Proyek hotel gantung di Gunung Parang, Purwakarta (foto: facebook)

Sabtu, 08 Juli 2017 - 21:25 WIB 5320000

Keren! Indonesia Punya Hotel Gantung Pertama se-Asia

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Skylodge alias hotel gantung pertama kali di dunia terletak di Peru. Hotel gantung tersebut berada pada dinding tebing dengan ketinggian sekitar 122 meter di atas permukaan tanah.

Namun kini, fasilitas yang sama bakal bisa dinikmati di Indonesia. Operator aktivitas outdoor di Badega, Gunung Parang tengah membuat "hotel gantung" di sisi tebing Gunung Parang, Purwakarta.

"Gunung Parang kini dilengkapi dengan hotel bergantung untuk para pengunjung yang mencintai tantangan. Tahap awal hotel atau resort yang tergantung di atas gunung tersebut ada 10 unit terlebih dahulu. Di dalamnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel biasanya," kata Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Jumat (7/7/2017).

Ketinggiannya melebihi hotel gantung di Peru, yakni 400-900 meter. Sehingga bisa dipastikan sebagai hotel gantung tertinggi di dunia.

"Hotel gantung ini berada di ketinggian 400-900 meter, sepertinya di Asia belum ada. Hanya di Peru yang terkenal," ujar Dedi Mulyadi.

Gunung Parang tentu sudah santer terdengar di telinga para pemanjat tebing Indonesia maupun mancanegara.

Jika dilihat sleeping capsules di Peru berada di ketinggian 400 kaki, atau sama dengan 122 meter. Di Gunung Parang, hotel gantung ini memiliki ketinggian 400-900 meter. Bisa dipastikan merupakan hotel gantung yang tertinggi di dunia untuk saat ini.

Hotel yang digagas sejak tahun 2014 ini akan diberi nama Pajajaran Anyar. Gagasan tersebut muncul dari masyarakat penggiat panjat tebing sekaligus operator via ferrata, Badega Gunung Parang, dan tentunya Bupati Purwakarta.

"Ide awalnya adalah kita ingin ada hunian atau penginapan di dinding Gunung Parang, dan setelah melihat dan mengkajinya ternyata ada contoh di Peru, maka kita ambil ide seperti di Peru dengan beberapa perbaikan desain," ujar Dhani Daelami selaku penggagas operator Badega Gunung Parang dikutip dari KompasTravel.

Dalam pembangunannya, masyarakat penggiat panjat tebing dari Badega Gunung Parang dibantu tim arsitek ARCTech dan profesional ahli. Mereka juga mengalkulasi bagian-bagian rumit antara desain, berat, dan kekuatan bangunan ini.

Dhani mengatakan nantinya akan ada 11 ruangan yang dibangun menggantung di sisi tebing Tower 3 Gunung Parang. Seluruhnya tersebar di rute via ferrata, dan beberapa titik yang eksotis di sana.

Sebelas skylodge itu pun memiliki ketinggian yang berbeda-beda, mulai 400 meter (terendah dan termurah), hingga di ketinggian 900 meter dengan harga kamar termahal.

"Insya Allah jika semuanya lancar maka akhir September semua sudah jadi, dan Oktober sudah bisa dipakai," sahut Dhani.

Menariknya, hingga saat ini yakni awal Juli, sudah ada sekitar 100 pemesan dari wisatawan asing maupun dalam negeri. Pihak pengelola pun segera membatasi, khawatir over kuota.

Sebelum beroperasi, hotel tersebut akan masuk tahap pengecekan dan uji coba terlebih dahulu di akhir September. Hotel ini memiliki keamanan berstandar internasional layaknya seperti hotel bergantung di Peru, Amerika Selatan.

Setiap ruangan kamar hotel dibangun dari rangka besi dan ditempelkan dengan alat khusus ke batu andesit gunung tersebut. Lokasi ketinggiannya berbeda-beda dan paling mahal harganya nantinya ruangan yang berada di lokasi paling tinggi.

Hotel berbentuk kapsul ini berukuran 2,5 x 6 meter — 8 meter, dengan kapasitas dua hingga lima orang. Namun, pengelola merekomendasikannya hanya sampai empat orang dewasa. (RB/kcm)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Ini Cara Unik Gubri Kenalkan Pasar Bawah

Jumat, 07 Juli 2017 - 09:32 WIB

700 Peserta OSN Kunjungi Candi Muara Takus

Kamis, 06 Juli 2017 - 19:46 WIB

Pantai Muara Lasak Padang yang Kotor, Banyak Beling

Selasa, 04 Juli 2017 - 21:44 WIB

Maskapai ini akan Hilangkan Kursi Pesawat

Selasa, 04 Juli 2017 - 11:05 WIB

Pulang Kampung, Obama Piknik ke Bali dan Jogja

Sabtu, 24 Juni 2017 - 05:47 WIB

Balimau Kasai, Wisata Kampar Jelang Ramadan

Jumat, 09 Juni 2017 - 12:22 WIB

Danau Wisata Tanjung Putus Sunyi Inilah Penyebabnya

Senin, 05 Juni 2017 - 19:37 WIB

Pesawat JetBlue Terapkan Boarding dengan Scan Wajah

Senin, 05 Juni 2017 - 11:29 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia