan 40 Halaman Eksepsi, Buni Yani Sindir Jaksa

Selasa, 20 Juni 2017 - 16:38 WIB

Jelang Lebaran, Ini Pesan Kapolres Siak ke Pemudik

Selasa, 20 Juni 2017 - 06:38 WIB