Anies Baswedan bersama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (net)

Jumat, 01 Desember 2017 - 11:54 WIB 7590000

Diam Jawaban Anies Saat Ditanya Soal Reuni 212

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Sudah santer tentang adanya reuni sesama alumni 212 yang akan digelar di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 2 Desember 2017.

Pertemuan demonstran aksi 2 Desember 2016 itu menuai pro dan kontra karena mengingatkan pada peristiwa ketika ribuan orang berkumpul mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Terkait Reuni Alumni 212 ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berkomentar. Dia memilih diam saat ditanya oleh jurnalis usai menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di Monas, Jumat (1/12/2017).

Anies hanya berlalu menghindari kejaran wartawan.

Beberapa waktu lalu, Anies mendapat sindiran dari penasihat Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana. Saat itu, Anies tidak hadir dalam reuni 411. 

Eggi mengatakan Anies seperti kacang lupa pada kulitnya. Dia menuturkan, jangan sampai alumni aksi 212 menilai Anies cuma memanfaatkan mereka saat masa kampanye Pilkada DKI 2017.

"Kalau itu sampai terjadi, Anies itu junior saya di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam, red), jadi saya mengingatkan sebagai senior, jangan kacang lupa kulitnya. Betul-betul komit kepada umat, karena nanti yang bantu dia cuma umat, partai-partai enggak bisa," kata Eggi, dilansir RiauBook.com dari liputan6.

Bermuatan Politis

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga acara reuni akbar gerakan 212 bermuatan politis. Dia menyebut ada agenda terkait pilkada serentak 2018 dan persoalan Pilpres 2019 di balik pelaksanaan acara tersebut.

"Ini enggak akan jauh-jauh dari politik juga, tapi politik 2018/2019. Sudahlah, ini pasti larinya ke arah politik 2018-2019," kata Tito di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017).

Menurut Tito, gerakan massa 212 dan aksi lanjutannya sejak awal sangat bermuatan politis.

"Jelas sekali arahnya ke mana kan. Itu kan arahnya ke gubernur yang lama. Politiknya tinggi sekali," dia berujar.

Kendati demikian, Tito mengaku tidak melarang pelaksanaan acara tersebut. Namun, dia meminta agar reuni 212 dilakukan di Masjid Istiqlal.

"Lebih bagus di Istiqlal saja sebetulnya. Sarannya, bagusnya di Istiqlal saja," ucap dia.

Terkait jumlah estimasi massa yang akan datang dalam acara tersebut, Tito menduga tidak akan sebesar aksi-aksi sebelumnya.

"Yang jelas enggak akan seperti dululah. Kalau yang dulu kan banyak kepentingan politik," kata Tito. (RB/lp6)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Airlangga Hartanto Dinilai Paling Layak Pimpin Golkar

Selasa, 28 November 2017 - 15:21 WIB

TNI AD Jamin Keamanan dan Kelancaran Pilkada Serentak 2018

Selasa, 28 November 2017 - 10:26 WIB

KPU Pastikan Pilkada Gubernur Riau Tanpa Calon Independen

Senin, 27 November 2017 - 14:03 WIB

Elektabilitas Partai Gerindra Melejit, Golkar Tergerus

Minggu, 26 November 2017 - 17:18 WIB

Setya Novanto Bakal Dicopot dari Ketua DPR Jika...

Rabu, 22 November 2017 - 12:13 WIB

Setya Novanto Berkirim Surat, Ini Isinya

Rabu, 22 November 2017 - 08:09 WIB

Hari ini Setya Novanto Dinonaktifkan

Selasa, 21 November 2017 - 08:52 WIB

Nazarudin Bilang Begini Setelah KPK Menahan Setya Novanto

Senin, 20 November 2017 - 16:07 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia