Razman Arif Nasution. (RB/Dwi)

Sabtu, 11 November 2017 - 08:03 WIB 3670000

Razman Ancam Laporkan Aspidsus Kejati Riau Diduga Salah Gunakan Wewenang

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Razman Arif Nasution yang menjadi kuasa hukum 9 dari 18 tersangka dugaan kasus korupsi Rp1,23 miliar pengerjaan proyek ruang terbuka hijau dan pembangunan tugu integritas Provinsi Riau menyatakan akan melaporkan Sugeng Riyanta selaku Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau jika dalam kasus tersebut ditemukan penyalahgunaan wewenang.

"Kalo Yu(Sugeng) melakukan Abuse of Power penyalahgunaan kewenangan, kita kan laporkan Yu kepihak yang berwajib," kata Razman kepada awak media saat konfrensi pers Jumat (10/11/2017) di Hotel Jatra, Pekanbaru.

Kasus tersebut menyeret staf ahli Gubernur Riau, Dwi Agus Sumarno, saat itu menjabat Kepala Dinas Cipta Karya dan Bina Marga Provinsi Riau, yang berperan sebagai pejabat pengguna anggaran serta 12 PNS dan 5 orang dari pihak swasta.

Sebelumnya, dari penuturan Sugeng, kasus itu terungkap saat terjadi penyelidikan pada unit layanan pengadaaan, ditemukan rekayasa dokumen dan pengaturan proyek kepada kontraktor yang mereka inginkan, selain itu proyek tersebut dikerjakan oleh pegawai negeri yang berkepentingan.

Atas dasar itu, para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider: Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau kedua Pasal 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 12 huruf(i) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas sangkaan yang diberikan kepada kliennya oleh Aspidsus, Razman mengatakan kalau hal tersebut membuat dirinya tidak mengerti dan akan membuat preapradilan yang akan didaftarkan pekan depan.

"Saudara Sugeng selaku Aspidsus harus paham, bahwa seseorang yang ditersangkakan kepada dia wajib disampaikan tentang apa yang ditersangkakan kepada dia, dengan bahasa yang dimengeti dan dipahami oleh dia, ini jangankan mereka saya juga enggak nyambung," kata Razman.

Lebih lanjut Razman menjelaskan terkait dengan RTH dan tugu integritas bahwa anggaran awalnya adalah Rp10 miliar, belum termasuk pajak dan lain sebagainya, yang pada akhirnya hanya dianggarkan Rp8 miliar, menurutnya itu hal yang wajar.

"Ada edaran dari pak gubernur yang mengatakan kalau 95 persen bayar, ada retensi 5 persen, ada perawatan, dan saat retensi 5 persen untuk masa perawatan 6 bulan belum selesai, penyidik sudah masuk," Razman mengujarkan.

Kata Razman, pertanyaan penyidik yang berkali-kali ditanyakan kepada kliennya adalah kenapa ada pembuatan tugu dalam RTH, berarti dengan demikian Dwi agus telah membuat sesuatu yang tidak dianggarkan dan disahkan oleh DPRD.

Argumentasi Dwi Agus dalam menjawab pertanyaan dan sangkaan kepada dirinya adalah, Perpres nomor 54 tahun 10 Pasal 87, kemudian dalam proses pengerjaan RTH sudah dilakukan audit oleh BPK serta 8 Perintah Presiden dalam pidatonya yang dibacakan di depan Kajati dan Kapolda se-Indonesia pada Selasa(19/7/2016). (RB/Dwi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Jumat Keramat, Setya Novanto Tersangka Lagi

Jumat, 10 November 2017 - 17:08 WIB

Setya Novanto Tetap Dicegah ke Luar Negeri

Kamis, 09 November 2017 - 19:53 WIB

Seorang Wanita Pesta Sabu Bersama 3 Pria

Jumat, 03 November 2017 - 19:28 WIB

3 Bandar Sabu di Pekanbaru Divonis Hukuman Mati

Jumat, 03 November 2017 - 14:33 WIB

Polres Inhu Gelar Operasi Zebra Siak Selama Dua Pekan

Rabu, 01 November 2017 - 12:46 WIB

Ketua Yayasan di Riau Terjerat Kasus Pemalsuan SK Anaknya

Selasa, 31 Oktober 2017 - 12:29 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia