Ilustrasi bom Korut. (net)

Minggu, 03 September 2017 - 12:48 WIB 9440000

Gempa Guncang Korea Utara, AS Menduga Itu Bom

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Gempa dikabarkan mengguncang daratan Korea Utara, namun peristiwa ini memicu spekulasi bahwa negara tersebut telah melaksanakan uji coba nuklir keenamnya.

Seperti dikutip dari BBC dan liputan6 pada Minggu (3/9/2017), ahli seismologi Amerika Serikat mengatakan, gempa berkekuatan 6,3 skala Richter itu kemungkinan adalah sebuah ledakan.

Menanggapi hal ini, Korea Selatan dikabarkan akan segera menggelar rapat dewan keamanan nasional.

Guncangan terjadi beberapa jam setelah media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan pemimpin negara itu Kim Jong-un tengah meninjau pengembangan bom hidrogen tipe baru.

Media corong rezim Korut itu mengklaim bahwa bom hidrogen tersebut dapat dimuat dalam rudal balistik antarbenua (ICBM). Namun, hingga saat ini klaim tersebut tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

Sementara itu, pejabat Korsel menjelaskan bahwa gempa terjadi di Kilju, kawasan tempat lokasi uji coba nuklir milik Korut, Punggye-ri, berada.

Adapun pemerintah China menggambarkan lindu sebagai "ledakan yang mencurigakan". '

Korut diketahui melakukan uji coba nuklirnya terakhir kali pada September 2017.

Bom Hidrogen

Sebelumnya, Korut melalui media resmi KCNA mengumumkan kemajuan terkait senjata nuklirnya.

Seperti dikutip dari CNN, dalam laporan Bahasa Inggrisnya, KCNA menggambarkannya sebagai "nuke" atau senjata nuklir. Namun dalam Bahasa Korea, media itu menyebutnya "bom hidrogen" atau kerap disingkap bom-H.

"Selama berkunjung ke Institute Senjata Nuklir, Pemimpin Korut Kim Jong-un menyaksikan sebuah bom hidrogen dimuat ke peluru kendali balistik antarbenua (ICBM) baru," ungkap laporan KCNA.

Media corong Korut tersebut menambahkan, "Bom-H, kekuatan peledak yang dapat disesuaikan dari puluhan kiloton menjadi ratusan kiloton adalah senjata termonuklir yang sangat fungsional dengan daya musnah sangat hebat.

Bahkan bisa diledakkan pada ketinggian demi serangan energi elektromagnetik super pada target strategis"

Seperti dilansir BBC, laporan KCNA tersebut disertai foto Kim Jong-un tengah memeriksa apa yang diklaim sebagai bom-H.

Bom-H lebih kuat dibanding bom atom. Ini disebabkan karena bom hidrogen memanfaatkan energi dari reaksi fusi --pembelahan atom-- nuklir utama untuk memadatkan dan membakar reaksi fusi --penggabungan atom-- nuklir kedua. Hasilnya adalah sebuah ledakan yang lebih dahsyat dibandingkan dengan ledakan yang dihasilkan oleh senjata-senjata fisi satu tahap.

Disebut sebagai bom hidrogen karena senjata tersebut menggunakan reaksi fusi pada isotop hidrogen. (RB/lp6)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Akhirnya, RTRW Riau Disahkan 11 September

Jumat, 01 September 2017 - 19:01 WIB

Mitos Daging Sapi

Jumat, 01 September 2017 - 16:08 WIB

PT Wilmar unit Dumai Pelintung Serahkan 16 Hewan Kurban

Kamis, 31 Agustus 2017 - 23:43 WIB

Tahukah? Sungai di Nusantara Miliki Peranan Vital

Kamis, 31 Agustus 2017 - 11:21 WIB

Awal Mula Munculnya Salam Kelapa

Senin, 28 Agustus 2017 - 17:31 WIB

Bupati Inhil Buka MTQ Kecamatan Enok

Selasa, 22 Agustus 2017 - 06:21 WIB

Bupati HM Wardan Buka STQ di Desa Belaras Inhil

Selasa, 23 Mei 2017 - 14:08 WIB